Menteri PU Tinjau Percepatan Rehabilitasi Pascabencana di Tapanuli Tengah
BBWS SUMATERA II MEDAN - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung pelaksanaan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sejumlah kawasan terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan penanganan darurat dan upaya pemulihan berjalan cepat, tepat, dan terintegrasi.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri PU didampingi Kepala BBWS Sumatera II Medan, Feriyanto Pawenrusi.
Menteri Dody menyampaikan bahwa pekerjaan normalisasi Sungai Hutanabolon telah berjalan. Hingga saat ini, tanggul darurat sepanjang 1 kilometer telah terbangun dari total target 9 kilometer. Pekerjaan ini difokuskan untuk memperkuat pengamanan tebing sungai serta meminimalkan risiko luapan air saat curah hujan tinggi.
Selain itu, penanganan darurat juga telah dilakukan di Sungai Aek Sigala-gala. Namun demikian, diperlukan langkah lanjutan berupa percepatan pembangunan dam sebagai upaya pengendalian aliran dan pengurangan potensi banjir di masa mendatang.
Menteri Dody menegaskan pentingnya percepatan pembangunan sabo dam agar material sedimen seperti pasir, kayu, dan batu dapat tertahan di bagian hulu, sementara aliran air tetap terkendali. Pada tahap awal tahun 2026, Kementerian PU akan membangun empat sabo dam di DAS Aek Tukka dengan kapasitas tampung total sekitar 205.000 meter kubik. Infrastruktur ini dirancang sebagai bagian dari sistem pengendalian sedimen yang berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko banjir berulang serta memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus mempercepat penanganan pascabencana guna memastikan keselamatan dan keberlanjutan infrastruktur sumber daya air bagi masyarakat.