Wakil Menteri PU Tinjau Kesiapan Bendungan Lausimeme dan Rehabilitasi Bendung Bandar Sidoras di Deli Serdang

Jun 27, 2026 - 11:36
Jul 1, 2026 - 11:36
 0
Wakil Menteri PU Tinjau Kesiapan Bendungan Lausimeme dan Rehabilitasi Bendung Bandar Sidoras di Deli Serdang

BBWS SUMATERA II MEDANWakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk meninjau progres pembangunan Bendungan Lausimeme serta rehabilitasi Bendung Bandar Sidoras. Dalam kunjungan tersebut, Wamen Diana didampingi oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, Feriyanto Pawenrusi.

Peninjauan diawali di Bendungan Lausimeme yang saat ini telah selesai dibangun dan tengah menunggu pelaksanaan penggenangan awal (impounding). Pelaksanaan impounding masih menunggu penyelesaian pembangunan jembatan penghubung bagi desa yang terdampak penggenangan, sehingga akses masyarakat tetap terjaga sebelum bendungan mulai dioperasikan.

Bendungan Lausimeme merupakan salah satu infrastruktur strategis yang berperan dalam mendukung sistem pengendalian banjir di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Melalui sistem Kanal Deli–Percut, bendungan ini diproyeksikan mampu mereduksi debit banjir hingga 117 meter kubik per detik.

Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, Bendungan Lausimeme juga akan memberikan manfaat dalam menjaga ketersediaan air bagi Bendung Bandar Sidoras. Suplesi air dari bendungan tersebut akan mendukung pemenuhan kebutuhan irigasi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan sistem irigasi serta mendukung produktivitas sektor pertanian.

Usai meninjau Bendungan Lausimeme, Wamen Diana melanjutkan kunjungan ke Bendung Bandar Sidoras yang juga berada di Kabupaten Deli Serdang. Saat ini bendung tersebut sedang menjalani pekerjaan rehabilitasi, termasuk perbaikan balon bendung karet yang berfungsi menahan aliran air untuk menaikkan sekaligus mengatur tinggi muka air sesuai kebutuhan pelayanan irigasi.

Melalui rehabilitasi tersebut, Bendung Bandar Sidoras diharapkan mampu beroperasi secara lebih optimal dalam melayani daerah irigasi seluas 3.017 hektare, sehingga dapat mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan air irigasi yang lebih andal dan berkelanjutan.

Kunjungan kerja ini dilakukan untuk memastikan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air berjalan sesuai rencana, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, baik dalam pengendalian banjir maupun peningkatan layanan irigasi.