Denpasar, 8 Juli 2026 – Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Bali-Penida menyelenggarakan Sidang Pleno I Tahun 2026 terkait Pembahasan Monitoring Pelaksanaan Tindak Lanjut Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sistem Informasi Hidrologi, Hidrometeorologi, dan Hidrogeologi (PSIH3) pada Rabu (8/7) di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dan dipimpin oleh Ketua TKPSDA WS Bali-Penida yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Provinsi Bali.
Sidang pleno diikuti oleh anggota TKPSDA WS Bali-Penida yang terdiri atas unsur pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan pengelolaan sumber daya air. Dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, kegiatan dihadiri secara langsung oleh Kepala Seksi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (KPISDA), Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OPSDA), serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penatagunaan Sumber Daya Air (PSDA).
Sidang Pleno I ini diselenggarakan sebagai forum untuk membahas monitoring pelaksanaan tindak lanjut kebijakan dan strategi PSIH3 di Wilayah Sungai Bali-Penida. Tujuan kegiatan adalah menindaklanjuti hasil pembahasan yang telah disiapkan oleh Kelompok Kerja (Pokja) PSIH3 serta memperkenalkan prototipe Portal SIH3 Wilayah Sungai Bali-Penida sebagai media integrasi data dan informasi hidrologi, hidrometeorologi, dan hidrogeologi.
Dalam agenda sidang, pembahasan difokuskan pada tiga materi utama, yaitu harmonisasi Rancangan Peraturan Gubernur (Ranpergub) Provinsi Bali terkait PSIH3, perkembangan pelaksanaan tindak lanjut kebijakan dan strategi PSIH3, serta rencana pembangunan Portal SIH3 Wilayah Sungai Bali-Penida. Ketiga agenda tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola data sumber daya air yang terintegrasi antarinstansi di Wilayah Sungai Bali-Penida.
PSIH3 merupakan sistem pengelolaan informasi yang mengintegrasikan data hidrologi, hidrometeorologi, dan hidrogeologi dari berbagai instansi guna mendukung pengelolaan sumber daya air secara terpadu. Melalui sistem ini, data yang dihasilkan diharapkan menjadi lebih akurat, mutakhir, mudah diakses, serta mampu mendukung perencanaan pembangunan, pengelolaan sumber daya air, hingga mitigasi risiko bencana yang berkaitan dengan air.
Berdasarkan materi yang dipaparkan dalam sidang, koordinasi antarinstansi pengelola H3 di Wilayah Sungai Bali-Penida terus mengalami perkembangan melalui pelaksanaan rapat koordinasi Pokja PSIH3, pembentukan media komunikasi lintas sektor, serta pengumpulan dan pembaruan data dari masing-masing instansi. Upaya peningkatan kualitas data juga dilakukan melalui digitalisasi pos hidrologi telemetri oleh BWS Bali Penida serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan dan kalibrasi peralatan pengamatan secara berkala oleh instansi terkait.
Selain itu, materi sidang juga menjelaskan bahwa beberapa aspek penguatan tata kelola masih memerlukan penyelesaian regulasi. Rancangan Peraturan Gubernur (Ranpergub) tentang PSIH3 saat ini masih dalam tahap penyempurnaan setelah melalui proses harmonisasi. Regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan bagi implementasi mekanisme pertukaran data, pengembangan portal informasi, serta penyusunan kebijakan pengelolaan data hidrologi, hidrometeorologi, dan hidrogeologi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Pada kesempatan yang sama, peserta sidang juga memperoleh pemaparan mengenai rencana pembangunan Portal SIH3 Wilayah Sungai Bali-Penida. Portal ini dirancang sebagai media integrasi data sumber daya air dari berbagai instansi sehingga informasi hidrologi, hidrometeorologi, dan hidrogeologi dapat tersaji secara lebih terpadu, mudah diakses, dan mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya air. Pengembangannya juga diarahkan agar terintegrasi dengan ekosistem Bali Satu Data melalui koordinasi bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali.
Melalui penyelenggaraan Sidang Pleno I ini, TKPSDA WS Bali-Penida terus memperkuat sinergi antarlembaga dalam mewujudkan pengelolaan data sumber daya air yang terintegrasi. Kolaborasi antarinstansi diharapkan dapat mendukung tersedianya data dan informasi yang berkualitas sebagai dasar perencanaan, pengelolaan, serta pengambilan kebijakan sumber daya air yang berkelanjutan di Wilayah Sungai Bali-Penida.
Penulis: Luh Gede Wira Nogawati dan Ni Made Yunantari Dewi.
BeritaTerkini
03-08-2026
31-07-2026
30-07-2026
29-07-2026