Musyawarah Cabang HATHI Kalbar Tetapkan Ketua dan Kepengurusan Baru Periode 2026–2029

Dalam upaya menjaga semangat kebersamaan dan profesionalisme di bidang keairan, para ahli dan praktisi yang tergabung dalam Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) terus memperkuat perannya melalui forum musyawarah. Organisasi profesi yang mewadahi para pakar teknik hidraulik dan pengelolaan sumber daya air ini kembali melaksanakan Musyawarah Cabang HATHI Kalimantan Barat pada Kamis (12/02) di Aula Kapuas, Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, Pontianak.

Forum tersebut menjadi ruang refleksi atas perjalanan organisasi sekaligus ajang merumuskan langkah strategis ke depan. Berbagai agenda dibahas, mulai dari laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, penyusunan rencana kerja, hingga penguatan struktur organisasi agar semakin adaptif dan responsif terhadap tantangan pengelolaan sumber daya air. Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan pemilihan Ketua dan kepengurusan baru HATHI Kalimantan Barat periode 2026–2029 sebagai bagian dari proses regenerasi dan kesinambungan kepemimpinan.

Dalam sambutannya, Kepala Balai menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya musyawarah cabang sebagai wadah kolaborasi dan pertukaran gagasan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara institusi pemerintah dan organisasi profesi dalam menghadirkan rekomendasi teknis yang inovatif dan berkualitas guna mendukung pembangunan sumber daya air di Kalimantan Barat.

Ketua HATHI Kalimantan Barat yang baru terpilih menyatakan komitmennya untuk membangun organisasi yang lebih solid, adaptif, dan profesional melalui perencanaan program yang terarah dan berbasis Indeks Kinerja Utama (IKU). Dengan semangat musyawarah, transparansi, dan tanggung jawab bersama, hasil forum ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi peningkatan kapasitas anggota serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan sektor keairan di Kalimantan Barat.

Raih Capaian Penerimaan Pajak Terbesar Tahun 2025, KPP Pratama Pontianak Apresiasi BWS Kalimantan I Pontianak

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I menerima kunjungan dari KPP Pratama Pontianak, Kementerian Keuangan, pada (11/2) di Kantor BWS Kalimantan I, Pontianak. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BWS Kalimantan I beserta jajaran. Dalam kunjungan tersebut, KPP Pratama Pontianak menyampaikan apresiasi kepada BWS Kalimantan I atas capaian penerimaan pajak tahun 2025. BWS Kalimantan I tercatat sebagai salah satu satuan kerja dengan pencapaian penerimaan pajak terbesar di wilayah Kalimantan Barat.

Pencapaian ini menjadi bukti komitmen BWS Kalimantan I dalam mendukung optimalisasi penerimaan negara melalui pengelolaan anggaran dan kewajiban perpajakan yang tertib, transparan, serta akuntabel. Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara BWS Kalimantan I dan Kementerian Keuangan, khususnya KPP Pratama Pontianak, semakin kuat dalam mendukung tata kelola keuangan negara yang profesional dan berintegritas.

Pencapaian ini mencerminkan komitmen BWS Kalimantan I dalam mendukung optimalisasi penerimaan negara melalui pengelolaan anggaran dan kewajiban perpajakan yang tertib, transparan, dan akuntabel. Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara BWS Kalimantan I dan Kementerian Keuangan, khususnya KPP Pratama Pontianak, semakin kuat dalam mendukung tata kelola keuangan negara yang profesional dan berintegritas.

Perkuat Sinergitas Pengelolaan Air Bersih dan Daerah Irigasi, Pemkab Kayong Utara Kunjungi BWS Kalimantan I Pontianak

Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWS Kalimantan I) menerima kunjungan dan melaksanakan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kayong Utara pada Selasa (10/02) di Kantor BWS Kalimantan I, Pontianak. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BWS Kalimantan I beserta jajaran dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kayong Utara. Koordinasi membahas aspek penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, serta pemeliharaan infrastruktur air baku sebagai aset sumber daya air yang berperan langsung dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, BWS Kalimantan I menekankan pentingnya pengelolaan sumber-sumber air baku secara profesional dan berkelanjutan, khususnya terhadap infrastruktur yang saat ini masih menjadi aset BWS Kalimantan I. Pengelolaan yang optimal diharapkan dapat menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekaligus menjaga fungsi infrastruktur agar tetap andal dalam jangka panjang.

Koordinasi ini juga memperkuat sinergisitas antara Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dan Kementerian Pekerjaan Umum melalui BWS Kalimantan I dalam pengelolaan air bersih dan daerah irigasi. Pengelolaan irigasi yang baik memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, serta mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.

Melalui diskusi yang dilakukan, kedua pihak memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai potensi sumber daya air dan sektor pertanian di Kabupaten Kayong Utara, sekaligus langkah strategis yang perlu ditempuh untuk mengoptimalkan pemanfaatannya secara berimbang antara kebutuhan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Sebagai tindak lanjut, BWS Kalimantan I akan mendorong penguatan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, termasuk proses serah terima pengelolaan infrastruktur air baku yang akan dituangkan dalam penandatanganan kesepakatan perjanjian antara Bupati Kayong Utara dan Kepala BWS Kalimantan I, serta pendampingan teknis guna memastikan pengelolaan aset berjalan optimal dan berkelanjutan.

Tinjau Bangunan Pengaman Pantai Matang Danau Guna Mengawali Pembangunan Infrastruktur Tahun 2026

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I, M. Tahid, melaksanakan kegiatan monitoring pekerjaan pembangunan pengaman pantai di Kabupaten Sambas, tepatnya di Kecamatan Paloh, Desa Matang Danau. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan serta memenuhi aspek mutu, fungsi, dan manfaat bagi masyarakat pesisir.

Bangunan pengaman pantai yang ditinjau berupa seawall yang dibangun secara bertahap. Pada tahun 2020, pembangunan pengaman pantai telah dilaksanakan sepanjang 0,05 kilometer, kemudian dilanjutkan pada tahun 2021 dengan panjang penanganan mencapai 0,4 kilometer. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian abrasi dan perlindungan wilayah pesisir di Desa Matang Danau.

Ke depan, pembangunan pengaman pantai di lokasi tersebut direncanakan akan dilanjutkan pada tahun 2026 guna memperkuat perlindungan kawasan pesisir secara berkelanjutan. Melalui kegiatan monitoring ini, BWS Kalimantan I menegaskan komitmennya dalam mengawal pembangunan infrastruktur sumber daya air dan pantai agar hasilnya optimal serta memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat dari risiko kerusakan wilayah pesisir.

Penandatanganan Kontrak Pekerjaan PPK Air Tanah dan Air Baku serta PPK Sungai dan Pantai TA 2026

Sebagai wujud komitmen menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang andal dan bermanfaat, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak melaksanakan Penandatanganan Kontrak Pekerjaan Tahun Anggaran 2026 pada Rabu (11/02) di Kantor BWS Kalimantan I. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan paket-paket strategis sumber daya air di Kalimantan Barat.

Pada PPK Air Tanah dan Air Baku, kontrak meliputi Pembangunan Embung Harapan Mulia dan Embung Limau Manis di Kabupaten Kayong Utara, serta Penyempurnaan Intake dan Rumah Pompa Air Baku Penepat di Kabupaten Kubu Raya. Seluruh paket telah melalui proses E-Purchasing dengan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa terbit pada 2 Februari 2026.

Sementara itu, pada PPK Sungai dan Pantai, pekerjaan difokuskan pada satu pantai dan dua sungai guna mendukung pengendalian daya rusak air serta meningkatkan perlindungan kawasan sekitar. Dengan waktu pelaksanaan yang tersedia, seluruh pihak optimis pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai ketentuan kontrak.

Kepala BWS Kalimantan I Pontianak menegaskan pentingnya ketepatan waktu, mutu pekerjaan, serta soliditas seluruh pihak hingga masa kontrak berakhir agar anggaran yang dialokasikan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen bersama hari ini menjadi fondasi keberhasilan pembangunan sumber daya air di Kalimantan Barat.

Penandatanganan Kontrak Peningkatan Daerah Irigasi Rawa Tebas Komplek (Kebun Jeruk) Kabupaten Sambas

Balai Wilayah Sungai Kalimantan I melaksanakan kegiatan penandatanganan kontrak pekerjaan Peningkatan Daerah Irigasi Rawa Tebas Komplek (Kebun Jeruk), Kabupaten Sambas pada Kamis (29/01), bertempat di Kantor BWS Kalimantan I, Pontianak. Kegiatan ini merupakan tahapan awal pelaksanaan pekerjaan infrastruktur sumber daya air yang bertujuan meningkatkan fungsi dan kinerja jaringan irigasi rawa di wilayah Kabupaten Sambas.

Acara penandatanganan kontrak ini dihadiri oleh Kepala Seksi Pelaksanaan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa, serta unsur pelaksana dan penyedia jasa yang terlibat dalam kegiatan pembangunan maupun supervisi pekerjaan. Kehadiran para pihak tersebut menandai komitmen bersama dalam mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan dan perencanaan yang telah ditetapkan.

Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pelaksanaan, Adib Lathiful Huda, menyampaikan harapan agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam kontrak. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara optimal di lapangan guna meminimalisir potensi kecelakaan kerja selama pelaksanaan kegiatan.

Penandatanganan kontrak ini menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, khususnya pada kawasan irigasi rawa. Melalui pekerjaan peningkatan ini, diharapkan sistem irigasi rawa Tebas Komplek (Kebun Jeruk) dapat berfungsi lebih optimal dalam menunjang kegiatan pertanian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sambas.