Rapat Kerja BWS Kalimantan I Bersama Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Barat

Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak menghadiri rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada Selasa (27/01) bertempat di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Rapat kerja tersebut dihadiri oleh pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Barat serta Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, M. Tahid, beserta jajaran.

Rapat kerja ini dilaksanakan dalam rangka memberikan informasi dan penjelasan terkait program dan kegiatan pengelolaan daerah aliran sungai, kondisi sungai, program konservasi, serta pengendalian daya rusak air di sungai dan pantai di wilayah Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I memaparkan tugas dan fungsi BWS Kalimantan I serta rencana program dan kegiatan yang akan dilaksanakan di Wilayah Sungai Kapuas, meliputi pengendalian banjir dan pengamanan pantai, rehabilitasi rawa dan konservasi air, serta kegiatan operasi dan pemeliharaan sumber daya air.

M. Tahid menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antarinstansi, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya air agar program yang dilaksanakan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Melalui rapat kerja tersebut, BWS Kalimantan I bersama Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Barat juga membahas berbagai isu dan permasalahan pengelolaan sumber daya air di kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Penyusunan program dan kegiatan ke depan diharapkan berbasis pada kondisi lapangan dan aspirasi masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.

Pekerjaan Jaringan Irigasi Utama di Kelurahan Pajintan, Kota Singkawang Telah Rampung

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) jaringan irigasi utama di Daerah Irigasi (D.I.) Sanggau Kulor yang berlokasi di Kelurahan Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik jaringan irigasi serta kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, pekerjaan jaringan irigasi utama di D.I. Sanggau Kulor telah selesai dilaksanakan 100 persen dengan penanganan saluran irigasi sepanjang 4.945 meter.

Pekerjaan jaringan irigasi utama tersebut memberikan peningkatan layanan irigasi pada total luasan lahan sawah seluas 35,00 hektare. Selesainya pekerjaan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan irigasi, mendukung kelancaran distribusi air, serta menunjang produktivitas pertanian masyarakat setempat. Kegiatan monitoring dan evaluasi ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian mutu dan akuntabilitas pelaksanaan program pengelolaan sumber daya air.

Melalui kegiatan ini, BWS Kalimantan I berkomitmen untuk memastikan infrastruktur sumber daya air yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan dalam mendukung sektor pertanian di wilayah Kota Singkawang.

Pastikan Layanan Air Baku Sungai Semelagi Tetap Andal, BWS Kalimantan I Rutin Laksanakan Pemeliharaan dan Pengawasan

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak memastikan layanan air baku dari Sungai Semelagi tetap andal untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Singkawang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (23/01) melalui pengelolaan Infrastruktur Air Baku (IAB) Semelagi berkapasitas 150 liter per detik, yang menyalurkan pasokan air baku guna mendukung operasional PDAM Kota Singkawang.

Air baku Sungai Semelagi saat ini melayani masyarakat di Kecamatan Singkawang Barat, Singkawang Tengah, Singkawang Selatan, serta sebagian wilayah Singkawang Utara. Infrastruktur ini menjadi salah satu tulang punggung penyediaan air bersih, khususnya bagi kawasan perkotaan di Kota Singkawang.

Untuk menjaga keandalan layanan, BWS Kalimantan I secara rutin melaksanakan pemeliharaan dan pengawasan infrastruktur air baku. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan kualitas dan kuantitas air tetap terjaga sehingga distribusi air dapat berlangsung lancar dan berkelanjutan.

Direktur PDAM Kota Singkawang menyampaikan bahwa kapasitas eksisting sebesar 150 liter per detik sangat membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Namun seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan layanan, PDAM mendorong peningkatan kapasitas debit air baku Sungai Semelagi melalui sinergi berkelanjutan dengan BWS Kalimantan I agar layanan air bersih semakin andal, merata, dan mampu mendukung pembangunan Kota Singkawang ke depan.

Konsultasi bersama Komisi II dan III membahas irigasi pertanian, sumber air baku, serta penanganan isu strategis wilayah Kabupaten Sambas.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I menerima kunjungan konsultasi dari Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, serta Ketua, Wakil Ketua, dan anggota DPRD Komisi II dan Komisi III pada Kamis (15/01) di Aula Kapuas, Kantor BWS Kalimantan I. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi untuk memperkuat sinergi pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sambas.

Konsultasi difokuskan pada pembahasan peran masing-masing komisi. Komisi II yang membidangi perekonomian dan keuangan menyoroti sinergisitas saluran irigasi pertanian, sementara Komisi III yang membidangi pembangunan membahas perencanaan dan pengembangan sumber air baku agar mendukung kebutuhan masyarakat.

Sejumlah isu strategis turut dibahas, antara lain abrasi pantai di Desa Matang Danau (Paloh), Desa Kuala, dan Sungai Nyirih (Selakau), pencemaran Danau Sebedang yang berdampak pada kualitas sumber air baku, serta pentingnya keterpaduan pengelolaan saluran irigasi utama dan tersier. Dalam pertemuan ini juga disampaikan usulan pembangunan saluran irigasi di Kabupaten Sambas pada Tahun Anggaran 2026.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BWS Kalimantan I menekankan pentingnya sinkronisasi lintas sektor serta kesiapan perencanaan agar program pengelolaan sumber daya air dapat dilaksanakan secara efektif dan berkelanjutan. Melalui forum konsultasi ini, diharapkan terbangun kesepahaman bersama dalam perencanaan dan penanganan isu strategis sumber daya air di Kabupaten Sambas.

BWS Kalimantan I Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Sekadau, Sanggau, dan Landak

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I melaksanakan monitoring dan peninjauan lapangan pada sejumlah lokasi terdampak banjir di Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sanggau, dan Kabupaten Landak pada Sabtu hingga Minggu (10–11 Januari 2026). Kegiatan ini merupakan bentuk respon cepat BWS Kalimantan I terhadap kejadian banjir yang terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama, yang berdampak pada aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.

Peninjauan lapangan dilaksanakan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat guna memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan banjir. Melalui kegiatan ini, tim melakukan pengecekan langsung kondisi wilayah terdampak, pelaksanaan penanganan tanggap darurat di lapangan, serta penyamaan data dan informasi terkait dampak banjir sebagai dasar pengambilan langkah penanganan selanjutnya.

Berdasarkan hasil peninjauan, banjir terjadi akibat meluapnya sungai yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan serta adanya kiriman air dari daerah hulu. Kondisi tersebut menyebabkan genangan air di sejumlah wilayah dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter, yang merendam permukiman warga dan badan jalan. Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu, termasuk terhambatnya arus lalu lintas di beberapa titik terdampak.

Selain itu, BWS Kalimantan I bersama BPBD dan instansi terkait melakukan identifikasi kondisi sungai, permukiman warga, serta infrastruktur yang terdampak banjir, sekaligus merumuskan kebutuhan tindak lanjut yang diperlukan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat mendukung penanganan banjir yang lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif, serta menjadi dasar perencanaan langkah-langkah penanggulangan banjir ke depan secara berkelanjutan.

BWS Kalimantan I Laksanakan Serah Terima Hasil Pekerjaan P3-TGAI Tahap II

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I melaksanakan kegiatan Serah Terima Hasil Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahap II pada Senin (29/12) di Hotel Novotel. Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi V DPR RI, Kepala Dinas PU penerima bantuan P3-TGAI, jajaran pejabat BWS Kalimantan I, kepala desa, Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Konsultan Manajemen Balai (KMB), Asisten KMB, serta Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM).

Acara diawali dengan penyampaian laporan Ketua Panitia, Sumalianto. Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (Satker OP), Fadiah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program P3-TGAI merupakan bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong peran aktif P3A dalam pengelolaan irigasi.

Sementara itu, Kepala BWS Kalimantan I, M. Tahid, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak selama pelaksanaan program serta menekankan pentingnya pemeliharaan saluran irigasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Kegiatan kemudian ditutup dengan sambutan Anggota Komisi V DPR RI, Yuliansyah, yang secara resmi membuka acara dan menyampaikan optimismenya bahwa program ini mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan petani di Kalimantan Barat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan sebagai bentuk komitmen BWS Kalimantan I dalam menjamin keberlanjutan pemanfaatan hasil pembangunan sumber daya air.