Bangunan Pintu Air D.I.R Teluk Bayur

Bangunan Pintu Air Daerah Irigasi Rawa (DIR) Teluk Bayur ini merupakan bagian dari kegiatan OPLAH tahun anggaran 2025 yang bertujuan untuk mendukung pengelolaan tata air di kawasan rawa pertanian. Total pintu air yang akan dibangun di Daerah Irigasi Rawa Teluk Bayur berjumlah 2 titik dengan panjang saluran 44,56 km dan luas area layanan 475 ha. Keberadaan pintu air ini berfungsi untuk mengatur masuk-keluarnya air secara terarah untuk memenuhi kebutuhan air sawah, mencegah intrusi air asin, dan mengelola drainase rawa, meningkatkan efisiensi pengairan, serta mendukung produktivitas lahan pertanian di wilayah tersebut.

Bangunan Pintu Air D.I.R Kubu Komplek

Bangunan Pintu Air Daerah Irigasi Rawa (DIR) Kubu Komplek dibangun sebanyak 12 titik pada kegiatan OPLAH tahun anggran 2025. Daerah ini memiliki luas baku sebesar 3.688 hektare dengan luas fungsional 897 hektare. Pembangunan pintu air difokuskan di Desa Sungai Terus sebagai upaya peningkatan layanan tata air pada kawasan pertanian rawa. Sebanyak tiga pintu air dibangun pada saluran tersier yang sebelumnya melayani lahan sawah seluas 72 hektare. Setelah pembangunan selesai, luas sawah fungsional diperkirakan meningkat menjadi 95 hektare atau bertambah sekitar 23 hektare. Keberadaan pintu air ini berfungsi untuk mengatur masuk-keluarnya air secara terarah untuk memenuhi kebutuhan air sawah, mencegah intrusi air asin, dan mengelola drainase rawa, meningkatkan efisiensi pengairan, serta mendukung produktivitas lahan pertanian di wilayah tersebut.

Bangunan Pintu Air D.I.R Pemangkat Komplek

Bangunan Pintu Air Daerah Irigasi Rawa (DIR) Pemangkat Komplek ini merupakan bagian dari kegiatan OPLAH tahun anggaran 2025 yang bertujuan untuk mendukung pengelolaan tata air di kawasan rawa pertanian. Total pintu air yang akan dibangun di Daerah Irigasi Rawa Pemangkat Komplek berjumlah 9 titik Keberadaan pintu air ini berfungsi untuk mengatur masuk-keluarnya air secara terarah untuk memenuhi kebutuhan air sawah, mencegah intrusi air asin, dan mengelola drainase rawa, meningkatkan efisiensi pengairan, serta mendukung produktivitas lahan pertanian di wilayah tersebut.