Berita Balai Wilayah Sungai Maluku Utara > Penanganan Banjir Sungai Ibu, Hadirkan Rasa Aman dan Menggerakkan Ekonomi Keluarga Warga Tongote Ternate Asal
Sabtu, 13 Juni 2026, Dilihat 125 kali
Halmahera Barat, 10 Juni 2026 – Di balik deru alat berat dan susunan bronjong yang kini hampir rampung di sepanjang Sungai Ibu, tersimpan harapan baru bagi masyarakat Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat. Kegiatan penanganan bencana banjir yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara tidak hanya menjadi upaya melindungi permukiman warga dari ancaman banjir, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Pada Rabu (10/6), Tim Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (Satker OP) bersama rombongan melakukan monitoring pekerjaan Penanganan Bencana Banjir Sungai Ibu untuk memastikan seluruh infrastruktur darurat berfungsi secara optimal. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap akhir (finishing), yang difokuskan pada penyelesaian pemasangan bronjong, perkuatan tebing sungai, serta penataan alur sungai guna meningkatkan kapasitas sungai dalam menghadapi debit air yang tinggi pada musim hujan.
Bagi warga Desa Gamlamo dan Desa Tongote Ternate Asal, keberadaan kegiatan ini membawa dampak yang dirasakan secara langsung. Selain memberikan perlindungan terhadap ancaman banjir yang selama ini menghantui masyarakat, kegiatan tersebut juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar.
Salah satunya dirasakan oleh om ambon bernama lengkap Risal Paiman, warga Desa Tongote Ternate Asal. Ia mengaku bersyukur dapat terlibat dalam pekerjaan pembangunan bronjong di Sungai Ibu. Menurutnya, penghasilan yang diperoleh selama bekerja sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
"Kami sangat bersyukur dengan adanya pekerjaan ini. Selain membuat kami merasa lebih aman dari ancaman banjir, pekerjaan ini juga membantu ekonomi keluarga. Dari hasil kerja ini, kami bisa membantu membiayai kebutuhan sekolah anak dan kebutuhan rumah tangga lainnya," ungkap Risal.
Hal serupa juga dirasakan oleh masyarakat lainnya yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pekerjaan penanganan banjir menjadi sumber penghasilan tambahan yang memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama dalam memenuhi berbagai kebutuhan keluarga.
Melalui pekerjaan penanganan banjir yang berpihak pada kebutuhan masyarakat, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi warga di sekitar Sungai Ibu. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya air dapat memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan perlindungan masyarakat dari risiko bencana sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.

