Berita Balai Wilayah Sungai Maluku Utara > Penandatangan PKS dan pakta Integritas Mengawal P3TGAI Serentak di Lumbung Pangan Maluku Utara, Halmahera Timur
Senin, 22 Juni 2026, Dilihat 46 kali
Halmahera Timur, 19 Juni 2026 – Hamparan sawah yang membentang di Kecamatan Wasile Timur menjadi saksi harapan para petani akan ketersediaan air yang lebih baik untuk mendukung hasil panen mereka. Di wilayah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Maluku Utara ini, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Pakta Integritas Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Kantor Desa Sidomulyo, Kabupaten Halmahera Timur.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan pelaksanaan program berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan kehidupan mereka pada sektor pertanian.
Acara dibuka oleh Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (Satker OP SDA) BWS Maluku Utara, Reynaldo V. M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan dari pembina pusat mengenai pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan Program P3-TGAI.
Menurutnya, pembangunan irigasi tidak hanya tentang membangun saluran air, tetapi juga membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami berharap pelaksanaan P3-TGAI di Maluku Utara dapat terhindar dari berbagai persoalan hukum. Untuk itu diperlukan komitmen bersama agar setiap tahapan kegiatan dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Penandatanganan PKS dan Pakta Integritas ini menjadi simbol kesepakatan bersama untuk menjaga amanah program. Melalui komitmen tersebut, pemerintah dan masyarakat berupaya memastikan bahwa setiap rupiah yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan irigasi dan kesejahteraan petani.
Melalui Program P3-TGAI, masyarakat yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) menjadi pelaku utama dalam pelaksanaan kegiatan. Mereka tidak hanya terlibat dalam proses pembangunan, tetapi juga akan menerima dan mengelola hasil pekerjaan setelah selesai dilaksanakan.
Sarana irigasi yang dibangun nantinya akan diserahkan kepada kelompok P3A untuk dimanfaatkan, dipelihara, dan dijaga keberlanjutannya. Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti saat pekerjaan selesai, tetapi terus dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi petani berikutnya.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Sejumlah masyarakat dan petani penerima manfaat tampak mengikuti seluruh rangkaian acara dengan seksama. Bagi mereka, keberadaan irigasi yang berfungsi dengan baik merupakan kebutuhan penting untuk menjaga produktivitas lahan pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Pada kesempatan yang sama, PPK OP SDA I, Ir. Ruslan Rizal, memberikan arahan terkait pengadaan material pekerjaan. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas bangunan dengan memastikan material utama diperoleh dari sumber yang terpercaya.
"Untuk keamanan dan meminimalisir risiko penipuan spesifikasi, pembelian bahan bangunan struktural dan material utama disarankan dilakukan langsung melalui supplier atau distributor resmi," jelasnya.
Dengan semangat gotong royong, integritas, dan rasa memiliki yang kuat, Program P3-TGAI di Halmahera Timur diharapkan mampu memperkuat infrastruktur irigasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Di tengah upaya menjaga ketahanan pangan daerah, setiap saluran air yang terbangun menjadi bagian dari harapan masyarakat untuk masa depan pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan.

