Begini Usulan BWS II Gorontalo Minimalisir Dampak Banjir

646
Suasana rapat terbatas Gubernur Gorontalo bersama Balai Wilayah Sungai II Gorontalo dan beberapa instansi terkait tentang penanganan banjir yang terjadi di wilayah Gorontalo, Senin (03/08/2020). Foto : Salman – Humas

DISCLAIMER: Artikel ini milik Humas Pemprov Gorontalo dan disadur untuk keperluan arsip berita. >>Permalink<<

KOTA GORONTALO, Humas – Bencana banjir yang telah delapan kali melanda wilayah Gorontalo membuat Balai Wilayah Sungai II Gorontalo mengemukakan beberapa usulan kepada Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie. Usulan itu disampaikan lewat rapat bersama di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Senin (03/08/2020).

“Penggerusan di tepi sungai ditambah debit air sungai yang tinggi sekali kemudian kerusakan hulu yang signifikan akibat terbukanya lahan sehingga daya ikat tanaman tidak ada lagi. Hal ini menyebabkan laju air sangat cepat dan menyebabkan banjir,” beber Kepala BWS II Gorontalo, Naswardi.

Ia menambahkan, ada pula kerusakan pada abutment jembatan yang dipicu oleh kerusakan tebing kiri sungai. Hak ini diakibatkan oleh pembangunan jembatan yang berada di daerah tikungan luar sungai.

“Langkah yang harus kita tempuh adalah melakukan pengendalian aliran sungai. Selanjutnya meminimalkan potensi kerusakan akibat gerusan hantaman air sungai. Dan terakhir, pembuatan tebing sungai disekitar jembatan dan struktur abutment jembatan,” tambahnya.

Mengacu pada beberapa hal itu Naswardi mengusulkan untuk melakukan riset pengendali banjir di sungai Bone. Ia juga menyebut perlunya pembangunan bendung Alale.

“Usulan kami juga untuk membangun checkdam di atas sungai Bone. Perlu juga dilakukan rehab tanggul sepanjang sungai Bone serta normalisasi sungai Bone,” imbuhnya.

Hal yang paling penting lanjutnya adalah perlunya dihidupkan kembali pembangunan waduk Bone Ulu. Naswardi menilai hal ini menjadi penting karena salah satu fungsi pembangunan waduk itu adalah mereduksi banjir sebesar 70 hingga 80%.

Mendengarkan usulan tersebut, Gubernur Rusli menyatakan akan melakukan pemetaan penanganan sesuai prioritas. Mulai dari penanganan jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

“Untuk jangka pendeknya kita akan buatkan karung pasir di bantaran sungai untuk menahan laju air sementara waktu. Selain itu, kami juga punya rencana untuk melakukan pengerukan delta di hulu dan hilir. Sudah ada beberapa endapan yang berasal dari gerusan 1×24 jam dibawa oleh sungai Bone. Itu yang akan di keruk,” ujar Rusli.

Rencananya, Gubernur Rusli, BWS II Gorontalo dan beberapa instansi terkait akan kembali bertemu Menteri PPN/Bappenas, Suharso Monoarfa. Pertemuan ini untuk memaparkan kondisi Provinsi Gorontalo pasca bencana dan solusi menghadapinya.

Pewarta : Gina
Editor : Isam