BWS Sulawesi II Gorontalo Sosialisasikan Hasil Kajian Penetapan Sempadan Danau Limboto

189

Sejak tahun 2009 Danau Limboto yang berada di Kabupaten Gorontalo dan sebagian wilayah Kota Gorontalo, telah masuk dalam daftar danau kritis di Indonesia yang membutuhkan penanganan serta penyelamatan secara prioritas oleh pemerintah.

Kementerian PUPR melalui BWS Sulawesi II Gorontalo telah melakukan upaya-upaya untuk revitalisasi danau Limboto sejak tahun 2012 hingga saat ini. Berangkat dari hal ini, sesuai amanat peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor : 28/PRT/M/2015, tentang Garis Sempadan Danau, BWS Sulawesi II Gorontalo melalui Kegiatan Perencanaan dan Program melaksanakan kegiatan Sosialisasi Hasil Kajian Penetapan Sempadan Danau Limboto yang telah dimulai sejak 6 Oktober 2022 di kantor desa Ilomangga kecamatan Tabongo kabupaten Gorontalo, berturut-turut sebanyak 31 desa dan berakhir kemarin, 10 November 2022 di kantor desa Bolihuangga Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Sosialisasi tersebut sebagai tindak lanjut dari hasil Focus Group Discussion (FGD) Kajian Penetapan Garis Sempadan Danau Limboto yang telah dilaksanakan sebelumnya pada (27/09/2022) bertempat di Hotel Aston Gorontalo (Baca beritanya disini).

Adapun poin-point yang disosialisasikan kepada masyarakat mencakup hasil kesepakatan yang telah dicapai dalam FGD tersebut mencakup :

  • Poin 1:
    1. Elevasi muka air tertinggi +5,5 mdpl (meter diatas permukaan laut)
    2. Luas badan air pada +5,5 mdpl 4.028,48 Ha
    3. Luas sempadan danau 382,24 Ha
    4. Luas Total (badan danau) 4.410,72 Ha
  • Poin 2:
    Penetapan garis sempadan danau dan koordinatnya berdasarkan Berita Acara
    Kesepakatan Tim Kajian Penetapan Garis Sempadan Danau Limboto tentang Penetapan Batas Sempadan Danau Limboto pada tanggal 29 Desember 2020, dengan rincian:
    1. Minimal 50 meter dari tepi bagian luar badan air danau yang bertanggul;
    2. Minimal 100 meter dari tepi badan air danau yang tidak bertanggul dan Kawasan terbuka hijau.
  • Poin 3:
    Daerah yang dilalui oleh garis sempadan meliputi: 7 (tujuh) kecamatan dan 31 (tiga puluh satu) Desa/Kelurahan sebagaimana terlampir pada Berita Acara FGD Kajian
    Penetapan Garis Sempadan Danau Limboto Tanggal 27 September 2022.

Pertanyaan yang paling sering diajukan masyarakat dalam acara sosialisasi selama sebulan tersebut terkait yang sudah terlanjur memiliki bangunan dan lahan pertanian yang masuk dalam area garis sempadan danau. Tim Teknis menerangkan bahwa bangunan dan atau lahan akan berstatus Quo artinya tanah dan bangunan tersebut tidak dapat lagi dikembangkan oleh masyarakat untuk kedepannya. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi sempadan Danau Limboto.

 

Narasi : J. Hasan
Editor : D. Kusuma, W. Suhedi
Foto : Dok. Perencanaan 2022