Pangdam XIII/Merdeka Kunjungan Kerja Ke Danau Limboto

148
Pangdam XIII,MDK Bersama Danrem 133/NW Didampingi Kepala BWS Gorontalo Dan Kasatker OP Saat Meninjau Danau Limboto

DISCLAIMER: Artikel ini milik rekamfakta.com dan disadur untuk keperluan arsip berita. >>Permalink<<

Rekamfakta.com, Kabupaten Gorontalo – Terkait dengan Kerjasama TNI dan Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II tentang penanganan Danau Limboto, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka Mayjen TNI Wanti W.F. Mamahit, M.Si bersama Danrem 133/NW Brigjen TNI Bagus Antonov Hardito, M.A. melaksanakan peninjauan dalam rangka pembuatan pemetakan Eceng Gondok, bertempat di Danau Limboto Kelurahan Buhu, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Rabu (21/07/2021).

Setiba di Danau Limboto Pangdam XIII/Merdeka beserta rombongan disambut oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Gorontalo Ir. Naswardi MT dalam rangka meninjau Pekerjaan Sewakelola Operasi Pemeliharaan Rutin Danau Limboto. Kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Kasiter Korem 133/NW Kolonel Inf Marthen Pasunda.S.Sos, tentang Teknis Pemeliharaan Rutin Danau Limboto TA. 2021.

Dalam paparannya, Kasiter Korem 133/NW menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan tersebut dengan memberikan gambaran tentang rencana Teknis Pelaksanaan Pekerjaan Pemeliharaan Danau Limboto, kerjasama Kementriaan PUPR dengan TNI-AD dan mendapatkan sasaran masukan guna kelancaran dan kesuksesan kegiatan pemeliharaan Danau Limboto hasil kerja sama BWS Sulawesi II Gorontalo dengan Korem 133/NW.

“Pembuatan patok pembatas area pekerjaan yang ujungnya diberi bendera sebagai penanda, membuat pagar bambu dengan ukuran 100 meter x 100 meter sebagai tempat area pengangkatan eceng gondok, membuat tempat area pembuangan/penempatan eceng gondok dibagian luar area pengangkatan eceng gondok dengan ukuran 5 meter x 100 meter dengan cara bambu-bambu dipancang dengan bantuan excavator membentuk pagar yang diberi jarak 5 meter antara bambu, setelah itu dipasangi bambu melintang dengan cara diikatkan ke pancangan bambu agar eceng gondok tidak mudah keluar, ikatan bambu dibuat longgar agar bisa mengikuti naik turunnya muka air danau, eceng gondok yang ada di dalam area pengangkatan dipindahkan ke area pembuangan menggunakan excavator, perahu, maupun tenaga manual,” pungkas Kasiter.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pangdam XIII/Mdk Mayjen TNI Wanti W.F. Mamahit, M.Si, Danrem 133/NW Brigjen TNI Bagus Antonov Hardito, M.A., Kasrem 133/NW Kolonel Inf Rudy Jayakarta Runtunewe, S.I.P., Asintel Kasdam XIII/Mdk Kolonel Inf Ignatius Wiwoho, S.I.P., Danpomdam XIII/Mdk Kolonel Cpm Raden Tri Cahyo, Para Kasi Korem 133/NW, Dandim 1314/Gorut Letkol Czi Embi Triono.ST.M.Si.

(0N4L/RF)