Tidak Sampai 24 Jam BWS Sulawesi II Gorontalo Tinjau Lokasi Yang di Keluhkan Massa Aksi

180

DISCLAIMER: Artikel ini milik jarak.id dan disadur untuk keperluan arsip berita. 

JARAK.ID, [GORONTALO] – Tidak sampai 24 Jam Tim Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo segera melakukan peninjauan di titik lokasi setelah massa aksi yang tergabung dalam aliansi masyarakat dari Kecamatan Bongomeme dan Dungaliyo menggeruduk kantornya, Pada Selasa (20/09/2022) kemarin.

Peninjauan bertujuan untuk melihat secara langsung kerusakan di lokasi yang menjadi tuntutan massa aksi, yang juga mmperoleh persetujuan dari Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo untuk sama – sama mendesak BWS Sulawesi II Gorontalo saat itu.

Kepada awak media, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Dungaliyo, Irfan Adam usai mendampingi Tim dari BWS Sulawesi II Gorontalo melakukan peninjauan menyampaikan, bahwa mereka minta infrastruktur yang ada di Kecamatan Bongomeme dan Kecamatan Dungaliyo agar dapat diperhatikan.

“Alhamdulillah hal itu langsung ditindaklanjuti oleh BWS Sulawesi II Gorontalo pada hari ini juga, bahkan diberitahukan pula alat berat akan didatangkan besok,” ujarnya.

Foto Kondisi Jembatan Pilolalenga Saat Ini (20-09-2022).
Foto Kondisi Jembatan Pilolalenga Saat Ini (20-09-2022).

Selain itu, Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Paguyuban Bongomeme dan Dungaliyo yang mewadahi seluruh mahasiswa dari dua kecamatan itu juga menambahkan bahwa ” Pertama kita itu meminta agar dibenahi jembatan Pilolalenga, Momala, Bongomeme dan Upomela,” imbuhnya.

“Perbaikan jalan baik yang ada di Pangada, Pilolalenga, Botubolowe, Duwanga, Kaliyoso, Ambara, Momala, Dulamayo sampai dengan Batuloreng, Bongohulawa, dan Kayumerah, serta Owalanga sekaligus perbaikan tanggul sungai di Kecamatan Dungaliyo,” tandasnya.

Sementara itu Kepala BWS Sulawesi II Gorontalo yang diwakili oleh Jefri Polie selaku PPK OP SDA 2 BWS Sulawesi II Gorontalo setelah usai meninjau lokasi, mengungkapkan bahwa aspirasi tersebut sudah dari awal disampaikan oleh kepala desa.

“Nah, kita turun langsung ini untuk melihat aspirasi titik-titik yang bisa kontribusi dari balai. Terutama perbaikan untuk tanggul tanah yang mengancam daerah irigasi lahan petani,” Jelasnya.