BWS Sumatera I Bangun 13 Jaringan Irigasi Air Tanah Baru Sepanjang Tahun 2025, Luas Tanam Meningkat 16%
Berita Balai •
Aceh, 21/4 — Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air. Pada tahun 2025, BWS Sumatera I telah membangun sebanyak 13 titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang tersebar di beberapa kabupaten di Provinsi Aceh. Pembangunan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan air irigasi, khususnya pada daerah yang rawan kekeringan. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian secara berkelanjutan.
Sebaran pembangunan JIAT meliputi enam titik di Kabupaten Aceh Barat, satu titik di Aceh Barat Daya, satu titik di Aceh Selatan, tiga titik di Aceh Besar, serta dua titik di Aceh Utara. Setiap lokasi dipilih berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta potensi lahan yang dapat dikembangkan. Dengan pemerataan pembangunan ini, manfaat irigasi diharapkan dapat dirasakan secara luas oleh para petani. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat layanan air baku untuk pertanian.
Sistem yang digunakan dalam JIAT ini adalah sumur bor yang mampu mengakses sumber air tanah secara optimal. Teknologi ini dinilai efektif untuk menjaga ketersediaan air sepanjang tahun, terutama saat musim kemarau. Dengan dukungan sistem pompa dan jaringan distribusi, air dapat dialirkan langsung ke lahan pertanian. Penggunaan sumur bor ini juga relatif efisien dan mudah dalam pengoperasian serta pemeliharaannya oleh masyarakat.
Setiap satu titik JIAT mampu mengairi lahan pertanian seluas 20 hingga 30 hektare. Dengan total 13 titik yang telah dibangun, cakupan layanan irigasi mengalami peningkatan signifikan. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan luas area tanam hingga mencapai 16 persen dibandingkan sebelumnya. Para petani kini memiliki kepastian pasokan air yang lebih baik untuk mendukung intensitas tanam.
Melalui pembangunan ini, BWS Sumatera I berharap dapat terus mendorong peningkatan produksi pertanian di wilayah Aceh. Infrastruktur irigasi yang andal menjadi kunci dalam mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan petani. Ke depan, pembangunan serupa akan terus dilanjutkan secara bertahap sesuai kebutuhan daerah. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air.
Berita
Batu Gajah atau Mangrove: Mana yang Lebih Efektif untuk Pengaman Pantai?
Perubahan Musim Tak Menentu, Bendungan Menjaga Kehidupan
Hulu Rusak, Hilir Terancam: Kenapa Tambang dan Penebangan Liar Bisa Memicu Bencana?
BWS Sumatera I Turut Dampingi Kunjungan Kerja Anggota Komisi V DPR RI ke Lokasi Rencana Pembangunan SPAM Aceh Besar
Pohon Penahan Abrasi, Solusi Alami Menjaga Pesisir Pantai
DPRD Aceh Barat dan BWS Sumatera I Perkuat Koordinasi Pembangunan Irigasi dan Infrastruktur SDA