Peninjauan Lokasi Sabo Dam di Bener Meriah Perkuat Upaya Mitigasi Bencana

Pembangunan Nasional

Kepala BWS Sumatera I mendampingi Direktur Sungai dan Pantai serta Tim Balai Teknik Sabo untuk meninjau sungai di Bener Meriah
Kepala BWS Sumatera I mendampingi Direktur Sungai dan Pantai serta Tim Balai Teknik Sabo untuk meninjau sungai di Bener Meriah

Bener Meriah, 12 Juli 2026 – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I mendampingi Direktur Sungai dan Pantai bersama Tim Balai Teknik Sabo dalam kegiatan peninjauan lokasi rencana pembangunan sabo dam di Sungai Alue Kulus dan Sungai Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi lapangan serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan sedimen pada kedua sungai tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan perencanaan infrastruktur pengendali sedimen guna mendukung pengurangan risiko bencana di kawasan rawan. Turut hadir jajaran teknis yang melakukan identifikasi kondisi morfologi sungai dan potensi ancaman aliran debris.

Direktur Sungai dan Pantai menegaskan bahwa perencanaan pembangunan sabo dam harus didasarkan pada hasil kajian teknis yang komprehensif agar mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat. Peninjauan lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan lokasi yang dipilih sesuai dengan karakteristik daerah aliran sungai serta kebutuhan penanganan sedimen. Sinergi antara Direktorat Sungai dan Pantai, Balai Teknik Sabo, dan BWS Sumatera I diharapkan dapat mempercepat penyusunan rencana penanganan yang efektif dan berkelanjutan.

Sabo dam merupakan bangunan pengendali sedimen yang dibangun di alur sungai, terutama pada kawasan hulu yang memiliki potensi longsor, erosi, maupun aliran material vulkanik dan debris. Bangunan ini berfungsi menahan, mengendalikan, dan mengurangi laju sedimen, batu, serta material lainnya agar tidak terbawa ke bagian hilir sungai. Dengan demikian, risiko pendangkalan sungai, kerusakan infrastruktur, dan banjir akibat material sedimen dapat diminimalkan.

Selain mengendalikan sedimen, sabo dam juga berperan dalam menstabilkan dasar sungai dan mengurangi energi aliran saat terjadi hujan berintensitas tinggi. Infrastruktur ini menjadi salah satu bentuk mitigasi struktural yang efektif untuk mengurangi dampak bencana banjir bandang maupun aliran debris di wilayah yang memiliki topografi pegunungan. Keberadaan sabo dam diharapkan mampu meningkatkan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi sungai.

Melalui peninjauan ini, diharapkan rencana pembangunan sabo dam di Sungai Alue Kulus dan Sungai Enang-Enang dapat segera ditindaklanjuti sesuai hasil kajian teknis yang telah dilakukan. Infrastruktur pengendali sedimen tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi sekaligus melindungi permukiman, lahan produktif, dan infrastruktur publik di Kabupaten Bener Meriah. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.


Berita

berita/aa803984-b1ce-417e-9c4a-7dcc7cac94ae/1786326680.jpg

Sosialisasi Kementerian PU Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Kelola Sampah Berkelanjutan

berita/1e5a193d-c6fd-4593-8759-212fb380f1c9/1786326299.jpg

Dua Pegawai BWS Sumatera I Torehkan Prestasi di Orientasi PPPK Angkatan VIII 2026

berita/c09fdaa8-4fbf-4321-8450-11241a8566e2/1786334739.jpg

BWS Sumatera I Turut Andil Perkuat Kompetensi Tenaga Konstruksi, Program Padat Karya Digelar di Aceh Besar

berita/bcdfc0f5-c901-436a-bd05-cf63f87f53d8/1786093262.jpg

BWS Sumatera I Bersinergi Percepat Rehabilitasi Demi Pemulihan Masyarakat Aceh Barat

berita/b17f1306-9b31-4275-8ff1-bd63c2f696ba/1786093108.jpg

BWS Sumatera I Hadir Menguatkan Langkah Pemulihan Irigasi Demi Kebangkitan Pertanian Aceh

berita/d497ebe5-c1cb-41ce-b753-d5786d2d1ebc/1786090312.png

Semangat Kemerdekaan, Gerakan Irigasi Bersih Hadirkan Harapan Baru bagi Petani Aceh Besar