Kabupaten Bintan, (09/06/2026). Berdasarkan informasi iklim dari BMKG, terdapat kecenderungan penurunan curah hujan di wilayah Kepulauan Riau hingga September 2026 akibat pengaruh fenomena El Niño. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, khususnya pada Daerah Irigasi (DI) Bintan Buyu yang saat ini menjadi lokasi Pilot Project Pengembangan dan Pengelolaan Daerah Irigasi sebagai Kawasan Percontohan Pertanian Berkelanjutan, serta pada daerah irigasi lainnya di Provinsi Kepulauan Riau.
Sebagai langkah antisipasi, diperlukan upaya nyata dan terintegrasi untuk menghadapi potensi kekeringan, antara lain melalui pemantauan ketersediaan air secara berkala, penyediaan pompa irigasi, optimalisasi pemanfaatan long storage dan sumber air yang tersedia, serta penerapan pola operasi irigasi Intermitten sesuai prinsip Alternate Wetting and Drying (AWD) guna meningkatkan efisiensi penggunaan air tanpa mengurangi produktivitas pertanian.
Selain itu, penguatan koordinasi dan sinergi antara BWS Sumatera IV Batam, BMKG, BRMP Kepulauan Riau, Pemerintah Daerah, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), serta para pemangku kepentingan terkait menjadi kunci dalam memastikan langkah-langkah mitigasi dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Melalui kesiapsiagaan, kolaborasi, dan pengelolaan air yang adaptif sejak dini, diharapkan ketersediaan air irigasi tetap terjaga, produktivitas pertanian dapat dipertahankan, serta keberhasilan Pilot Project DI Bintan Buyu dapat menjadi model pengelolaan irigasi yang tangguh terhadap perubahan iklim dan dapat direplikasi pada daerah irigasi lainnya di Kepulauan Riau
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#MengelolaAirUntukNegeri
#IrigasiUntukSwasembadaPangan
#bwssumateraivbatam
