Kabupaten Bintan, (26/06/2026). Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam melakukan monitoring terhadap kondisi Waduk Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, sebagai langkah antisipatif dalam menjaga ketersediaan air baku bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan, terjadi penurunan level muka air waduk pada Juni 2026 dibandingkan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan dan pemakaian air oleh masyarakat yang dilayani oleh waduk tersebut.

Peningkatan jumlah Sambungan Rumah (SR) dari sekitar 1.800 KK pada tahun 2025 menjadi 2.300 KK pada tahun 2026 menyebabkan kebutuhan air baku meningkat secara signifikan. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya pemanfaatan tampungan dan turut memengaruhi penyusutan debit air baku yang tersedia.

BWS Sumatera IV Batam turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi tampungan waduk, elevasi muka air, serta faktor-faktor yang memengaruhi ketersediaan air, termasuk kondisi cuaca dan curah hujan di daerah tangkapan air (catchment area). Monitoring ini dilakukan sebagai langkah awal dalam mengidentifikasi tingkat risiko kekeringan dan menyiapkan strategi pengelolaan sumber daya air yang tepat.

Selain itu, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bintan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Bintan dan dan para pemangku kepentingan terkait, guna menyusun langkah-langkah pengelolaan yang adaptif, termasuk upaya efisiensi penggunaan air dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya air yang tersedia.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, BWS Sumatera IV Batam juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air serta mendukung upaya konservasi sumber daya air. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi kondisi musim kemarau dan menjaga keberlanjutan ketersediaan air baku.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#MengelolaAirUntukNegeri
#bwssumateraivbatam

https://www.instagram.com/p/DaFIt94E921/?img_index=1
 


Friday , 26 June 2026 Humas Berita Umum