Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Arnold A.P. Ritiauw, dan Chief Representative Korea Rural Community Corporation Indonesia Office, Oh Young In, secara resmi menandatangani Record of Discussion (RoD) pada Senin (29/06) di Jakarta. Penandatanganan dokumen kerja sama strategis ini menjadi tonggak sejarah dimulainya langkah nyata kolaborasi antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dengan Pemerintah Korea Selatan dalam upaya memperkuat infrastruktur vital nasional secara komprehensif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerangka hibah Establishment of Dam Safety Management System (EDSMS) in Indonesia. Program inovatif ini dirancang khusus sebagai solusi jangka panjang untuk menjawab berbagai tantangan kompleks dalam pengelolaan dan keamanan bendungan di Indonesia, dengan target implementasi berkelanjutan yang diproyeksikan hingga tahun 2030. Melalui inisiatif EDSMS, kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk mentransformasi sistem manajemen keselamatan bendungan menjadi lebih modern, terintegrasi, dan efisien demi menjamin keberlanjutan fungsi bendungan sebagai penyedia air utama bagi sektor pertanian serta pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Arnold A.P. Ritiauw menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya fokus pada peningkatan sistem dan infrastruktur fisik semata, namun juga bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan serta kualitas sumber daya manusia. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan sistem pemantauan berbasis data yang lebih akurat guna mendukung proses pengambilan keputusan yang tepat waktu dan efektif.
Joo Hyang selaku Deputy Director for International Agricultural and Food Development Cooperation Center of Global Project Office, Korea Rural Community Corporation menyatakan apresiasinya atas partisipasi aktif Ditjen SDA dalam kolaborasi ini.
“Kami (KRC) sudah berada di Indonesia sejak tahun 1976 dengan fokus pada project luar negeri salah satunya bendungan. Hingga saat ini saya berpendapat Ditjen SDA sudah berpartisipasi dengan baik, saya berharap partisipasi yang sama kedepannya agar project ini berjalan dengan lancar.” ujar .
Acara penandatanganan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi pratama di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, antara lain Plt. Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air Gatut Bayuadji, Plt. Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air Dwi Agus Kuncoro, serta Plt. Direktur Bendungan dan Danau Slamet Lestari.
- Kompu SDA