Gelaran Lomba Karya Ilmiah (LKI) bidang Sumber Daya Air (SDA) untuk Siswa/i SMA/SMK/MA Tingkat Nasional tahun 2026 telah selesai dilaksanakan. Lomba dengan yang mengangkat tema Tantangan Perubahan Iklim dalam Pengelolaan Sumber Daya Air di Indonesia ini dilaksanakan dalam rangka Hari Air Dunia ke-34.

Pencapaian Visi Indonesia Maju 2045 sangat bergantung pada optimalisasi manajemen sumber daya air. Terwujudnya Indonesia sebagai negara maju mensyaratkan adanya infrastruktur bidang sumber daya air yang bermutu, pemerataan akses terhadap air bersih, serta sistem pengelolaan air yang berkelanjutan sebagai pilar utamanya. Upaya pengelolaan ini menitikberatkan pada aspek kualitas, keterjangkauan, serta ketersediaan yang konsisten guna menjamin kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Adik-adik ini adalah generasi yang akan mewarisi Indonesia di tahun 2045. Jadilah agen perubahan yang terus berinovasi, berkreasi, dan berkontribusi dalam pelestarian sumber daya air yang menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Peran aktif pemuda sangat krusial dalam membawa perubahan paradigma mengenai pentingnya menjaga siklus air di tengah tantangan global yang semakin kompleks”, ujar Plh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Adenan Rasyid saat memberikan sambutan dalam Final Lomba Karya Ilmiah Bidang Sumber Daya Air ke XIX Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (30/04).

Sebagai agenda rutin dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Lomba Karya Ilmiah tingkat nasional bagi siswa/i SMA/SMK/MA ini bertujuan untuk melahirkan generasi muda Indonesia yang produktif dan berprestasi. 

“Kompetisi ini menjadi wadah bagi mereka untuk menuangkan gagasan kreatif dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, sekaligus mengasah kemampuan intelektual agar lebih kritis dalam menghadapi berbagai persoalan air di lingkungan sekitar,” lanjut Adenan.

Tema Lomba Karya Ilmiah pada Tahun 2026 adalah Tantangan Perubahan Iklim dalam Pengelolaan Sumber Daya Air di Indonesia. Tema ini dipilih untuk merespon dampak nyata perubahan iklim seperti ketidakteraturan pola hujan dan peningkatan risiko bencana hidrometeorologi.

Dari total 560 makalah yang masuk dalam kompetisi LKI kali ini, telah terpilih 10 naskah terbaik melalui proses seleksi yang sangat ketat. Para finalis tersebut akan memaparkan karya inovatif mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari para pakar lintas instansi, yaitu: Prof. Dr. Ir. Robert M. Delinom, M.Sc. (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Prof. Robertus Wahyudi Triweko, Ph.D. (Guru Besar Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan), Prof. Dra. Barti Setiani Muntalif, DEA., Ph.D. (Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan), serta Dr. Muamar Surawidarto, S.E., MBA. (Direktorat SMA, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah).

Usai tahapan penjurian rampung, gelar juara pertama berhasil diraih oleh SMAN 4 Jayapura, disusul oleh SMAN 1 Kepulauan Selayar di posisi kedua, dan SMKN 1 Batealit yang menempati peringkat ketiga.

Adenan menyatakan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar menentukan pemenang atau mencari yang terbaik di posisi pertama. Fokus utamanya adalah menemukan sosok generasi muda yang memiliki keberanian dalam mengekspresikan gagasan dan terobosan kreatif guna mengatasi tantangan di sektor sumber daya air saat ini. Ia menekankan bahwa sebuah inovasi sederhana namun memberikan manfaat konkret bagi ekosistem lokal memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar teori yang sulit untuk direalisasikan.

Melalui momentum Hari Air Dunia ini, mari kita satukan langkah, kolaborasikan kekuatan, dan wariskan sumber daya air yang lestari untuk generasi masa depan. Mari sukseskan swasembada air untuk mewujudkan ASTA CITA menuju ketahanan pangan, air, dan energi yang berdaulat dan berkelanjutan.

 

  • Kompu SDA

Bagikan Postingan Ini