Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PU
  • 02 April 2026
blog-img-10

Posted by : kpisda_cimancis

Bayur (Pterospermum javanicum Jungh.)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Filum : Streptophyta

Kelas : Equisetopsida

Subkelas : Magnoliidae

Ordo : Malvales

Famili : Malvaceae

Genus : Pterospermum

Spesies : Pterospermum javanicum Jungh.

(Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.)

Status Konservasi IUCN 

LC – Least Concern

Deskripsi

Bayur merupakan pohon yang berasal dari Indonesia (Sumatera, Jawa, dan Lombok). Pohon bayur dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 600–1.500 m dpl (Ganesan, 2020). Pohon bayur biasanya ditemukan di punggung bukit, tepi sungai, dan di tanah kapur. Pohon bayur termasuk tanaman yang intoleran terhadap cahaya (kecuali saat muda), sehingga membutuhkan cahaya matahari untuk pertumbuhannya. Selain itu, bayur menyukai daerah dengan tanah yang lembab, tidak tergenang air, tidak kering, dan beriklim basah. 

Bayur memiliki akar tunggang yang berpotensi dijadikan tanaman konservasi untuk mencegah erosi. Batang pohon bayur berkayu dan berwarna cokelat dengan permukaan kulit yang kasar. Daun bayur termasuk dalam daun tunggal, duduk daun berseling, daun bagian bawah berwarna cokelat keputihan dan berbulu, Pangkal daunnya asimetris dan ujung daun meruncing. Bunga pohon bayur memiliki diameter sekitar 10 cm, tangkai bunga pendek, berwarna kekuningan, dan tersusun dalam gugusan helaian daun mahkota bunga yang panjang dan sempit. Tipe rangkaian perhubungan bayur adalah raceme atau rasemosa, artinya bunga-bunga baru akan terus tumbuh dari bawah ke atas di sepanjang sumbu utama. Buah bayur berbentuk seperti kapsul, berwarna hijau–cokelat, dan berbulu halus yang akan hilang ketika matang. Buah bayur mengandung banyak biji dengan tipe samara atau memiliki sayap (Socfindo Conservation, t.t.).

Pohon bayur memiliki banyak manfaat, seperti pembuatan bahan bangunan, mebel, atau obat-obatan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hidayat (2014) di Taman Nasional Gunung Rinjani, pohon bayur dengan diameter 40–50 cukup sedikit dibandingkan dengan pohon berdiameter 20–30. Hal ini dapat terjadi karena banyaknya penebangan liar, baik untuk diambil kayunya atau bagian lain seperti akar dan daun.

Pustaka

Ganesan, S.K. (2020). Pterospermum javanicum. The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T61787032A61787059. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2020-1.RLTS.T61787032A61787059.en. Diakses pada 2 November 2025.

Hidayat, S. (2014). Pola Sebaran dan Asosiasi Bayur (Pterospermum javanicum Jungh.) di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 11(3), 225–237.

Royal Botanic Gardens, Kew. (t.t.). Plinia cauliflora (Mart.) Kausel. Plants of the World Online. Diambil dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:427190-1. Diakses pada 2 November 2025.

Socfindo Conservation. (t.t.). Bayur. Socfindo Conservation. Diambil dari https://www.socfindoconservation.co.id/plant/701. Diakses pada 2 November 2025.