Bisbul (Diospyros blancoi A. DC.)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingkom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Dilleniidae
Ordo : Ebenales
Famili : Ebenaceae Gürke .
Genus : Diospyros L.
Spesies : Diospyros blancoi A. DC.
(USDA, t.t.)
Status Konservasi IUCN
NE - Not Evaluated
Deskripsi
Bisbul merupakan salah satu jenis tanaman yang berasal dari Indonesia, Filipina, dan Taiwan. Tanaman ini dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 100–1.500 m dpl (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.). Keberadaan bisbul masih tersebar luas dengan populasi yang cukup banyak, meskipun demikian di beberapa daerah seperti di Filipina dan beberapa daerah di Indonesia seperti Cibinong, spesies ini dikategorikan sebagai jenis yang mulai langka karena banyak eksploitasi terhadap kayunya. Belum ada penilaian dari IUCN terhadap jenis ini, sehingga belum ada data terkait status konservasinya.
Seperti eboni yang termasuk dalam marga Diospyros, bisbul juga merupakan jenis tanaman yang selalu hijau (evergreen) dengan pertumbuhan lambat (slow growing species). Memiliki habitus pohon, bisbul dapat tumbuh menjadi pohon kecil dengan banyak cabang atau menjadi pohon tegak dengan batang yang lurus dan biasanya memiliki tinggi hingga 18 m. Bahkan terdapat pohon yang dapat hidup mencapai 33 m dan diameter batang mencapai 80 cm dengan batang kokoh, berwarna hitam, dan beralur (Morton, 1987).
Daun pohon bisbul termasuk daun tunggal bertangkai, kasar, duduk daun berseling, daun berbentuk lonjong, berukuran panjang 8–30 cm dengan lebar 2,5–12 cm, pangkal daun membulat, sedangkan ujung daunnya runcing. Daun mudanya berwarna merah muda. Permukaan daun dewasa bagian atas berwarna hijau tua mengkilap, sedangkan permukaan daun bagian bawah berwarna keperakan dan berbulu.
Bunga jantan dan betina pada bisbul dihasilkan pada pohon yang terpisah (berumah dua). Pohon ini memerlukan agen penyerbuk untuk melakukan proses pembentukan buah. Pembuahan umumnya terjadi selama musim panas dengan buah yang matang selama 2–4 bulan setelah berbunga (Trade Winds Fruit, t.t.). Buah bisbul berbentuk bulat atau agak pipih dengan panjang 5–12 cm dan lebar 8–10 cm. Kulit buahnya seperti beludru berwarna cokelat kemerahan dengan daging buah berwarna putih krem hingga kuning dan memiliki rasa manis dan wangi (National Parks Board, 2025).
Kayu pohon bisbul biasa dimanfaatkan untuk membuat furnitur, veneer, ukiran, dan bahan pembuatan alat musik. Kayunya memiliki kekerasan, kehalusan, daya tahan, dan warna cokelat disertai corak garis abu-abu yang unik. Buah bisbul dapat dikonsumsi secara langsung dan memiliki banyak kandungan nutrisi seperti serat, vitamin C, vitamin A, kalsium, fosfor, dan zat besi.
Pustaka
Morton, J. F. (1987). Fruit of Warm Climates. Florida Flair Books.
National Parks Board. (2025). Diospyros blancoi A. DC. National Parks Board. Diambil dari https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/8/2849. Diakses pada 3 November 2025.
Royal Botanic Gardens, Kew. (t.t.). Diospyros blancoi A. DC. Plants of the World Online. Diambil dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:322146-1. Diakses pada 2 November 2025.
Trade Winds Fruit. (t.t.). Velvet apple. Diambil dari https://www.tradewindsfruit.com/content/velvet-apple.htm. Diakses pada 3 November 2025/
United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Diospyros blancoi A. DC. The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/plant-profile/DIBL3. Diakses pada 2 November 2025.
















PU
