Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PU
  • 03 April 2026
blog-img-10

Posted by : kpisda_cimancis

Dewandaru (Eugenia uniflora L.)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta 

Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Subkelas : Rosidae

Ordo : Myrtales

Famili : Myrtaceae Juss.

Genus : Eugenia L.

Spesies : Eugenia uniflora L. 

(USDA, t.t.)

Status Konservasi IUCN 

LC – Least Concern

Deskripsi

Dewandaru merupakan salah satu jenis tanaman yang berasal dari Argentina, Bolivia, Brazil, Paraguay, dan Uruguay. Jenis ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah seperti Amerika, Angola, Ghana, India, Sri Lanka, Taiwan, Indonesia, dan Jepang. Dewandaru dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 1.000–1.850 m dpl (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.), suhu rata-rata 12–32 °C, curah hujan rata-rata 1.200–2.000 mm/tahun. Dewandaru termasuk tumbuhan yang cukup adaptif dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. Meskipun demikian, dewandaru menyukai lingkungan yang subur, lembab, dan mendapatkan sinar matahari penuh (Plants For A Future, t.t.).

Berhabitus pohon kecil atau semak besar, dewandaru dapat tumbuh tinggi hingga 7 m. Memiliki batang bercabang-cabang yang tumbuh di dekat tanah. Daun dewandaru muda berwarna ungu tua atau merah. Sedangkan daun yang sudah tua berwarna hijau tua, mengkilap, berbentuk oval, meruncing pada bagian ujung, dan berukuran panjang 2,5–6 cm serta lebar 1,5–3 cm (Plants For A Future, t.t.). Bunga dewandaru berukuran 1,5–2,5 cm dan berwarna putih serta tumbuh secara soliter. Kelopak bunga (sepal) berjumlah 4 dengan panjang 0,45 cm dan lebar 0,3 cm, berbentuk seperti segitiga–bulat telur, dan melengkung ke belakang. Sedangkan mahkota bunga (petal) memiliki ukuran sekitar 0,6 (panjang) dan 0,3 cm (lebar). Mahkota bunga berbentuk elips–bulat telur terbalik (melebar pada bagian ujung), juga melengkung ke belakang (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.). Buahnya berlekuk, berwarna merah, dan memiliki satu biji di dalamnya. Buah dewandaru memiliki diameter 1,5–2,5 cm. Dewandaru dapat berbuah mulai usia 3–4 tahun dan dapat berbuah beberapa kali dalam satu tahun.

Dewandaru dapat dimakan secara langsung dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan karena kandungan vitamin C yang tinggi. Buah yang belum masak juga dapat digunakan sebagai pengganti acar dan campuran saus karena rasanya yang asam. Daunnya dapat digunakan sebagai pengganti teh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Victoria et al. (2012), menunjukkan bahwa ekstrak daun dewandaru menunjukkan aktivitas antioksidan dan antimikroba terhadap bakteri dan jamur.

Pustaka

Macdonald, F. & Canteiro, C. (2021). Eugenia uniflora (amended version of 2021 assessment). The IUCN Red List of Threatened Species 2021: e.T60330325A206965467. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2021-3.RLTS.T60330325A206965467.en. Diakses pada 1 November 2025.

Plant For A Future. (t.t.). Eugenia uniflora L. Plant For A Future. Diambil dari https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Eugenia+uniflora. Diakses pada 1 November 2025.

Royal Botanic Gardens, Kew. (t.t.). Eugenia uniflora L. Plants of the World Online. Diambil dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:596263-1. Diakses pada 1 November 2025.

United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Eugenia uniflora L. In The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/plant-profile/EUUN2. Diakses pada 1 November 2025.

Victoria, F. N., Lenardão, E. J., Savegnago, L., Perin, G., Jacob, R. G., Alves, D., da Silva, W. P., da Motta, A. S., & Nascente, P. (2012). Essential oil of the leaves of Eugenia uniflora L.: antioxidant and antimicrobial properties. Food and chemical toxicology, 50(8), 2668-2674.