Jakaranda (Jacaranda mimosifolia D. Don)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Asteridae
Ordo : Scrophularies
Famili : Bignoniaceae Juss.
Genus : Jacaranda Juss.
Spesies : Jacaranda mimosifolia D. Don
(USDA, t.t.)
Status Konservasi IUCN
VU – Vulnerable
Deskripsi
Jakaranda merupakan tumbuhan yang berasal dari Argentina dan Bolivia. Tumbuhan ini dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian hingga 2.600 m dpl (Hills, 2020). Jakaranda tumbuh dengan baik di tempat yang mendapat sinar matahari penuh dan jenis tanah agak berpasir dengan drainase baik dan pH sedikit asam. Jakaranda masih dapat tumbuh pada tanah liat atau lempung, namun jakaranda tidak dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang berat dengan drainase buruk (tanah yang mudah tergenang). Di habitat aslinya (iklim tropis atau subtropis hangat), yakaranda dapat tumbuh sangat cepat hingga 3 m per tahun (North Carolina State Extension, t.t.).
Berhabitus pohon, jakaranda memiliki tinggi 10–20 m dengan diameter 10–20 cm (Hills, 2020). Yakaranda memiliki kulit batang yang tipis dan berwarna abu-abu kecokelatan. Ketika muda, tekstur kulit pohonnya halus, namun seiring bertambahnya usia, kulitnya akan menjadi bersisik halus. Ranting jakaranda berwarna cokelat kemerahan muda. Daunnya termasuk daun majemuk ganda menyirip, di mana daun utama memiliki tangkai daun yang bercabang menyirip, dan di setiap cabang terdapat anak-anak daun yang tersusun menyirip. Panjang daun majemuk ini dapat mencapai 45 cm (BioNET-EAFRINET, t.t.). Cabang daunnya bisa tumbuh sepanjang 12,7 cm dengan anak-anak daun berukuran kecil, sekitar 0,6 cm, dan berwarna hijau (Gilman et al., 2019).
Jakaranda memiliki bunga berwarna ungu yang muncul serentak pada awal musim semi. Tajuknya yang berbentuk seperti vas bunga, menambah nilai estetika pada pohon, sehingga banyak digemari untuk ditanam di pinggir jalan. Buah yang dihasilkan berbentuk bulat seperti diska atau cakram dengan panjang 7,6 cm, berwarna cokelat dan berwarna cokelat (Gilman et al., 2019).
Pustaka
BioNET-EAFRINET. (t.t.). Jacaranda mimosifolia. Invasive Plants. https://keys.lucidcentral.org/keys/v3/eafrinet/weeds/key/weeds/Media/Html/Jacaranda_mimosifolia_(Jacaranda).htm. Diakses pada 12 November 2025.
Gilman, E. F., Watson, D. G., Klein, R. W., Koeser, A. K., Hilbert, D. R., & McLean, D. C. (2019). Jacaranda mimosifolia: Jacaranda. UF/IFAS. https://edis.ifas.ufl.edu/publication/ST317. Diakses pada 12 November 2025.
Hills, R. (2020). Jacaranda mimosifolia. The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T32027A68135641. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T32027A68135641.en Diakses pada 12 November 2025.
North Carolina State Extension. (t.t.). Jacaranda mimosifolia. North Carolina Extension Gardener Plant Toolbox. Diambil dari https://plants.ces.ncsu.edu/plants/jacaranda-mimosifolia/. Diakses pada 12 November 2025.
United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Jacaranda mimosifolia D. Don. Dalam The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/plant-profile/JAMI. Diakses pada 12 November 2025.
















PU
