Kemenyan (Styrax benzoin Dryand.)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Dilleniidae
Ordo : Ebenales
Famili : Styracaceae DC. & Spreng.
Genus : Styrax L.
Spesies : Styrax benzoin Dryand.
(USDA, t.t.)
Status Konservasi IUCN
LC – Least Concern
Deskripsi
Kemenyan merupakan tanaman yang berasal dari Indonesia (Jawa, Kalimantan, dan Sumatera), Laos, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Pohon kemenyan dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 10–1.500 m dpl (de Kok, 2024). Pohon kemenyan memiliki habitat di hutan primer campuran (spesies yang heterogen) dan hutan yang pernah mengalami campur tangan manusia. Pada literatur lain menyebutkan pohon kemenyan tumbuh dengan baik di tempat yang subur dengan ketinggian 100–1.600 mdpl (National Parks Board, 2021).
Pohon kemenyan dapat tumbuh tinggi mencapai 34 m dengan akar banir kecil. Perlukaan pada kulit kayunya akan memicu keluarnya getah yang memiliki aroma harum. Daun pohon kemenyan memiliki tangkai, bentuk daun bulat telur hingga lonjong atau lanset. Daunnya memiliki panjang 6–20 cm dan lebar 2–9 cm. Permukaan daun bagian bawah tertutup oleh rambut halus berwarna putih. Tunas bunga kemenyan memiliki panjang 13–20 cm yang tumbuh pada bagian ujung ranting atau ketiak daun. Setiap tunas bunga akan menghasilkan bunga bertangkai, berwarna putih, dan berbau harum. Buah kemenyan termasuk buah yang tidak pecah saat matang (indehiscent). Buahnya berbentuk pipih dengan lebar 2–3,8 cm. Setiap buah kemenyan mengandung 1 atau 2 biji di dalamnya. Biji kemenyan berwarna cokelat pucat atau kusam dengan ukuran 1,5–2 cm.
Kemenyan dapat dimanfaatkan sebagai sarana dalam upacara adat. Kemenyan dibakar dalam ritual pemanggilan arwah, seperti yang dilakukan masyarakat Desa Sugiharjo Kecamatan Batang Kuis (Kustioro & Mailin, 2023). Di PakPak Bharat, masyarakat menggunakan kemenyan yang telah dibakar sebagai obat tradisional untuk mengobati luka terbuka, gatal, atau luka karena terkena benda tajam (Harahap, 2019).
Pustaka
de Kok, R. (2024). Styrax benzoin. The IUCN Red List of Threatened Species 2024: e.T160993469A213399106. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2024-1.RLTS.T160993469A213399106.en. Diakses pada 6 November 2025.
Harahap, M. I. M. (2019). Pengalaman Masyarakat Pakpak Bharat Merawat Luka Menggunakan Kemenyan. Jurnal Maternitas Kebidanan, 4(2), 62–72.
Kustioro, K. Y., & Mailin, M. (2023). Nilai-nilai Sosial dalam Tradisi Bakar Kemenyan Pada Masyarakat Desa Sugiharjo Kecamatan Batang Kuis. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 6(3), 426–439.
National Parks Board. (2021). Styrax benzoin Dryand. National Parks Board. Diambil dari https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/4/7/4752. Diakses pada 6 November 2025.
United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Styrax benzoin Dryand. Dalam The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/plant-profile/STBE4. Diakses pada 6 November 2025.
















PU
