Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PU
  • 03 April 2026
blog-img-10

Posted by : kpisda_cimancis

Kepuh (Sterculia foetida L.)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta 

Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Subkelas : Dilleniidae

Ordo : Malvales

Famili : Sterculiaceae Vent.

Genus : Sterculia L.

Spesies : Sterculia foetida L. 

(USDA, t.t.)

Status Konservasi IUCN 

LC – Least Concern

Deskripsi

Kepuh adalah salah satu tanaman berhabitus pohon yang berasal dari Bangladesh, India, Sri Lanka, Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.).  Kepuh dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 0–400 m dpl, suhu tahunan 18–32 °C, curah hujan rata-rata 1.100–1.800 mm/tahun, dan mendapatkan sinar matahari penuh. Kepuh dapat tumbuh subur pada tanah dengan solum dalam, lembab, drainase yang baik, dan pH 6–7,5. 

Kepuh dapat tumbuh tinggi mencapai 40 m. Kepuh memiliki cabang yang tumbuh mendatar dan berkumpul pada ketinggian yang cenderung sama, dan bertingkat-tingkat (Sentana, 2016). Kepuh memiliki daun majemuk yang menjari, bertangkai, dan berkumpul di ujung ranting. Jumlah anak daun 7–9 dengan helaian berbentuk jorong lonjong dan memiliki bagian daun serta pangkal yang meruncing. Bunga kepuh termasuk dalam bunga majemuk dengan tipe perbungaan malai yang terletak dekat ujung ranting. Bunganya berwarna kuning keabu-abuan atau hijau pudar dan berubah menjadi merah atau jingga saat tua. Bunganya memiliki 5 kelopak dan mengeluarkan bau yang tidak sedap untuk memikat serangga agar melakukan penyerbukan. Buah kepuh berkumpul dalam karangan seperti bintang, berbentuk seperti bumbung besar, lonjong gemuk, memiliki kulit yang tebal, dan berwarna merah terang (Socfindo Conservation, t.t.).

Daun kepuh dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena mengandung Sterculic acid (53%) yang berpotensi dijadikan sebagai anti-inflamasi, anti-diabetes, dan anti-obesitas (Kavitha et al., 2015).

Pustaka

de Kok, R. 2024. Sterculia foetida. The IUCN Red List of Threatened Species 2024: e.T198991191A203234841. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2024-1.RLTS.T198991191A203234841.en. Diakses pada 1 November 2025.

Kavitha, M., Vadivu, R., & Radha, R. (2015). A Review on Sterculia foetida Linn. Research Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 7(4), 23–244.

Royal Botanic Gardens, Kew. (t.t.). Sterculia foetida L. Plants of the World Online. Diambil dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:825227-1. Diakses pada 1 November 2025.

Sentana, D. N. (2016). Kepuh. Biodiversity Warriors. Diambil dari https://biodiversitywarriors.kehati.or.id/artikel/kepuh-2/. Diakses pada 1 November 2025.  

Socfindo Conservation. (t.t.). Sterculia foetida L. Diambil dari https://www.socfindoconservation.co.id/plant/592. Diakses pada 1 November 2025. 

United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Sterculia foetida L. In The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/plant-profile/STFO2. Diakses pada 1 November 2025.