Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PU
  • 02 April 2026
blog-img-10

Posted by : kpisda_cimancis

Mangga (Mangifera indica L.)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Subkelas : Rosidae

Ordo : Sapindales

Famili : Anacardiaceae

Genus : Mangifera L.

Spesies : Mangifera indica L.

(USDA)

Status Konservasi IUCN

DD - Data Deficient

Deskripsi

Mangga merupakan salah satu jenis tanaman berbuah yang berasal dari Assam, Belize, China, Myanmar, dan Thailand. Tanaman ini kemudian menyebar dan dibudidayakan di berbagai negara seperti Angola, Bangladesh, Brazil, Kamboja, Kolombia, Kuba, Guatemala, Indonesia, Malaysia, Meksiko, Sri Lanka, Taiwan, dan Venezuela (Kew). Pohon mangga dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 0 - 2.850 mdpl (Kew), suhu udara 24 - 30 °C, dan curah hujan 600 - 1.500 mm/tahun serta pH tanah 6 - 7 (PFAF). Pohon mangga dapat memiliki tinggi 10 m hingga 40 m dengan tajuk berbentuk bulat dan kulit batang pecah-pecah berwarna coklat keabu-abuan (Kew). Memiliki daun tunggal dengan panjang tangkai daun 2,0 - 4,5 cm dan biasanya berwarna kemerahan kemudian berubah menjadi hijau tua. Helai daun berbentuk lonjong atau lonjong-lanset dengan panjang 8 - 40 cm dan lebar 2 - 10 cm. Pohon mangga memiliki bunga majemuk dengan tipe perbungaan malai, berada di ujung tangkai daun (terminal) dengan panjang 10 - 60 cm, dan berwarna merah. Kelopak bunga sebanyak 5, panjang 2,0 - 2,5 mm, lebar 1,0 - 1,5 cm, dan memiliki warna hijau dengan pinggiran keputihan atau hijau kekuningan. Mahkota bunga berjumlah 5 dengan panjang 3 - 5 mm dan lebar 1,0 - 1,5 mm, memiliki warna krem kemudian menjadi merah muda. Benang sari memiliki panjang 4 - 5 mm, berwarna merah muda dan menjadi ungu ketika mekar. Putik berbentuk bulat dengan panjang 1,5 mm dan tangkai putik sepanjang 2 mm. Buah mangga memiliki bentuk bulat hingga bulat telur-lonjong dengan panjang 8 - 30 cm dan lebar 7 - 12 cm, berwarna hijau sampai kuning atau merah (Kew). Buah mangga dapat dikonsumsi langsung atau dibuat menjadi berbagai macam olahan makanan. Daun muda dari pohon mangga juga dapat dikonsumsi sebagai sayur. Daun mangga bersifat astringen dan odontalgik. Ekstraknya diminum untuk menurunkan tekanan darah dan digunakan dalam pengobatan penyakit asma, batuk, dan diabetes. Daunnya juga dapat digunakan sebagai obat kumur untuk mengatasi masalah mulut dan gigi. Bunganya dipercaya sebagai pengusir nyamuk. Kayu pohon mangga dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi, furniture, pertukangan, lantai, kotak, dan peti. Biji buah mangga yang dipanggang bersifat astringen dan anti diare serta dapat digunakan sebagai obat cacing, diare, dan wasir. Biji yang dihaluskan dapat dijadikan teh untuk mengobati disentri. Selain itu, biji yang telah digiling juga dimanfaatkan untuk mengobati serangan kalajengking. Kulit kayu pohon mangga bersifat astringen, homeostasis, dan antirematik yang dapat digunakan dalam pengobatan pendarahan, diare, dan tenggorokan (PFAF).

Pustaka

Plants for A Future (PFAF)

https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Mangifera+indica 

Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew)

https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:69913-1/general-information 

The International Union for Conservation of Nature (IUCN)

https://www.iucnredlist.org/species/31389/67735735 

United States Department of Agriculture (USDA)

https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=MAIN3