Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PU
  • 05 April 2026
blog-img-10

Posted by : kpisda_cimancis

Miracle (Synsepalum dulcificum (Schumach. & Thonn.) Daniell)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta 

Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Subkelas : Dilleniidae

Ordo : Sapotaceae Juss.

Famili : Synsepalum (A. DC.) Daniell

Genus : Intsia Thouars

Spesies : Synsepalum dulcificum (Schumach. & Thonn.) Daniell 

(USDA, t.t.)

Status Konservasi IUCN 

LC – Least Concern

Deskripsi

Miracle merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki sebaran alam di wilayah Afrika Tropis Barat dan bagian Barat–Tengah. Miracle tumbuh sebagai perdu atau pohon kecil di wilayah bioma tropis basah (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.). Miracle memiliki berbagai sebutan lain seperti Miracle Berry, Miraculous Berry, Flavour Berry, Fruit Miraculeux, dan Fruit Milagroso.

Miracle dapat tumbuh tinggi mencapai 6 m di habitat aslinya, namun biasanya memiliki tinggi yang lebih rendah ketika dibudidayakan (National Parks Board, 2022). Miracle memiliki daun yang tersusun berselang-seling dengan tangkai daun yang pendek, termasuk daun tunggal, memiliki tepi daun yang rata, dan daunnya menggerombol di dekat ujung ranting kecil. Miracle memiliki helaian daun berbentuk bulat telur terbalik hingga lanset terbalik (lebih lebar pada bagian ujung). Daunnya memiliki panjang 5–10 cm dan lebar 1,5–4 cm. Permukaan daun bagian bawah licin dan tidak berbulu. Daunnya memiliki sekitar 8 pasang tulang daun sekunder (Jensen, 1999).

Bunga miracle termasuk bunga tunggal, namun terkumpul dalam kelompok kecil di ketiak daun dan hampir tidak bertangkai. Kelopak bunga berbentuk tabung dengan 4–5 lobus (lekukan bagian yang menonjol) dan memiliki alur. Mahkota bunga berbentuk tabung dengan 4–5 lobus berwarna cokelat. Bunganya memiliki 4–5 benang sari dan memiliki putik dengan kepala putik tidak mencolok (kecil dan tersembunyi). Buah yang dihasilkan bertipe buah buni berbentuk oval atau elips yang berisi satu biji. Panjang buah sekitar 1,5–1,8 cm dan berwarna merah tua saat matang dengan daging buah berwarna merah muda keputihan. Bijinya berukuran besar dan dilapisi oleh kulit luar biji yang keras dan mengkilap (Jensen, 1999).

Buah miracle memiliki rasa asam-manis dan dapat langsung dikonsumsi manusia. Rasa manis tersebut dapat bertahan selama kurang lebih 2 jam, sehingga makanan lain yang terasa asam atau pahit akan terasa manis dalam kurun waktu tersebut. Buah miracle juga dapat digunakan untuk memberikan rasa manis terhadap minuman fermentasi tradisional seperti tuak atau nira. Selain buahnya, ranting miracle juga dimanfaatkan sebagai alat pengunyah yang berfungsi seperti siwak (sikat gigi alami). Kayunya juga dapat digunakan sebagai kayu bakar (Jansen, 1999).

Pustaka

Botanic Gardens Conservation International (BGCI) & IUCN SSC Global Tree Specialist Group. (2019). Synsepalum dulcificum. The IUCN Red List of Threatened Species 2019: e.T87719610A147296202. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T87719610A147296202.en. Diakses pada 9 November 2025.

Jansen, P. C. M. (1999). Synsepalum dulcificum (Schum. & Thonner) Baillon. Dalam C. C. de Guzman & J. S. Siemonsma. (Eds.), Plant Resources of South-East Asia No 13: Spices. PROSEA Foundation, Bogor, Indonesia. Database record: prota4u.org/prosea.

National Parks Board. (2022). Synsepalum dulcificum (Schumach. & Thonn.) Daniell. National Parks Board. Diambil dari https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/3/1/3152. Diakses pada 9 November 2025.

Royal Botanic Gardens, Kew. (t.t.). Synsepalum dulcificum (Schumach. & Thonn.) Daniell. Plants of the World Online. Diambil dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:789924-1. Diakses pada 9 November 2025.

United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Synsepalum dulcificum (Schumach. & Thonn.) Daniell. Dalam The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/plant-profile/SYDU. Diakses pada 9 November 2025.