Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PU
  • 05 April 2026
blog-img-10

Posted by : kpisda_cimancis

Nagasari (Mesua ferrea L.)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Filum : Streptophyta

Kelas : Equisetopsida

Subkelas : Magnoliidae

Ordo : Malpighiales

Famili : Calophyllaceae

Genus : Mesua

Spesies : Mesua ferrea L.

(Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.)

Status Konservasi IUCN 

VU – Vulnerable

Deskripsi

Nagasari merupakan salah satu jenis tanaman yang berasal dari wilayah Indo-China hingga Malaysia dan Indonesia. Habitat nagasari adalah di hutan hujan primer pada ketinggian 100–1.200 m dpl (Amitha Bachan & Devika, 2024). Kayu nagasari memiliki kekuatan dan ketahanan yang baik, sehingga cocok digunakan dalam keperluan konstruksi seperti bantalan rel kereta api dan pembuatan kapal (National Parks Board, 2025).

Nagasari memiliki habitus sebagai pohon. Pohon ini dapat tumbuh tinggi mencapai 30 m, namun biasanya memiliki tinggi lebih rendah ketika dibudidayakan. Batang utama pohon nagasari tumbuh lurus (monopodial). Tinggi batang bebas cabang dapat mencapai 20 m dengan diameter 65 cm (Chua, 1995). Bagian atas pohon (tajuk) berbentuk mengerucut dan rapat. Pohon nagasari yang tumbuh di ruang terbuka cenderung memiliki cabang-cabang yang tumbuh dan merunduk hingga menyentuh tanah sehingga batang utamanya tidak terlihat. Pada bagian pangkal batang, terdapat sedikit akar banir untuk menopang pohon. Kulit batangnya berwarna abu-abu hingga cokelat kemerahan dengan permukaannya memiliki celah-celah dangkal dan cenderung mengelupas dalam potongan besar yang tidak beraturan. Jika dilukai, kulit batang nagasari dapat mengeluarkan getah berwarna putih yang memiliki aroma harum (National Parks Board, 2025).

Daun nagasari tumbuh menggantung lemas (pendulous). Daun nagasari berbentuk memanjang (lanset) seperti garis. Daun mudanya berwarna merah keunguan dan menggantung lemas dalam bentuk jumbai-jumbai. Daunnya kemudian berubah warna menjadi merah muda kekuningan dan akhirnya berwarna hijau saat dewasa. Daun dewasa berwarna hijau gelap pada bagian atas, sedangkan bagian bawah berwarna keputihan karena terdapat lapisan lilin. Bunga nagasari termasuk bunga tunggal berukuran besar, diameter 9 cm, dan sangat mencolok (mudah terlihat). Bunganya memiliki 4 mahkota berwarna putih dan berdaging. Di bagian tengah bunga, terdapat benang sari yang berwarna jingga seperti serabut (filamen). Bunganya mengeluarkan aroma harum untuk memikat serangga penyerbuk. Bunga nagasari hanya mekar selama satu hari, namun ketika layu bunga tersebut masih tetap bertahan di pohon selama beberapa hari. Buah yang dihasilkan berbentuk bulat telur atau oval dan akan pecah saat matang untuk melepaskan bijinya. Kelopak bunga yang menempel di pangkal buah berubah menjadi keras seperti kayu dan tetap menempel pada bagian pangkal buah. Buah nagasari berwarna hijau mudah ketika muda dan berubah menjadi cokelat ketika matang dan kering. Biji yang dihasilkan berwarna cokelat dengan bentuk tidak beraturan. Dalam satu buah biasanya terdapat 1–4 biji (National Parks Board, 2025).

 

Pustaka

Amitha Bachan, K. H. & Devika, M. A. (2024). Mesua ferrea. The IUCN Red List of Threatened Species 2024: e.T61987931A61987933. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2024-2.RLTS.T61987931A61987933.en. Diakses pada 9 November 2025.

Chua, L. (1995). Mesua ferrea L. Dalam R. H. J. M.  Lemmens, I. Soerianegara & W. C. Wong (Eds.), Plant Resources of South-East Asia No 5(2): Timber trees; Minor commercial timbers. PROSEA Foundation, Bogor, Indonesia. Database record: prota4u.org/prosea.

National Parks Board. (2025). Mesua ferrea L. National Parks Board. Diambil dari https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/3/0/3023. Diakses pada 9 November 2025.

Royal Botanic Gardens, Kew. (t.t.). Mesua ferrea L. Plants of the World Online. Diambil dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:428832-1. Diakses pada 9 November 2025.