Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PU
  • 15 Maret 2026
blog-img-10

Posted by : kpisda_cimancis

Rasamala (Altingia excelsa Noronha)

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Subkelas : Saxifraganae

Ordo : Saxifragales

Famili : Altingiaceae

Genus : Altingia

Spesies : Altingia excelsa Noronha

(Plantamor)

Status Konservasi IUCN

LC- Least Concern

Deskripsi

Rasamala merupakan spesies yang dapat ditemukan di seluruh Asia, dari India hingga Indonesia. Persebaran jenis ii bermula dari Himalaya menuju wilayah lembab di Myanmar hingga Semenanjung Malaysia, Sumatera dan Jawa. Penyebaran pohon ini secara alami di wilayah Indonesia meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, bengkulu hingga Jawa Barat.

Rasamala memiliki habitat di kawasan hutan hujan tropis serta pegunungan/ bukit lembab. Rasamala tergolong spesies pionir dan dianggap dominan di hutan alam di India. Menurut penelitian Wisnubudi (2009) tentang penggunaan strata vegetasi oleh burung, bahwa rasamala paling tinggi dimanfaatkan sebagai habitat dari 32 jenis burung. Begitu pula dalam penelitian Oktaviani (2009), pohon rasamala menjadi pohon dominan yang dipilih Owa Jawa sebagai lokasi melakukan aktivitas bersuara. Pohon rasamala akan tumbuh baik pada ketinggian sekitar 500 - 1500 m dpl di daerah-daerah yang memiliki musim kering, basah ataupun sedang. Kriteria tempat tumbuh yang dapat di tumbuhi pohon jenis ini adalah tanah vulkanik yang subur dan selalu lembab pada daerah dengan curah hujan lebih dari 100mm/bulan.

Batang pohon rasamala menjulang tinggi hingga mencapapi 60 meter dan bisa memiliki diameter hingga 80-150 cm. Tinggi bebas cabang pohon Rasamala ini mencapai 20 - 35 meter. Kulit luar yang dimiliki pohon ini berwarna coklat muda hingga kelabu merah. Kulit luar yang dimiliki memiliki karakteristik sedikit mengelupas. Kulit batangnya memiliki tebal hingga kurang lebih 1 cm, tergolong agak rapuh, licin serta keras dengan warna abu-abu hingga abu-abu kuning/ abu-abu coklat. Kulit batang yang mengelupas memiliki bentuk potongan-potongan panjang, retak-retak melintang dan tipis. Kulit bayang yang mengelupas memiliki warna merah coklat atau coklat kuning. Apabila kayu pohon ini dalam keadaan segar akan berbau seperti asam dan mengandung sedikit damar dan saat dibakar mengeluarkan bau harum

Pohon ini memiliki bentuk kanopi seperti bentuk kembang kol apabila dilihat dari kejauhan. Pohon rasamala yang masih muda memiliki tajuk yang rapat dan umumnya berbentuk piramid, sedangkan pada umur yang lebih tua menjadi gepeng dan jarang serta beberapa hari sebelum berbunga akan gundul.

Daun rasamala memiliki ciri khas yaitu tepi daun bergerigi halus serta berbentuk lonjong dengan panjang berkisar antara 6 - 12 cm dan lebar 2,5 - 5,5 cm. Daun rasamala jika diremas akan mengeluarkan bau yang khas. Rasamala berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Pohon ini memiliki buah berwarna coklat seperti kapsul dengan ukuran buah sekitar 1,2 - 2,5 cm dan terdiri dari 4 ruang. Setiap ruang pada buah terdiri dari 35 benih yang tidak dibuahi dan 1-2 benih yang telah dibuahi. Bentuk dari benih adalah pipih serta dikelilingi sayap yang memiliki bau aromatik.

Rasamala dimanfaatkan untuk konstruksi, seperti pembuatan kapal dan bantalan rel kereta api. Ada perkebunan ekstensif spesies ini untuk perdagangan kayu. Getah resi digunakan dalam pengobatan Ayurveda di India. Daunnya bisa dimakan mentah atau dimasak dan bijinya dijadikan makanan monyet dan burung. Spesies ini merupakan kayu paling berharga di Jawa Barat dan juga ditanam reboisasi di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kayunya sangat tahan lama dan dapat digunakan untuk tiang telegraf. Dapat digunakan untuk veneer. Kayunya tidak diekspor dan hanya dimanfaatkan secara lokal (IUCN).

 

Pustaka

Foresteract

https://foresteract.com/pohon-rasamala/ 

Oktaviani, R. (2009). Studi Perilaku Bersuara Owa Jawa (Hylobates Moloch Audebert, 1798) Di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Provinsi Jawa Barat.

Plantamor

https://plantamor.com/species/info/altingia/excelsa#gsc.tab=0 

The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/60761029/60761083  

Wisnubudi, G. (2009). Penggunaan strata vegetasi oleh burung di kawasan wisata Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Vis Vitalis, 2(2), 41-49.