Sawo Mentega (Pouteria campechiana (Kunth) Baehni)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Dilleniidae
Ordo : Ebenales
Famili : Sapotaceae Juss.
Genus : Pouteria Aubl.
Spesies :Pouteria campechiana (Kunth) Baehni
(USDA)
Status Konservasi IUCN
LC- Least Concern
Deskripsi
Jenis pohon ini mempunyai sebaran yang sangat luas dan populasi yang besar. Pohon sawo mentega memiliki penyebaran di dunia diantaranya Kuba, Hawai, Jamaika, Puerto Rico, Bahamas, Florida, Costa Rica, Kolombia, Guatemala, Venezuela, Filipina, Asia Tenggara, dan Indonesia. Saat ini tidak mengalami ancaman besar dan belum teridentifikasi adanya ancaman signifikan di masa depan. Oleh karena itu, spesies ini dinilai sebagai spesies yang paling tidak beresiko (IUCN).
Sawo mentega atau biasa yang dikenal dengan nama sawo ubi, alkesah dan kanistel. Sawo mentega merupakan pohon yang berukuran sedang dengan tinggi rata-rata 8 m, akan tetapi bisa mencapai tinggi 27 meter sampai 30 meter. Kulit kayu bagian luar berwarna kelabu tua, berusuk halus, mengeluarkan getah susu (lateks) apabila dilukai. Kayunya yang berwarna coklat keabu-abuan hingga kemerah-merahan bertekstur halus, kuat, keras dan berbobot sedang hingga berat.
Daun sawo ini tumbuh secara majemuk atau berkumpul di ujung ranting. Bentuk daunnya bulat telur dan memanjang. Ukuran panjangnya sekitar 6 cm sampai 25 cm dengan lebar 2,5 cm sampai 8 cm. Warna daun sawo mentega hijau dan berkilap. Tangkai daunnya berukuran 5 cm sampai 25 cm. Pohon sawo mentega juga memiliki bunga yang tumbuh di ketiak daun. Bunganya dapat tumbuh secara tunggal maupun majemuk. Kelopak bunganya berjumlah 5 helai dengan warna putih, serta mengeluarkan aroma harum.
Ukuran dan bentuk buah sawo mentega sangat bervariasi, tergantung dari kultivarnya. Kultivar yang baik akan menghasilkan ukuran buah yang lebih besar, agak lonjong dengan kulit yang berkilau. Tekstur kulitnya hampir sama seperti paprika kuning. Berat satu buahnya dapat mencapai 400 gram. Daging buahnya agak pucat dan liat. Namun kultivar yang baik memiliki tekstur yang lebih seperti cream atau mousse. Rasa dagingnya manis dan gurih, mengingatkan pada krim telur atau egg custard. Daging buah bisa terdapat 1 sampai 6 buah biji berukuran besar dan berwarna coklat. Buah sawo mentega memiliki aroma harum dan manis yang samar - samar, tidak terlalu kuat, misalnya seperti aroma pada buah mangga.
Pemanfaatan tanaman sawo mentega yang banyak dimanfaatkan bagian buahnya. Buahnya dapat dimakan langsung dan dapat diolah. Olahan buah sawo mentega dapat dijadikan seperti selai, marmalade, bahan pancake, dan tepung. Selain itu, bagian kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi bangunan. Kandungan pada buah sawo mentega diantaranya thiamine, niasin, karbohidrat, vitamin C, vitamin A, fosfor, kalsium dan lin sebagainya. Kandungan tersebut bermanfaat bagi kesehatan seperti menjaga kesehatan tulang, menjaga stamina, menjaga kesehatan mata, melancarkan sistem pencernaan, mencegah infeksi dan menurunkan risiko diabetes.
Pustaka
IPBiotics
https://ipbiotics.apps.cs.ipb.ac.id/index.php/tumbuhan/1147
Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew)
https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:209714-2
Rimba Kita
https://rimbakita.com/buah-alkesa/
The International Union for Conservation of Nature (IUCN)
https://www.iucnredlist.org/species/146704277/146779773#
United States Department of Agriculture (USDA)
https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=POCA23