RTH Hibrida Desa Kalibuntu Terapkan Konsep Flood Risk Management Berbasis Nature Based Solutions

RTH Hibrida Desa Kalibuntu Terapkan Konsep Flood Risk Management Berbasis Nature Based Solutions

18 August 2026 3 views

Ruang Terbuka Hijau (RTH) Hibrida kini hadir di Desa Kalibuntu, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, dengan menerapkan konsep Flood Risk Management berbasis Nature Based Solutions (NBS). Kehadiran ruang ini memadukan fungsi penataan lingkungan dengan pendekatan pengelolaan risiko banjir yang memanfaatkan proses alami dalam pengendalian limpasan air.

Dalam kondisi hujan dengan intensitas tinggi, area RTH dirancang untuk berperan dalam menerima, menyerap, dan menahan sebagian limpasan permukaan. Mekanisme tersebut membantu mengurangi volume air yang langsung mengalir ke jaringan drainase maupun badan air, sehingga dapat menekan potensi genangan di lingkungan sekitar. Pendekatan NBS menempatkan elemen vegetasi dan ruang terbuka sebagai bagian dari sistem pengelolaan air, bukan semata-mata sebagai elemen estetika kawasan.

Fungsi RTH Hibrida juga berkaitan dengan pengelolaan ruang di tingkat desa. Area yang sebelumnya berorientasi pada fungsi pengendalian air dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas dan interaksi sosial. Dengan demikian, satu kawasan dapat mengakomodasi kebutuhan pengelolaan limpasan sekaligus menyediakan ruang publik yang dapat digunakan oleh warga.

Penerapan Flood Risk Management melalui NBS menunjukkan bahwa penanganan risiko banjir dapat dilakukan dengan mengombinasikan fungsi hidrologis, ekologis, dan sosial dalam satu sistem ruang. Vegetasi dan permukaan terbuka memberikan kontribusi terhadap proses infiltrasi serta retensi air hujan, sementara pemanfaatan kawasan sebagai ruang publik memberikan nilai tambah bagi lingkungan permukiman Desa Kalibuntu.

Kehadiran RTH Hibrida Desa Kalibuntu menjadi bagian dari pendekatan pengelolaan sumber daya air yang mempertimbangkan karakteristik lingkungan setempat. Integrasi antara fungsi pengendalian limpasan dan pemanfaatan ruang publik memungkinkan infrastruktur sumber daya air tidak hanya dipandang dari aspek pengurangan risiko banjir, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam penggunaan ruang sehari-hari.