Inovasi Pemanfaatan Pompa Tenaga Surya dan ALSINTAN oleh BBWS Cimancis untuk Penguatan Pengelolaan Air dan Pertanian

Inovasi Pemanfaatan Pompa Tenaga Surya dan ALSINTAN oleh BBWS Cimancis untuk Penguatan Pengelolaan Air dan Pertanian

07 December 2025 39 views

BBWS Cimancis memperkenalkan inovasi pemanfaatan pompa tenaga surya sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi penanganan kekeringan dan banjir di wilayah layanan. Teknologi ini hadir dalam kapasitas 2 inch, 4 inch, dan 6 inch, yang dirancang untuk mendukung pengaliran air pada kondisi kering maupun percepatan pembuangan air pada kondisi banjir. Pemanfaatan energi surya memberikan keuntungan operasional karena tidak bergantung pada bahan bakar fosil sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan.

Secara teknis, pompa tenaga surya yang diperkenalkan BBWS Cimancis bekerja dengan memanfaatkan panel fotovoltaik untuk mengonversi cahaya matahari menjadi energi listrik yang menggerakkan pompa air. Teknologi ini mampu beroperasi pada lokasi yang sulit dijangkau jaringan listrik, sehingga sangat relevan untuk kebutuhan darurat atau lokasi pertanian terpencil. Variasi kapasitas yang diperkenalkan memungkinkan penyesuaian terhadap kebutuhan lapangan, mulai dari kebutuhan irigasi skala kecil hingga penanganan genangan dengan debit yang lebih besar.

Selain pompa tenaga surya, BBWS Cimancis juga memperkenalkan inovasi alat mesin pertanian (ALSINTAN) untuk mendukung pelaksanaan Irigasi Padi Hemat Air (IPHA). ALSINTAN ini dikembangkan untuk membantu petani dalam mengelola air secara lebih efisien, terutama pada fase kritis pertumbuhan tanaman padi. Implementasi ALSINTAN dalam IPHA mendorong penggunaan air irigasi secara terukur sehingga lahan pertanian dapat tetap produktif dengan kebutuhan air yang lebih rendah.

Manfaat dari penerapan teknologi pompa tenaga surya dan ALSINTAN ini berkaitan langsung dengan ketahanan pertanian dan pengelolaan air. Teknologi berbasis energi terbarukan dapat mengurangi biaya operasional petani, meningkatkan keandalan suplai air, serta membantu mempertahankan produksi pertanian pada musim kemarau. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, keterbatasan air merupakan salah satu penyebab utama penurunan produktivitas padi di berbagai daerah, sehingga ketersediaan teknologi yang mendukung efisiensi air menjadi kebutuhan mendesak.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan air serta Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Kehadiran Tenaga Ahli Wamentan, para petani, serta media lokal menunjukkan dukungan lintas pemangku kepentingan terhadap pemanfaatan teknologi energi terbarukan sebagai bagian dari peningkatan layanan irigasi dan penguatan produksi pertanian.

Dengan diperkenalkannya berbagai inovasi ini, BBWS Cimancis menegaskan komitmen untuk memperluas pemanfaatan teknologi pengelolaan air dan pertanian yang adaptif terhadap kondisi iklim. Harapannya, pemanfaatan pompa tenaga surya dan ALSINTAN dapat direplikasi pada wilayah lain sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan dan peningkatan efisiensi pengelolaan sumber daya air.