Suplesi Air dari Bendung Rentang Jaga Pasokan Irigasi bagi 1.003 Hektare Lahan Pertanian di Daerah Irigasi Kamun
Musim kemarau menyebabkan ketersediaan air di sejumlah daerah irigasi mulai berkurang sehingga diperlukan pengaturan distribusi yang lebih cermat. Untuk menjaga kontinuitas layanan irigasi, BBWS Cimanuk Cisanggarung mengalirkan suplesi air dari Bendung Rentang menuju Daerah Irigasi Kamun dengan debit sebesar 1.000 liter per detik. Tambahan pasokan tersebut menjadi bagian dari langkah operasi irigasi guna memenuhi kebutuhan air pada wilayah yang mengalami keterbatasan suplai.
Suplesi air tersebut dimanfaatkan untuk mengairi sekitar 1.003 hektare lahan pertanian yang tersebar di Desa Jatitujuh, Jatitengah, Jatiraga, Putridale, dan Pangkalanpari. Keberadaan tambahan debit memungkinkan jaringan irigasi tetap berfungsi sehingga kegiatan budidaya pertanian dapat berlangsung sesuai jadwal tanam meskipun curah hujan menurun.
Pengaliran air tidak hanya bergantung pada bukaan bendung, tetapi juga didukung pemantauan lapangan secara rutin. Petugas operasi melakukan pemeriksaan kondisi saluran, mengawasi bangunan pengatur, serta menyesuaikan tata gilir air berdasarkan kebutuhan di setiap daerah layanan. Pengaturan tersebut dilakukan agar debit yang tersedia dapat terdistribusi secara merata hingga ke bagian hilir jaringan irigasi.
Pelaksanaan suplesi turut melibatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A), serta para petani. Koordinasi tersebut diperlukan untuk menyusun jadwal pembagian air, menyampaikan kondisi lapangan, dan memastikan distribusi air berlangsung sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Keberhasilan pengaturan distribusi air pada musim kemarau tidak hanya ditentukan oleh kecukupan debit, tetapi juga oleh sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan jaringan irigasi. Dengan pengawasan operasi yang berlangsung secara berkesinambungan dan dukungan para pemangku kepentingan di lapangan, pasokan air menuju Daerah Irigasi Kamun tetap dapat dipertahankan sehingga aktivitas pertanian terus berjalan selama musim kemarau.