Normalisasi Daerah Irigasi Kamun Perkuat Distribusi Air bagi Lahan Pertanian di Kecamatan Jatitujuh
Menjelang dan selama musim kemarau, kapasitas jaringan irigasi menjadi faktor yang menentukan kelancaran distribusi air menuju lahan pertanian. Untuk mempertahankan fungsi tersebut, normalisasi Daerah Irigasi (DI) Kamun telah dilaksanakan sejak April 2026 sebagai bagian dari kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi yang melayani wilayah Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.
Pekerjaan difokuskan pada ruas-ruas saluran yang mengalami pendangkalan dan hambatan aliran akibat endapan sedimen maupun vegetasi. Material yang mengurangi kapasitas penampang saluran dibersihkan sehingga air dapat kembali mengalir sesuai kapasitas rencana. Penanganan ini juga mempermudah pengaturan debit pada bangunan pengatur selama periode pelayanan irigasi.
Setelah kondisi saluran dipulihkan, suplai air dari Bendung Rentang menuju Daerah Irigasi Kamun dapat dipertahankan dengan debit sekitar 1.000 liter per detik. Ketersediaan debit tersebut menjadi dasar pelaksanaan tata gilir air sehingga distribusi ke jaringan irigasi dapat berlangsung lebih tertib sesuai kebutuhan pada masing-masing daerah layanan.
Pasokan air tersebut dimanfaatkan untuk melayani sekitar 1.003 hektare lahan pertanian yang tersebar di Desa Jatitujuh, Jatitengah, Jatiraga, Putridalem, dan Pangkalanpari. Kelancaran aliran di jaringan utama memberikan kepastian pelayanan air bagi petani dalam melaksanakan pengolahan lahan maupun pemeliharaan tanaman selama musim kemarau.
Normalisasi jaringan irigasi tidak hanya memulihkan kondisi fisik saluran, tetapi juga memperkuat keandalan sistem distribusi air ketika ketersediaan debit mulai terbatas. Dengan kapasitas saluran yang kembali berfungsi sebagaimana mestinya, pengaturan operasi irigasi dapat dilakukan lebih efektif sehingga pelayanan air ke daerah irigasi Kamun tetap terjaga sepanjang musim tanam.