Bambu Apus (Gigantochloa apus (Schult. f.) Kurz ex Munro)

Bambu Apus (Gigantochloa apus (Schult. f.) Kurz ex Munro)

25 November 2025 207 views

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta 

Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Liliopsida

Subkelas : Commelinidae

Ordo : Cyperales

Famili : Poaceae Barnhat

Genus : Gigantochloa Kurz ex Munro

Spesies : Gigantochloa apus (Schult. f.) Kurz ex Munro. 

(USDA, t.t.)

Status Konservasi IUCN 

NE – Not Evaluated

Deskripsi

Bambu apus adalah salah satu jenis bambu yang berasal dari India, Indonesia China, Malaysia, Myanmar, dan Thailand. Bambu apus disebut juga sebagai bambu tali, awi tali, pring tali, pring apus, dan sebagainya. Seperti bambu lainnya, bambu apus dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah yang lembab, namun juga dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian hingga 1.500 m dpl. Bambu apus tumbuh dengan  baik pada tanah lempung atau liat. Ketika tumbuh di tanah yang cenderung kering, batangnya akan tetap mengecil.

Dalam satu tahun setelah penanaman, akan ditemukan 10–15 batang rumpun bambu yang baru tumbuh. Bambu dapat hidup bertahun-tahun sebelum berbunga. Biasanya bambu akan berbunga dalam jangka waktu 1–3 tahun sebelum biasanya mati. Bunga bambu apus tumbuh dengan daun pelindung. Bunganya mengelompok pada buku-buku batang, dalam susunan berbentuk seperti bintang, dan ditopang daun pelindung penyangga yang menyerupai sekam. Kepala sari pada bambu apus berjumlah 6, dengan panjang 9–11 mm, berwarna merah. Ujung kepala sari memiliki penghubung yang memanjang dan berambut halus. Tangkai sari bersatu membentuk tabung sepanjang seperempat dari total panjangnya. Buahnya berbentuk seperti padi dengan dinding buah yang melekat erat pada biji. Buah bambu apus berbentuk lanset, beralur di sisi halus, panjang sekitar 12 mm, dan berbulu halus di bagian ujung (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.).

Bambu biasanya diperbanyak dengan memanfaatkan rumpun baru yang tumbuh, sehingga dapat mempercepat perbanyakan. Batang bambu apus biasanya memiliki panjang hingga 20 m, sedangkan bambu lainnya memiliki tinggi beragam antara 8–30 m, diameter 4–13 cm, dan berdinding tebal hingga 15 mm dengan panjang ruas 20–60 cm (Plant For A Future, t.t.).

Bambu apus dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan alat musik seperti angklung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Masiswo et al. (2015), angklung yang dibuat dari bambu apus menghasilkan kualitas nada yang mendekati standar frekuensi nada internasional sebagai peralatan alat musik. Selain itu, bambu apus dapat digunakan sebagai produk sarana bawa karena memiliki sifat yang kokoh dan lentur. Anyaman bambu apus dapat dibuat menjadi tas tangan, tas genggam, dan dompet yang dikombinasikan dengan bahan pewarna alami sebagai perwujudan konsep eco-cardio modular bamboo bag (Anita, 2016).

Pustaka

Anita, W. (2016). PENGOLAHAN BATANG BAMBU GIGANTOCHLOA APUS MENJADI PRODUK SARANA BAWA DENGAN TAMBAHAN AKSESORIS MODULAR. CALYPTRA, 5(1), 1–13.

Masiswo, M., Mandegani, G. B., & Atika, V. (2015). Karakteristik Angklung Berbahan Bambu Apus (Gigantochloa apus). Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah, 32(1), 41–50.

Plant For A Future. (t.t.). Gigantochloa_apus - (Schult. & Schult.f.) Kurz ex Munro. Plant For A Future. Diambil dari https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Gigantochloa_apus. Diakses pada 2 November 2025.

Royal Botanic Gardens, Kew. (t.t.). Gigantochloa apus (Schult.f.) Kurz ex Munro. Plants of the World Online. Diambil dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:403988-1/general-information. Diakses pada 2 November 2025

United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Gigantochloa apus (Schult. f.) Kurz ex Munro. Dalam The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/plant-profile/GIAP. Diakses pada 2 November 2025.