Publikasi

Berita Balai

Hasil Bangunuan Saluran Irigasi Tersier P3-TGAI BBWS Cimanuk Cisanggarung Siap Mengairi Sawah Seluas 46 Hektar Di Kabupaten Kuningan
Balai Berita
18 Sep 2021

Hasil Bangunuan Saluran Irigasi Tersier P3-TGAI BBWS Cimanuk Cisanggarung Siap Mengairi Sawah Seluas 46 Hektar Di Kabupaten Kuningan

KUNINGAN - Hamparan sawah adalah salah satu pemandangan pasti di Kabupaten Kuningan. Dengan luasnya areal persawahan di Kabupaten Kuningan BBWS Cimanuk Cisanggarung melaksanakan Program Percepatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun anggaran 2021 dengan membangun saluran irigasi tersier yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan. Dalam rangka peninjauan hasil pekerjaan P3-TGAI Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi, ST, M.Sc bserta jajarannya bertandang ke Desa Cileuya Kabupaten Kuningan Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan pada Jum’at (17/9/2021). Ketika meninjau hasil fisik pembangunan saluran irigasi tersier di Desa Cileuya ini Kepala BBWS menyampaikan bahwa hasil pekerjaannya terlihat rapi. Terlebih lagi saluran ini berhasil membangun saluran irigasi tersier sepanjang 635 meter, dan dapat mengairi sawah seluas 46 hektar yang awalnya hanya 15 hektar di daerah irigasi Cileuya. Selain itu, dengan adanya pembangunan tersier ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Kuningan khususnya di Desa Cileuya dan mensejahterakan masyarakat yang mayoritas pekerjaannya bertani. (PPID - Cimancis)

Kunjungi Lokasi Sumur Bor, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Perintahkan Semua Aset BBWS Cimanuk Cisanggarung Disusun Lebih Sistematis
Balai Berita
18 Sep 2021

Kunjungi Lokasi Sumur Bor, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Perintahkan Semua Aset BBWS Cimanuk Cisanggarung Disusun Lebih Sistematis

KUNINGAN - Pendataan merupakan satu hal krusial dalam segala lingkup ruang kerja, tak terkecuali dalam pendataan aset milik BBWS Cimanuk Cisanggarung. Oleh sebab itu, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung beserta jajarannya meninjau aset sumur bor yang berada di Desa Cileuya Kabupaten Kuningan pada Jum’at (17/9/2021). Dalam arahannya Kepala BBWS menyampaikan agar aset yang dimiliki oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung disusun lebih sistematis. Seperti misalnya diberikan titik lokasi yang akurat lengkap dengan titik koordinatnya. Hal ini bertujuan agar kelak kita mudah mengidentifikasi mana aset milik kita dan mana yang bukan. Lalu beliau juga menyatakan bahwa keberadaan sumur bor di Desa Cileuya memiliki kedalaman 130 meter dan debit air 5,5lt/detik dengan artian sumur bor ini mampu mencukupi kebutuhan air masyarakat di Desa Cileuya. Terakhir, Kepala BBWS menyampaikan agar keberadaan sumur bor ini dirawat seapik mungkin, agar aset yang sudah kita investasikan disini dapat terus bermanfaat bagi masyarakat khususnya sebagai penyuplai air. (PPID - Cimancis)

Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Instruksikan Pegawai Untuk Memantau Pos Hidrologi Di 43 Titik Lokasi
Balai Berita
18 Sep 2021

Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Instruksikan Pegawai Untuk Memantau Pos Hidrologi Di 43 Titik Lokasi

CIREBON - Data Hidrologi merupakan data mendasar dalam seluruh perencanaan kegiatan pengelolaan SDA di wilayah sungai. Oleh sebab itu, data hidrologi perlu dikelola dalam sistem hidrologi agar tersedia informasi sumber daya air yang akurat. Dalam pengelolaan sistem tersebut, dibutuhkan SDM yg memiliki pengetahuan dan kemampuan yang mumpuni dalam mengoperasikan peralatan pos hidrologi. Dalam rangka tugas peninjauan Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi, ST, M.Sc beserta jajarannya mendatangi salah satu titik penempatan pos hidrologi dengan jenis alat Automatic Water Level Logger (AWLL) + Telemetri di ruas Jalan Kapten Tendean Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Jumat (17/9/2021). Dalam arahannya Kepala BBWS menginstruksikan agar seluruh petugas hidrologi, konsisten dalam melakukan pencatatan data hidrologi dan melaksanakan pengecekan peralatan secara berkala, sehingga data hidrologi dapat diolah menjadi informasi yg terkini dan akurat, seperti tinggi muka air, rating curve, dan sebagainya. Oleh sebab itu, Kepala BBWS menganjurkan agar pos hidrologi dipasang kamera pengawas atau CCTV untuk melindungi aset yang dimiliki sekaligus memonitor tinggi muka air, agar kita bisa selalu siaga mengantisipasi banjir. (PPID - Cimancis)

Kepala BBWS Memastikan Pekerjaan Rehabilitasi Bendung Cikeusik Sudah Sesuai Dengan Arahan Menteri PUPR
Balai Berita
18 Sep 2021

Kepala BBWS Memastikan Pekerjaan Rehabilitasi Bendung Cikeusik Sudah Sesuai Dengan Arahan Menteri PUPR

KUNINGAN - Dalam rangka tugas monitoring Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi, ST, M.Sc beserta jajarannya meninjau progres rehabilitasi Bendung Cikeusik yang terletak di Desa Legok Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan pada Jum’at (17/9/2021).   Rehabilitasi Bendung Cikeusik termasuk salah satu program pemerintah yang pengelolaannya lintas kementerian dan lembaga, yaitu Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri dan Bappenas dengan program Strategic Irrigation Modernization And Urgent Rehabilitation Project atau yang biasa dikenal SIMURP. SIMURP merupakan salah satu kegiatan yang dikembangkan oleh pemerintah dalam menangani masalah infrastruktur, kelembagaan, sistem informasi dan manajemen yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi irigasi melalui pendekatan modernisasi berbasis partisipatif.   Dalam arahannya Kepala BBWS memastikan bahwa semua arahan dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ketika bertandang ke Bendung Cikeusik pada 31 Agustus 2021 lalu sudah dilaksanakan seoptimal mungkin oleh tim BBWS Cimanuk Cisanggarung. Diantaranya adalah optimalisasi waktu pekerjaan dengan menambah jumlah pekerja.   Diakhir Kepala BBWS menyampaikan agar semua tim untuk bekerja semaksimal mungkin, demi terciptanya rasa aman masyarakat sebelum musim penghujan tiba. Rehabilitasi Bendung Cikeusik ini direncanakan rampung pada akhir November mendatang. (PPID - Cimancis)

Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Inspeksi Daerah Irigasi Cikeusik Jelang Proses Rehabilitasi Tahun 2022
Balai Berita
18 Sep 2021

Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Inspeksi Daerah Irigasi Cikeusik Jelang Proses Rehabilitasi Tahun 2022

CIREBON - Beberapa saluran irigasi di wilayah kerja BBWS Cimanuk Cisanggarung membutuhkan perhatian khusus. Satu diantaranya adalah jaringan irigasi Bendung Cikeusik pada Saluran Induk Maneungteung. Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi melakukan inspeksi ke Saluran Induk Maneungteung Kabupaten Cirebon pada Jum’at (17/9/2021). Untuk mengoptimalkan fungsi serta manfaat dari Saluran Induk Maneungteung maka perlu dilakukan modernisasi. Hal ini diharapkan dapat membantu mendorong produktifitas pertanian di sekitar wilayah Kabupaten Cirebon. Dalam arahannya Kepala BBWS menyatakan bahwa tahun depan ada beberapa bagian dari Saluran Induk Maneungteung yang membutuhkan perhatian khusus, diantaranya pintu air, bangunan, dan rumah jaga serta pengerukan sedimentasi di sepanjang saluran. Selain itu, beliau juga menghimbau agar para petugas yang berkantor disini agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keberadaan saluran dengan cara tidak melakukan aktivitas apapun di sekitar saluran dan tidak membuang sampah ke saluran. (PPID - Cimancis)

Kepala BBWS Pertegas Realisasi Manfaat Pembangunan Bendung Cileuweung Harus Sesuai Dengan Manfaat Saat Rencana Pembangunan
Balai Berita
18 Sep 2021

Kepala BBWS Pertegas Realisasi Manfaat Pembangunan Bendung Cileuweung Harus Sesuai Dengan Manfaat Saat Rencana Pembangunan

KUNINGAN - Setelah diresmikannya Bendungan Kuningan oleh Presiden Joko Widodo pada 31 Agustus lalu, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi beserta jajarannya melanjutkan pemantauan ke lokasi calon bendung yang berperan mendorong fungsi utama Bendungan Kuningan, di Sungai Cikaro Kabupaten Kuningan.Salah satu fungsi Bendungan Kuningan adalah memenuhi kebutuhan air untuk Daerah Irigasi Cileuweung seluas ± 1115.4 Ha, maka perlu direncanakan pembangunan Bendung Cileuweung. Dalam arahannya Kepala BBWS menyampaikan bahwa sebelum rencana pembangunan Bendung Cileuweung direalisasikan, sosialisasi dan penertiban masyarakat di area sekitar harus dilakukan. Selain itu, beliau berpesan agar petak-petak tersier kecil yang berada di sekitar sungai jangan sampai beralih fungsi menjadi pemukiman. Sebab ketika petak tersier beralih fungsi menjadi pemukiman maka manfaat utama pembangunan untuk saluran irigasi tidak akan pernah terwujud. Maka diperlukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk bekerjasama menghimbau masyarakat agar tidak mendirikan bangunan sembarangan. Terakhir, beliau menekankan semua manfaat yang tertera dalam rencana pembangunan Bendung Cileuweung harus terwujud ketika bangunan konstruksi sudah berdiri. (PPID - Cimancis)