Publikasi

Berita Balai

Uji Petik Saluran Irigasi Desa Babajurang Mendukung Implementasi Inpres 02 Tahun 2025
Balai Berita
07 Dec 2025

Uji Petik Saluran Irigasi Desa Babajurang Mendukung Implementasi Inpres 02 Tahun 2025

BBWS Cimanuk Cisanggarung melaksanakan kegiatan uji petik pada pekerjaan saluran irigasi di Desa Babajurang, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 02 Tahun 2025 yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan irigasi bagi petani dan mendukung ketahanan pangan nasional. Uji petik dilakukan dengan meninjau sejumlah titik representatif pada saluran irigasi untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi lapangan. Pemeriksaan mencakup dimensi bangunan, kualitas pasangan batu, kemiringan dasar saluran, serta kesesuaian struktur dengan rencana teknis. Setiap elemen diperiksa secara teliti agar hasil konstruksi dapat mendukung fungsi optimal saluran. Kondisi lapangan yang diperiksa meliputi beberapa segmen saluran yang mewakili seluruh jaringan. Hal ini dilakukan agar evaluasi dapat mencerminkan kinerja saluran secara keseluruhan, termasuk kemampuan menyalurkan air secara merata ke lahan pertanian. Analisis teknis ini menjadi dasar bagi rekomendasi pemeliharaan atau perbaikan jika diperlukan. Manfaat langsung dari kegiatan uji petik ini dirasakan oleh kelompok tani di Desa Babajurang. Saluran yang terjaga kualitas konstruksinya memastikan distribusi air lebih lancar, mendukung pengairan pada setiap fase tanam, serta membantu meningkatkan efisiensi pemanfaatan air irigasi. Dengan demikian, produktivitas pertanian dapat meningkat secara berkelanjutan. Berdasarkan data teknis pembangunan irigasi dari Kementerian Pekerjaan Umum, evaluasi berkala melalui uji petik dapat mengurangi risiko kerusakan struktural dan meningkatkan masa layanan jaringan irigasi. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Pelaksanaan uji petik menegaskan komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dalam memastikan setiap pekerjaan infrastruktur irigasi sesuai standar teknis. Dengan pengawasan yang sistematis, diharapkan sistem irigasi di Desa Babajurang dapat berfungsi optimal, memberikan manfaat nyata bagi petani, dan mendukung pencapaian ketahanan pangan nasional.

Pelantikan Pengurus HATHI Cabang Cirebon Periode 2025–2028
Balai Berita
07 Dec 2025

Pelantikan Pengurus HATHI Cabang Cirebon Periode 2025–2028

Pelantikan Pengurus Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) Cabang Cirebon Periode 2025–2028 berlangsung pada tanggal 22 November dengan suasana khidmat. Acara dihadiri oleh perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Cirebon serta civitas akademika Universitas Gunung Jati, menandai pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi dalam bidang teknik hidraulik. Prosesi pelantikan mencakup pembacaan kode etik profesi, pengucapan sumpah, serta penandatanganan dan penyerahan kepengurusan. Ketua Umum HATHI, Bob Arthur Lombogia, menyerahkan mandat secara resmi kepada Ketua HATHI Cabang Cirebon, Dwi Agus Kuncoro, sebagai bentuk komitmen terhadap profesionalitas dalam pengelolaan sumber daya air dan bidang teknik hidraulik. Secara teknis, pembacaan kode etik dan pengucapan sumpah menekankan prinsip-prinsip integritas, akuntabilitas, dan kompetensi dalam pelaksanaan pekerjaan teknik hidraulik. Setiap anggota yang dilantik diharapkan mampu menerapkan standar profesional tersebut dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan, pengelolaan, dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air. Terbentuknya kepengurusan baru diharapkan memperkuat sinergi antarinstansi, baik pemerintah maupun sektor akademik, untuk mendorong pengelolaan sumber daya air yang efisien dan berkelanjutan. Sinergi ini mencakup pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, serta penerapan teknologi dan metode terbaru dalam bidang hidraulik. Manfaat yang diharapkan dari kepengurusan baru ini meliputi peningkatan kapasitas keahlian anggota, peningkatan kualitas pengelolaan infrastruktur air, serta penguatan dukungan bagi masyarakat melalui layanan yang lebih efektif. Kehadiran HATHI Cabang Cirebon juga berperan dalam mempercepat penerapan praktik terbaik di lapangan, terutama dalam pembangunan dan pemeliharaan saluran irigasi serta bendungan. Pelantikan ini selaras dengan arahan regulasi yang mengatur organisasi profesi dan pengelolaan sumber daya air, termasuk Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air dan pedoman organisasi profesi teknik. Dengan terbentuknya kepengurusan baru, HATHI Cabang Cirebon diharapkan menjadi pendorong pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, profesional, dan berorientasi pada kemanfaatan bagi masyarakat.

Peran Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Jatitujuh dalam Mendukung Program INPRES Nomor 2
Balai Berita
07 Dec 2025

Peran Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Jatitujuh dalam Mendukung Program INPRES Nomor 2

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Jatitujuh, Desa Randagen Wetan, Kabupaten Majalengka, memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Kegiatan ini berfokus pada pembangunan dan rehabilitasi saluran tersier sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan pengairan bagi lahan pertanian di wilayah tersebut. Pendampingan teknis menjadi salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan BPP. Petugas penyuluh memberikan bimbingan kepada kelompok tani mengenai pengelolaan saluran irigasi, pemeliharaan rutin, dan cara memanfaatkan infrastruktur baru secara optimal. Pendekatan ini membantu petani memahami peran saluran tersier dalam mendukung pola tanam dan produktivitas lahan. Selain itu, BPP turut melakukan pemetaan kebutuhan irigasi berdasarkan kondisi lahan dan jumlah petani yang tergantung pada saluran. Data yang diperoleh digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan dan rehabilitasi saluran, sehingga distribusi air dapat diatur secara merata dan efisien untuk seluruh lahan yang dilayani. Koordinasi lintas lembaga menjadi langkah penting lainnya. BPP menjalin komunikasi dengan BBWS Cimancis, pemerintah desa, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan kelancaran pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi ini memungkinkan perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan teknis, sekaligus mendukung pengawasan lapangan secara berkesinambungan. Monitoring lapangan dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi kualitas pekerjaan dan efektivitas aliran air setelah pembangunan atau rehabilitasi selesai. Hasil monitoring menjadi dasar tindak lanjut berupa perbaikan atau pemeliharaan tambahan, sehingga saluran tersier dapat berfungsi maksimal dan mendukung kebutuhan air selama musim tanam. Melalui peran aktif BPP Kecamatan Jatitujuh, diharapkan pembangunan saluran tersier tidak hanya meningkatkan efisiensi distribusi air, tetapi juga memperkuat produktivitas pertanian. Upaya ini berkontribusi langsung pada kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan mendukung keberlanjutan pembangunan pertanian di wilayah Jatitujuh.

Monitoring Pelaksanaan Inpres 02/2025 Tahap II di Desa Pawidean untuk Mendukung Swasembada Pangan
Balai Berita
07 Dec 2025

Monitoring Pelaksanaan Inpres 02/2025 Tahap II di Desa Pawidean untuk Mendukung Swasembada Pangan

BBWS Cimanuk Cisanggarung terus melaksanakan monitoring terhadap pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 02 Tahun 2025 Tahap II. Kegiatan ini bertujuan mendorong percepatan pembangunan jaringan irigasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Indramayu dan memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai standar teknis yang ditetapkan. Lokasi kegiatan monitoring berada di Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang, dengan capaian pembangunan saluran irigasi sepanjang 500 meter. Infrastruktur ini meliputi saluran tersier B.Ta. 8 Ka yang secara langsung melayani Kelompok Tani Sri Mukti, sehingga kebutuhan air pertanian dapat terpenuhi dengan lebih teratur dan optimal. Pelaksanaan monitoring mencakup pemeriksaan kualitas pekerjaan, verifikasi dimensi saluran, evaluasi pasangan batu, serta pengamatan kelancaran aliran air. Setiap tahap pemeriksaan dilakukan untuk memastikan saluran mampu menyalurkan air secara efisien ke seluruh lahan yang menjadi cakupan layanan, sekaligus mendukung pemeliharaan jangka panjang. Manfaat langsung dari pembangunan saluran irigasi ini dirasakan oleh petani setempat, terutama dalam meningkatkan ketersediaan air bagi lahan persawahan seluas 73,83 hektare. Ketersediaan air yang memadai membantu petani menjaga pola tanam, mempercepat proses budidaya, dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Dari perspektif pembangunan daerah, peningkatan kapasitas jaringan irigasi ini berkontribusi terhadap ketahanan pangan Kabupaten Indramayu. Infrastruktur yang berfungsi optimal mendukung pencapaian target program pembangunan irigasi, sekaligus mempermudah pengelolaan air pada musim tanam yang berbeda sesuai kebutuhan masyarakat tani. Monitoring yang terus dilakukan oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung menegaskan komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dalam memastikan infrastruktur sumber daya air memberikan manfaat maksimal. Dengan pengawasan yang sistematis, pembangunan saluran irigasi ini diharapkan mampu mendukung produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan mendukung keberlanjutan pembangunan sektor irigasi.

Testimoni Petani Desa Kapringan atas Pembangunan Saluran Irigasi Program Inpres 02 Tahap II Tahun 2025
Balai Berita
07 Dec 2025

Testimoni Petani Desa Kapringan atas Pembangunan Saluran Irigasi Program Inpres 02 Tahap II Tahun 2025

Program Instruksi Presiden 02 Tahap II Tahun 2025 menghadirkan dampak yang berarti bagi masyarakat Desa Kapringan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Melalui program tersebut, masyarakat memperoleh dukungan pembangunan saluran irigasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan pengairan bagi lahan pertanian setempat. Kehadiran infrastruktur ini memberikan harapan baru bagi petani dalam mengelola usaha tani secara lebih efektif. Pembangunan yang dilaksanakan mencakup konstruksi saluran irigasi sepanjang 1.187 meter dengan luas layanan mencapai 43 hektare. Seluruh tahapan pekerjaan disusun berdasarkan kebutuhan lapangan dan kondisi teknis eksisting, termasuk pengaturan elevasi saluran, peningkatan struktur bangunan, serta penguatan aliran agar mampu menyalurkan air secara optimal ke seluruh area layanan. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam meningkatkan pengelolaan sumber daya air untuk masyarakat. Sebelum adanya pembangunan, petani menghadapi berbagai kendala akibat saluran yang masih berupa tanah. Kondisi tersebut menyebabkan kebocoran pada beberapa titik sehingga debit air tidak dapat mengalir secara merata. Selain itu, efisiensi distribusi air sering menurun terutama pada musim tanam, yang berdampak pada ketidakteraturan pola pengairan. Situasi tersebut membuat masyarakat membutuhkan perbaikan jaringan agar produktivitas pertanian dapat dijaga. Setelah saluran irigasi selesai dibangun, aliran air kini dapat mengalir hingga ke bagian hilir dengan lebih lancar dan teratur. Keberadaan struktur yang lebih baik membantu petani mengatur jadwal pengairan, memudahkan pengelolaan lahan, dan mengurangi kehilangan air akibat rembesan. Perubahan tersebut dirasakan langsung pada kualitas layanan irigasi yang meningkat serta kemudahan petani dalam memenuhi kebutuhan air selama proses budidaya. Peningkatan layanan irigasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap hasil pertanian di Desa Kapringan. Berdasarkan data lahan yang tercakup dalam layanan, sekitar 43 hektare sawah kini memperoleh suplai air yang lebih stabil sehingga peluang peningkatan produktivitas semakin terbuka. Pemerintah mendorong pemanfaatan infrastruktur ini secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara konsisten oleh masyarakat. Melalui program ini, Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan komitmennya dalam menyediakan infrastruktur air yang bermanfaat bagi petani dan masyarakat luas. Pembangunan saluran irigasi yang dilaksanakan tidak hanya meningkatkan mutu layanan pengairan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian daerah sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

Uji Petik Saluran Irigasi Kelompok Tani Walikukun Desa Gelok Mulya
Balai Berita
07 Dec 2025

Uji Petik Saluran Irigasi Kelompok Tani Walikukun Desa Gelok Mulya

BBWS Cimanuk Cisanggarung melaksanakan uji petik pada saluran irigasi Kelompok Tani Walikukun di Desa Gelok Mulya sebagai bagian dari program pengawasan kualitas infrastruktur irigasi. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa saluran irigasi yang dibangun telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan kebutuhan lapangan, sehingga mampu mendukung distribusi air secara optimal bagi petani. Saluran yang diuji memiliki panjang output 1.257 meter. Proses uji petik meliputi pengecekan dimensi saluran, kesesuaian elevasi, kemiringan dasar, serta kualitas pasangan batu yang digunakan pada struktur. Pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh untuk menilai kepatuhan terhadap ketentuan teknis yang telah ditetapkan. Sebelumnya, beberapa bagian saluran irigasi mengalami penurunan fungsi akibat erosi dan sedimentasi. Kondisi tersebut menghambat aliran air dan berdampak pada pengaturan pengairan sawah. Dengan dilakukannya uji petik, pihak BBWS Cimanuk Cisanggarung dapat memastikan bahwa pekerjaan konstruksi telah sesuai standar dan siap memberikan layanan optimal. Hasil uji petik menunjukkan bahwa kualitas pasangan batu, ketebalan dinding, dan kerapian konstruksi telah memenuhi standar teknis. Saluran yang terbangun diharapkan mampu menyalurkan air secara merata, mengurangi kehilangan air akibat rembesan, dan memudahkan petani dalam mengelola jadwal pengairan di lahan pertanian mereka. Peningkatan kualitas saluran irigasi ini memberikan manfaat langsung bagi produktivitas pertanian di Desa Gelok Mulya. Dengan saluran yang berfungsi sesuai kapasitas, aliran air dapat terjaga secara konsisten sehingga pola tanam dapat diatur lebih efektif dan hasil panen dapat meningkat. Evaluasi lanjutan akan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan saluran. Pelaksanaan uji petik ini menegaskan komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dalam menjaga kualitas infrastruktur sumber daya air. Dengan pengawasan dan pemeliharaan yang terukur, pembangunan saluran irigasi tidak hanya mendukung produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan melalui pengelolaan air yang lebih efektif dan berkelanjutan.