Publikasi
Berita Balai
Kunjungan Kerja ADB dan BBWS Cimanuk Cisanggarung Tinjau Progres CWC-3i di Indramayu
Asian Development Bank (ADB) melaksanakan kunjungan kerja bersama BBWS Cimanuk Cisanggarung dalam rangka Review Mission kegiatan CWC-3i Cimanuk River and Dyke Improvement di Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program pengendalian banjir dan pengelolaan sungai. Fokus utama kunjungan kerja ini adalah peninjauan langsung terhadap progres penguatan tanggul serta penataan sempadan Sungai Cimanuk. Peninjauan dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi aktual pekerjaan dan memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan teknis. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan evaluasi terhadap aspek teknis pekerjaan, termasuk kesesuaian metode konstruksi, mutu pelaksanaan, serta ketepatan capaian fisik di lapangan. Evaluasi ini menjadi dasar dalam memastikan standar kualitas pekerjaan tetap terjaga sesuai ketentuan yang berlaku. Selain aspek teknis, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk menilai dampak pekerjaan terhadap lingkungan sekitar dan masyarakat. Penataan sempadan sungai diharapkan dapat meningkatkan fungsi perlindungan kawasan, sekaligus mendukung pengelolaan sungai yang lebih tertib dan berkelanjutan. Program CWC-3i dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sepanjang Sungai Cimanuk, khususnya dalam meningkatkan perlindungan terhadap risiko banjir. Infrastruktur tanggul yang tertata dengan baik berperan dalam menjaga keamanan wilayah serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Pelaksanaan kunjungan kerja ini mencerminkan komitmen BBWS Cimanuk Cisanggarung bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan mitra internasional dalam memastikan program kerja sama berjalan sesuai rencana. Evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih tertata dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Review Mission Proyek CWC-3i di Indramayu Fokus pada Progres, Kualitas, dan Pendekatan Sosial
Asian Development Bank (ADB) melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka Review Mission proyek CWC-3i Cimanuk River and Dyke Improvement di Kabupaten Indramayu bersama BBWS Cimanuk Cisanggarung. Kegiatan ini bertujuan meninjau perkembangan pelaksanaan proyek serta memastikan kualitas pekerjaan di lapangan sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati. Peninjauan lapangan difokuskan pada evaluasi capaian fisik pekerjaan penguatan tanggul dan penataan sungai. Tim melakukan pengamatan langsung untuk memastikan metode pelaksanaan, mutu konstruksi, serta tahapan pekerjaan berjalan sesuai dengan ketentuan teknis dan jadwal yang ditetapkan. Selain aspek teknis, Review Mission ini juga menaruh perhatian pada pendekatan sosial kepada masyarakat yang terdampak proyek (affected persons). Pendekatan dilakukan secara humanis dan terukur melalui komunikasi intensif antara pelaksana kegiatan dan masyarakat, guna membangun pemahaman bersama terhadap tujuan dan manfaat proyek. Proses sosialisasi dilaksanakan secara transparan dengan penyampaian informasi yang jelas mengenai ruang lingkup pekerjaan, potensi dampak, serta mekanisme pendampingan. Pendekatan ini dilengkapi dengan pendampingan berkelanjutan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga hak dan kepentingan masyarakat tetap terakomodasi selama pelaksanaan proyek. Dalam rangka memastikan arah pembangunan berjalan sesuai rencana, penjelasan teknis mengenai lokasi prioritas dan tahapan pekerjaan turut dipaparkan secara komprehensif. Pemaparan ini menjadi bagian dari upaya penyelarasan antara perencanaan teknis, pelaksanaan di lapangan, dan kondisi sosial setempat. Pelaksanaan Review Mission proyek CWC-3i ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dalam pengelolaan sumber daya air dan pengendalian banjir. Melalui evaluasi teknis dan sosial yang berkesinambungan, proyek diharapkan dapat berjalan sesuai ketentuan, memberikan perlindungan kawasan sungai, serta mendukung keberlanjutan lingkungan dan masyarakat di sepanjang Sungai Cimanuk.
Peran Balai Penyuluhan Pertanian Desa Biyawak dalam Mendukung Pelaksanaan Inpres Nomor 02 Tahun 2025
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Desa Biyawak, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 02 Tahun 2025 terkait pembangunan dan rehabilitasi saluran irigasi tersier. Keterlibatan BPP menjadi bagian dari upaya memastikan kegiatan pembangunan irigasi berjalan selaras dengan kebutuhan pertanian di tingkat lapangan. Peran BPP Desa Biyawak diwujudkan melalui pendampingan teknis kepada kelompok tani dan pihak pelaksana kegiatan. Pendampingan ini mencakup pemahaman teknis dasar irigasi, penyesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan kondisi lahan, serta penyampaian informasi terkait tahapan kegiatan kepada petani penerima manfaat. Selain pendampingan teknis, BPP juga berperan dalam pemetaan kebutuhan irigasi di wilayah Kecamatan Jatitujuh. Pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi jaringan eksisting, kebutuhan air pertanian, serta prioritas penanganan saluran tersier agar pembangunan yang dilakukan tepat sasaran dan sesuai perencanaan. Penguatan koordinasi antarinstansi turut menjadi bagian dari peran BPP Desa Biyawak. Koordinasi dilakukan dengan BBWS Cimanuk Cisanggarung, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya guna memastikan sinkronisasi perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan di lapangan. BPP juga melaksanakan pengawasan langsung terhadap kegiatan pembangunan dan rehabilitasi saluran irigasi tersier. Pengawasan ini bertujuan memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan teknis, jadwal pelaksanaan, serta spesifikasi yang telah ditetapkan dalam program Inpres. Melalui peran tersebut, keberadaan BPP Desa Biyawak diharapkan mampu mendukung kelancaran distribusi air irigasi, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Seluruh upaya ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dan sektor pertanian dalam mendorong keberlanjutan pembangunan pertanian di wilayah Jatitujuh.
Review Mission FMNJP CWC-2K di Kuningan Tinjau Penguatan Tebing Sungai Cisanggarung
Asian Development Bank (ADB) melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka Review Mission kegiatan Flood Management in North Java Project (FMNJP) – CWC-2K Cisanggarung River Banks Protection di Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini dilaksanakan bersama BBWS Cimanuk Cisanggarung untuk meninjau perkembangan pelaksanaan penguatan tebing sungai serta memastikan kesesuaian pekerjaan di lapangan dengan perencanaan dan ketentuan teknis. Peninjauan lapangan difokuskan pada progres penguatan tebing sungai sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir dan perlindungan kawasan sungai. Evaluasi dilakukan terhadap kondisi fisik pekerjaan, metode konstruksi, serta kesesuaian tahapan pelaksanaan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan. Dalam kesempatan tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen Supan II, Arindi Janisa, menyampaikan penjelasan teknis mengenai metode pelaksanaan pekerjaan. Penjelasan mencakup penguatan struktur tebing sungai, upaya pengendalian erosi, serta strategi penanganan pada area-area kritis yang memerlukan intervensi prioritas agar fungsi perlindungan sungai dapat berjalan optimal. Sementara itu, Nely Mulyaningsih selaku perwakilan Satuan Kerja PJSA menjelaskan strategi pelaksanaan pekerjaan yang disusun secara terukur dan adaptif terhadap kondisi lapangan. Pendekatan ini diterapkan untuk memastikan setiap tahapan kegiatan dapat dilaksanakan secara efektif, tetap sesuai ketentuan, serta mampu merespons dinamika teknis di lokasi pekerjaan. Kegiatan Review Mission ini turut dihadiri oleh Dewi Artrishanty selaku Ketua Tim Kerja Sama Multilateral Subdirektorat PHLN. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan harapan agar pembangunan infrastruktur pengendali banjir ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam meningkatkan keselamatan masyarakat, menjaga keberlanjutan lingkungan, maupun memperkuat kualitas layanan sumber daya air. Pelaksanaan Review Mission ini mencerminkan sinergi antara ADB, BBWS Cimanuk Cisanggarung, dan pemerintah terkait dalam pengelolaan risiko banjir. Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dalam pengendalian banjir dan pengelolaan sungai, dengan tujuan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Uji Petik Saluran Irigasi di Desa Salawana untuk Menjamin Kesesuaian Teknis Pekerjaan
BBWS Cimanuk Cisanggarung melaksanakan kegiatan uji petik pada saluran irigasi yang berlokasi di Desa Salawana, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari pengendalian mutu pekerjaan irigasi guna memastikan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan ketentuan teknis yang telah ditetapkan. Saluran irigasi yang menjadi objek uji petik berada pada wilayah layanan Kelompok Tani Balong dengan panjang saluran mencapai 1.200 meter. Infrastruktur ini dirancang untuk menunjang distribusi air irigasi secara merata ke lahan pertanian yang berada dalam cakupan wilayah layanan tersebut. Pelaksanaan uji petik dilakukan dengan melakukan pemeriksaan pada sejumlah titik representatif yang dianggap mewakili kondisi keseluruhan saluran. Pemeriksaan meliputi verifikasi dimensi bangunan, kualitas pasangan batu, serta kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan gambar perencanaan. Selain sebagai uji petik, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai inspeksi lapangan untuk menilai kondisi fisik dan kualitas pekerjaan yang masih berlangsung. Melalui pengamatan langsung di lapangan, potensi ketidaksesuaian dapat diidentifikasi sejak dini untuk segera dilakukan penyesuaian. Keberadaan saluran irigasi yang dibangun sesuai ketentuan teknis diharapkan memberikan manfaat langsung bagi Kelompok Tani Balong. Ketersediaan air yang terdistribusi dengan baik mendukung kelancaran pengairan lahan, menjaga pola tanam, serta menunjang produktivitas pertanian masyarakat setempat. Pelaksanaan uji petik ini sejalan dengan ketentuan pembangunan jaringan irigasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Melalui pengawasan dan pemeriksaan yang sistematis, BBWS Cimanuk Cisanggarung memastikan infrastruktur irigasi siap berfungsi sesuai perencanaan dan mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Majalengka.
Pembangunan Jaringan Irigasi Tersier di Desa Heuleut Dukung Percepatan Infrastruktur Air
Pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 02 Tahun 2025 mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sumber daya air, salah satunya melalui pembangunan jaringan irigasi tersier di Desa Heuleut, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan layanan irigasi bagi sektor pertanian secara terencana dan berkelanjutan. Jaringan irigasi tersier yang dibangun memiliki panjang total 1.275 meter dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian di wilayah setempat. Pembangunan dilakukan dengan mengacu pada perencanaan teknis yang telah ditetapkan agar saluran mampu berfungsi optimal dalam mendistribusikan air irigasi. Pekerjaan konstruksi jaringan irigasi ini meliputi pembangunan saluran dengan spesifikasi teknis yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Setiap tahapan pelaksanaan diarahkan untuk memastikan kualitas bangunan, ketepatan dimensi, serta keberlanjutan fungsi jaringan irigasi dalam jangka panjang. Manfaat langsung dari pembangunan jaringan irigasi tersier ini dirasakan oleh Kelompok Tani Dadali. Infrastruktur tersebut melayani area pertanian dengan cakupan hingga 116 hektare lahan, sehingga ketersediaan air bagi kegiatan budidaya tanaman dapat terjaga secara lebih merata dan teratur. Dengan tersedianya jaringan irigasi yang memadai, intensitas tanam di wilayah Desa Heuleut diharapkan dapat meningkat. Ketersediaan air yang lebih stabil mendukung peningkatan produktivitas hasil pertanian, sekaligus membantu petani dalam mengelola pola tanam sesuai dengan kebutuhan musim. Pembangunan jaringan irigasi tersier ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Melalui penyediaan infrastruktur irigasi yang andal, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesejahteraan petani serta mendorong keberlanjutan pembangunan pertanian di Kabupaten Majalengka.