Publikasi

Berita Balai

Saluran Tersier Darurat Dibangun untuk Mengembalikan Layanan Irigasi di Desa Babakan
Balai Berita
02 Aug 2026

Saluran Tersier Darurat Dibangun untuk Mengembalikan Layanan Irigasi di Desa Babakan

Alih fungsi saluran tersier menjadi kawasan permukiman menyebabkan distribusi air irigasi menuju areal persawahan di Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, tidak lagi dapat berlangsung melalui jalur semula. Kondisi tersebut semakin terasa saat musim kemarau, ketika kebutuhan air irigasi meningkat sementara alternatif penyaluran air sangat terbatas. Sebagai langkah penanganan, BBWS Cimanuk Cisanggarung bersama Tim Pendamping Operasi dan Pemeliharaan (TPOP) Provinsi Jawa Barat membangun saluran tersier darurat untuk memulihkan konektivitas jaringan irigasi menuju lahan pertanian. Jalur sementara tersebut disiapkan agar air dapat kembali dialirkan ke petak-petak sawah yang sebelumnya tidak lagi terlayani akibat terputusnya saluran eksisting. Pekerjaan difokuskan pada pembentukan trase saluran yang menyesuaikan kondisi lapangan sehingga aliran air dapat diteruskan menuju daerah layanan tanpa mengganggu aktivitas di sekitar kawasan permukiman. Keberadaan saluran darurat ini menjadi solusi operasional selama jaringan irigasi belum dapat dipulihkan melalui penanganan permanen. Dengan berfungsinya kembali jalur distribusi air, kebutuhan irigasi pada lahan pertanian di Desa Babakan dapat terus dipenuhi selama musim kemarau. Penanganan ini menunjukkan pentingnya respons cepat terhadap perubahan kondisi jaringan irigasi agar kontinuitas layanan air bagi petani tetap terjaga.

Pompa Alkon Bertenaga Surya Diterapkan untuk Dukung Irigasi di Desa Leuweunghapit
Balai Berita
02 Aug 2026

Pompa Alkon Bertenaga Surya Diterapkan untuk Dukung Irigasi di Desa Leuweunghapit

Kebutuhan air irigasi pada musim kemarau tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber air, tetapi juga kemampuan mengalirkannya hingga ke lahan pertanian. Di Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, biaya bahan bakar untuk mengoperasikan pompa menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani dalam mempertahankan layanan irigasi. Merespons kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Cimanuk Cisanggarung bersama petani setempat merakit Pompa Alkon Centrifugal modifikasi berkapasitas 150–400 liter per menit yang memanfaatkan energi surya sebagai sumber tenaga penggerak. Sistem ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar sekaligus mempertahankan kontinuitas pengoperasian pompa selama kebutuhan air irigasi masih tinggi. Perakitan dilakukan secara gotong royong dengan memanfaatkan komponen yang disesuaikan terhadap kondisi lapangan. Setelah sistem beroperasi, air dipompa menuju saluran irigasi untuk melayani lahan pertanian yang belum memperoleh pasokan secara gravitasi. Penggunaan tenaga surya juga memungkinkan pompa dioperasikan pada siang hari tanpa bergantung pada pasokan listrik maupun bahan bakar minyak. Penerapan pompa bertenaga surya menjadi salah satu alternatif penanganan kekeringan pada wilayah yang memerlukan layanan pompanisasi. Selain menekan biaya operasional, pendekatan ini memberikan fleksibilitas dalam mendukung distribusi air ke areal pertanian selama musim kemarau masih berlangsung. Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Majalengka, Eman Suherman, yang menilai langkah cepat BBWS Cimanuk Cisanggarung bersama petani mampu membantu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian yang terdampak kemarau. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa penerapan teknologi tepat guna dapat menjadi solusi operasional dalam mendukung pelayanan irigasi di lapangan.

Gotong Royong Bersihkan Kawasan Bendungan Malahayu, Dukung Keandalan Operasi dan Kenyamanan Lingkungan
Balai Berita
02 Aug 2026

Gotong Royong Bersihkan Kawasan Bendungan Malahayu, Dukung Keandalan Operasi dan Kenyamanan Lingkungan

Sampah dan material yang terbawa aktivitas di sekitar waduk dapat memengaruhi kebersihan kawasan bendungan apabila tidak ditangani secara rutin. Atas dasar itu, kegiatan gotong royong dilaksanakan di kawasan Bendungan Malahayu sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi lingkungan tetap bersih dan mendukung kelancaran pengelolaan aset sumber daya air. Kegiatan tersebut melibatkan Unit Pengelola Bendungan (UPB) Malahayu, komunitas pedagang, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta Komunitas Peduli Waduk. Pembersihan difokuskan pada area sekitar bendungan dan ruang publik yang menjadi titik aktivitas masyarakat, meliputi pengumpulan sampah, pembersihan vegetasi yang mengganggu, serta penataan lingkungan agar tetap tertib dan nyaman. Kebersihan kawasan bendungan memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan operasi dan pemeliharaan. Lingkungan yang terawat memudahkan pemantauan fasilitas, mengurangi potensi gangguan pada bangunan pendukung, serta menciptakan kawasan yang lebih aman bagi petugas maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar bendungan. Kolaborasi antara pengelola bendungan dan masyarakat menunjukkan bahwa pemeliharaan infrastruktur sumber daya air tidak hanya dilakukan melalui pekerjaan teknis, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Partisipasi berbagai unsur masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga fungsi Bendungan Malahayu agar tetap memberikan manfaat bagi wilayah layanannya.

Distribusi Air Baku dari Bendungan Cipanas Kembali Menjangkau Warga Dusun Cipinang Pait
Balai Berita
02 Aug 2026

Distribusi Air Baku dari Bendungan Cipanas Kembali Menjangkau Warga Dusun Cipinang Pait

Persediaan air bersih di Dusun Cipinang Pait, Desa Cibuluh, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, masih bergantung pada distribusi air selama musim kemarau. Berkurangnya debit sumber air di lingkungan permukiman menyebabkan sebagian warga belum dapat memenuhi kebutuhan air sehari-hari secara mandiri. Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut, Unit Pengelola Bendungan (UPB) I Bendungan Cipanas BBWS Cimanuk Cisanggarung kembali menyalurkan air baku pada Jumat, 31 Juli 2026. Distribusi difokuskan ke wilayah RW 08 dan RW 09, yang menjadi salah satu lokasi terdampak penurunan ketersediaan air pada musim kemarau. Air baku didistribusikan menggunakan mobil tangki menuju titik-titik pelayanan yang telah disepakati bersama pemerintah desa dan masyarakat. Warga memanfaatkan pasokan tersebut untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga, mulai dari air minum, memasak, mandi, hingga mencuci. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat. Selama ketersediaan sumber air di Desa Cibuluh belum kembali normal, distribusi air akan terus menjadi salah satu langkah penanganan untuk memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan air tetap terjaga selama periode kemarau.

Survei Geolistrik Dilakukan untuk Menentukan Titik Pemboran Air Tanah di Lahan Pertanian Lanud Sugiri Sukani
Balai Berita
02 Aug 2026

Survei Geolistrik Dilakukan untuk Menentukan Titik Pemboran Air Tanah di Lahan Pertanian Lanud Sugiri Sukani

Menentukan lokasi pemboran air tanah tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan kondisi di permukaan. Karakteristik lapisan batuan di bawah tanah perlu diketahui terlebih dahulu agar pemboran diarahkan pada zona yang memiliki potensi menyimpan air. Atas dasar itu, BBWS Cimanuk Cisanggarung melaksanakan survei geolistrik di empat titik lahan pertanian Lanud Sugiri Sukani, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. Metode geolistrik digunakan untuk memperoleh gambaran kondisi bawah permukaan melalui pengukuran nilai tahanan jenis (resistivity) batuan. Data hasil pengukuran kemudian diolah untuk mengidentifikasi perubahan lapisan geologi yang berpotensi menjadi akuifer, sekaligus memperkirakan kedalaman dan ketebalan lapisan pembawa air tanah. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan titik pemboran yang memiliki peluang lebih tinggi menghasilkan debit air sesuai kebutuhan. Pendekatan ini membantu meningkatkan ketepatan pelaksanaan pekerjaan, mengurangi risiko pemboran pada lapisan yang tidak produktif, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya selama pelaksanaan konstruksi sumur air tanah. Survei geolistrik merupakan salah satu tahapan penting dalam penyediaan air tanah, terutama pada wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air permukaan selama musim kemarau. Melalui identifikasi kondisi bawah permukaan secara lebih terukur, lokasi pemboran dapat ditetapkan berdasarkan data teknis sehingga pemanfaatan air tanah berlangsung lebih efektif sesuai potensi yang tersedia.

Respons Cepat Petugas UPB Jatigede Tangani Kebakaran
Balai Berita
30 Jul 2026

Respons Cepat Petugas UPB Jatigede Tangani Kebakaran

Sumedang – Petugas Unit Pengelola Bendungan (UPB) Jatigede bergerak cepat menangani kebakaran yang terjadi di kawasan Bendungan Jatigede, Kabupaten Sumedang, pada Kamis (30/7). Respons sigap tersebut berhasil mencegah api meluas dan menjaga keamanan infrastruktur bendungan beserta lingkungan di sekitarnya. Kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas keamanan pada pukul 14.05 WIB di area dekat gerbang menuju Plunge Pool dan V-Notch 2 Bendungan Jatigede. Setelah menerima informasi, petugas UPB Jatigede segera melakukan penanganan awal sambil mengoordinasikan pengerahan personel dan peralatan pendukung ke lokasi kejadian. Dalam proses pemadaman, tim menggunakan toren air berkapasitas 1.100 liter, mesin alkon 7 PK, serta selang untuk mempercepat upaya pengendalian api. Berkat koordinasi yang baik dan respons cepat di lapangan, kebakaran berhasil dikendalikan pada pukul 14.15 WIB sehingga tidak meluas ke area lain. Keberhasilan penanganan ini mencerminkan kesiapsiagaan petugas UPB Jatigede dalam menghadapi kondisi darurat serta menjadi bagian dari komitmen Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung, Kementerian Pekerjaan Umum, untuk menjaga keamanan dan keandalan infrastruktur sumber daya air. Upaya tersebut juga merupakan bentuk perlindungan terhadap aset negara sekaligus menjaga keselamatan lingkungan di sekitar Bendungan Jatigede.