Publikasi

Berita Balai

5.000 Liter Air Kembali Disalurkan untuk Warga Dukuh Rembet
Balai Berita
09 Aug 2026

5.000 Liter Air Kembali Disalurkan untuk Warga Dukuh Rembet

Menurunnya ketersediaan sumber air masih dirasakan masyarakat di Dukuh Rembet, Desa Cipajang, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Kondisi tersebut membuat kebutuhan pasokan air tambahan masih diperlukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau berlangsung. Pada 4 Agustus 2026, sebanyak 5.000 liter air kembali disalurkan oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung kepada warga di RT 02/RW 06, Dukuh Rembet. Pasokan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 675 kepala keluarga atau kurang lebih 1.900 jiwa yang berada di wilayah terdampak. Distribusi air dilakukan untuk menambah ketersediaan air masyarakat ketika sumber air setempat mengalami penurunan. Air yang diterima warga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, terutama selama pasokan dari sumber air di lingkungan permukiman belum kembali mencukupi. Penyaluran ke Dukuh Rembet menjadi bagian dari respons terhadap kondisi kekeringan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Brebes. Perkembangan ketersediaan air dan kebutuhan masyarakat di lapangan terus menjadi perhatian agar distribusi dapat dilakukan sesuai kondisi wilayah yang terdampak. Selama musim kemarau belum berakhir, pemenuhan kebutuhan air masyarakat tetap membutuhkan pemantauan dan penanganan secara bertahap. Informasi dari masyarakat dan kondisi aktual di lapangan menjadi bagian penting dalam menentukan kebutuhan distribusi berikutnya.

Lining 268 Meter Dikerjakan di D.I. Cibelut, Layanan Irigasi Ditargetkan Bertambah
Balai Berita
09 Aug 2026

Lining 268 Meter Dikerjakan di D.I. Cibelut, Layanan Irigasi Ditargetkan Bertambah

Kondisi saluran menjadi salah satu penentu apakah air dari jaringan irigasi dapat diteruskan hingga ke lahan pertanian. Di saluran Bbe.3 Ki Blok/Petak Cibelut, Desa Sedong Kidul, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, pembangunan lining pasangan batu sepanjang 268 meter tengah dikerjakan untuk memperkuat jaringan pada Daerah Irigasi (D.I.) Cibelut. Pekerjaan tersebut dilaksanakan bersama P3A Mitra Cai Cimengger. Lining pasangan batu dipasang pada bagian saluran yang menjadi jalur distribusi air menuju daerah layanan. Perbaikan ini diharapkan membuat kondisi fisik saluran lebih baik sehingga jaringan dapat menjalankan fungsi pelayanan irigasinya dengan lebih baik, terutama ketika kebutuhan air meningkat pada musim kemarau. Setelah pekerjaan selesai, layanan irigasi pada lokasi tersebut ditargetkan meningkat dari 25 hektare menjadi 30 hektare. Dengan bertambahnya cakupan layanan, jaringan diharapkan dapat mengairi lahan pertanian yang sebelumnya belum memperoleh layanan secara optimal. Pembangunan ini juga melibatkan tenaga kerja masyarakat. Selama proses pelaksanaan, pekerjaan tercatat menyerap 551 Hari Orang Kerja (HOK). Dengan demikian, kegiatan tidak hanya menyasar peningkatan kondisi jaringan irigasi, tetapi juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat selama pembangunan berlangsung. Di tengah kebutuhan menjaga distribusi air pada musim kemarau, perbaikan saluran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan irigasi. Saluran yang memiliki kondisi fisik lebih baik akan mendukung air tetap bergerak melalui jaringan menuju daerah layanan sesuai fungsi dan cakupan yang ditargetkan.

Pompa Tenaga Surya Bantu Alirkan Air ke Sawah Leuweunghapit
Balai Berita
09 Aug 2026

Pompa Tenaga Surya Bantu Alirkan Air ke Sawah Leuweunghapit

Air kembali mengalir ke petak-petak sawah di Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. Di tengah kondisi kekeringan, pompa tenaga surya digunakan untuk mengangkat dan mengalirkan air ke lahan pertanian yang tidak lagi dapat memperoleh pasokan melalui aliran gravitasi. Pengoperasian pompa tersebut merupakan respons atas permohonan resmi Bupati Majalengka, Eman Suherman, untuk membantu lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Ketika elevasi dan kondisi aliran tidak memungkinkan air bergerak secara gravitasi menuju sawah, pompa menjadi alternatif untuk mengatasi perbedaan elevasi dan meneruskan air ke jaringan atau lahan yang membutuhkan. Di lapangan, kinerja pompa mulai terlihat dari perubahan kondisi sawah. Air yang sebelumnya sulit mencapai petak pertanian kembali dapat dialirkan sehingga kebutuhan air tanaman tetap memperoleh tambahan pasokan selama kemarau berlangsung. Manfaat pengoperasian pompa juga dirasakan langsung oleh petani. Kepala Desa Bantarwaru, yang mewakili para petani, menyampaikan kondisi dan manfaat pompa tenaga surya bagi lahan pertanian serta masyarakat di wilayahnya. Penggunaan energi surya menjadi bagian penting dari sistem pompanisasi tersebut. Energi matahari dimanfaatkan untuk menggerakkan pompa tanpa sepenuhnya bergantung pada pasokan bahan bakar konvensional, sehingga sistem dapat digunakan sebagai alternatif ketika kebutuhan pengairan harus segera ditangani di lapangan. Respons terhadap kondisi kekeringan ini mendapat apresiasi dari Bupati Majalengka. Dukungan tersebut membantu petani mempertahankan ketersediaan air bagi sawah di tengah musim kemarau yang berlangsung bersamaan dengan kondisi El NiƱo. Bagi petani Leuweunghapit, manfaat pompa tidak berhenti pada air yang kembali mengalir. Ketika air dapat diangkat dan diteruskan ke lahan, peluang untuk mempertahankan tanaman dan melanjutkan kegiatan budidaya pun ikut terbuka meskipun kondisi sumber air dan jaringan gravitasi sedang terbatas.

Pengiriman Kedua, 5.000 Liter Air Kembali Tiba di Dukuh Rembet
Balai Berita
09 Aug 2026

Pengiriman Kedua, 5.000 Liter Air Kembali Tiba di Dukuh Rembet

Kebutuhan air warga di Dukuh Rembet, Desa Cipajang, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, masih belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari sumber air yang tersedia. Kondisi tersebut membuat pasokan tambahan kembali dikirimkan untuk membantu kebutuhan masyarakat sehari-hari. Pada 7 Agustus 2026, BBWS Cimanuk Cisanggarung kembali mengirimkan 1 tangki atau 5.000 liter air kepada warga RT 02/RW 05, Dukuh Rembet. Ini merupakan pengiriman kedua ke wilayah tersebut selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Pasokan kali ini diperuntukkan bagi sekitar 50 kepala keluarga atau kurang lebih 200 jiwa. Air yang diterima warga digunakan sebagai tambahan persediaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika sumber air di lingkungan permukiman belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Pengiriman kembali dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan. Selama sumber air masih terbatas dan kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi, tambahan pasokan menjadi salah satu bentuk penanganan yang dapat dilakukan untuk membantu warga melewati periode kekeringan. Bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan sumber air, satu tangki tidak sekadar menjadi tambahan persediaan. Pasokan tersebut memberi ruang bagi warga untuk memenuhi kebutuhan dasar sambil menunggu kondisi sumber air kembali membaik.

Air Mencapai Hilir Rentang, Petani Karangmulya Kembali Mengolah Sawah
Balai Berita
09 Aug 2026

Air Mencapai Hilir Rentang, Petani Karangmulya Kembali Mengolah Sawah

Air yang mengalir sampai ke Desa Karangmulya, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, disambut baik oleh para petani. Di wilayah hilir Daerah Irigasi (D.I.) Rentang tersebut, ketersediaan air menjadi hal penting bagi petani untuk menentukan kapan lahan dapat kembali diolah dan ditanami, terutama saat pasokan air terbatas pada musim kemarau. Sejumlah petani Karangmulya menyampaikan apresiasi setelah merasakan aliran air mencapai lahan mereka. Pasokan yang lebih teratur membuat petani dapat kembali mengatur kegiatan di sawah, mulai dari pengolahan lahan hingga pemeliharaan tanaman. D.I. Rentang memiliki daerah layanan yang luas dan membentang hingga wilayah hilir. Karena itu, air yang tersedia perlu diatur dan dipantau sepanjang jaringan agar distribusinya tetap berjalan sampai ke bagian akhir daerah layanan. Kondisi jaringan, ketersediaan air, serta kebutuhan di masing-masing wilayah menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam pengaturan distribusi. Bagi petani di Karangmulya, hasil pengaturan tersebut baru terasa ketika air benar-benar masuk ke petak sawah. Lahan yang sebelumnya terkendala pasokan kembali dapat dikerjakan dan tanaman dapat memperoleh air sesuai kebutuhan. Apresiasi yang disampaikan petani juga menunjukkan satu hal sederhana dalam pelayanan irigasi: air harus sampai kepada pengguna. Bukan hanya tersedia di bendung atau mengalir di saluran utama, tetapi benar-benar mencapai lahan yang berada jauh di bagian hilir. Di Karangmulya, air yang tiba di sawah memberi kesempatan bagi petani untuk kembali bekerja. Musim tanam pun dapat dilanjutkan sambil berharap kondisi pasokan tetap terjaga hingga tanaman memasuki masa panen.

Di Tengah Kemarau, 153 Peserta Bersihkan Saluran Irigasi Rentang
Balai Berita
09 Aug 2026

Di Tengah Kemarau, 153 Peserta Bersihkan Saluran Irigasi Rentang

Saluran Sekunder Teluk Agung B.TA.16 di Daerah Irigasi (D.I.) Rentang, Desa Lohbener, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, menjadi lokasi Gerakan Irigasi Bersih pada 7 Agustus 2026. Sebanyak 153 peserta ikut turun ke saluran, terdiri atas unsur pemerintah, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), dan Gabungan P3A (GP3A). Kegiatan ini berlangsung ketika kebutuhan terhadap layanan irigasi masih tinggi di tengah musim kemarau. Pada kondisi seperti ini, setiap bagian jaringan yang membawa air menuju lahan pertanian perlu dijaga agar tidak terganggu oleh sampah maupun material yang dapat menghambat aliran. Pembersihan dilakukan secara bersama-sama pada Saluran Sekunder Teluk Agung B.TA.16. Keterlibatan petani dalam kegiatan tersebut juga menjadi penting karena P3A dan GP3A merupakan pihak yang sehari-hari berhubungan langsung dengan pemanfaatan jaringan irigasi. Kondisi saluran yang ditemukan di lapangan dapat sekaligus diketahui dan ditangani bersama. Bagi jaringan D.I. Rentang, pemeliharaan saluran menjadi semakin penting saat pasokan air harus dibagi ke berbagai wilayah layanan. Gangguan kecil pada satu bagian saluran dapat memengaruhi kelancaran aliran menuju bagian jaringan berikutnya. Karena itu, menjaga saluran tetap bersih menjadi pekerjaan yang tidak menunggu sampai terjadi gangguan. Gerakan Irigasi Bersih tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan turut mendukung Asta Cita, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan nasional. Namun di lapangan, kegiatannya jauh lebih sederhana: pemerintah dan petani turun bersama, membersihkan jalur air yang setiap hari dibutuhkan untuk mengairi sawah. Di tengah kemarau dan ancaman berkurangnya ketersediaan air, saluran yang terawat menjadi salah satu hal yang bisa dijaga bersama agar air yang tersedia tidak berhenti sebelum mencapai lahan pertanian.