Publikasi
Berita Balai
JAGA KEBERSIHAN WADUK JATIGEDE; TIM BBWS CIMANUK CISANGGARUNG BERSAMA DENGAN MASYARAKAT WADO KEMBALI GALAKAN AKSI SMS KAPAN
SUMEDANG - Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung bersama dengan masyarakat kembali laksanakan aksi SMS KAPAN (Siapapun Membuang Sampah Kami Pilih Aksi Nyata) Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang pada Kamis (17/11/2022). Pada aksi SMS KAPAN kali ini, BBWS Cimanuk Cisanggarung menggandeng Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Wado dan Kecamatan Darmaraja, komunitas peduli sungai organisasi "Madara"Pemda Sumedang, TNI, POLRI, Pemdes Wado, BPBD Kabupaten Sumedang, Lembaga Sosial Masyarakat dan Karang Taruna Desa Wado. Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Kepala BBWS Dr. Ismail Widadi, ST, M.Sc mengisntruksikan bahwa menjaga kebersihan bendungan adalah tugas dan tanggung jawab bersama. Dengan menjaga kebersihan waduk atau area genangan tetunya juga akan memengaruhi dampak pada lingkungan sekitar. Aksi SMS KAPAN yang kini dilakukan secara rutin setiap 3 bulan sekali diharapkan mampu menjaga kualitas air di waduk Jatigede dan memupuk rasa peduli masyarakat akan kebersihan dan kepekaan untuk menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan. (PPID - Cimancis)
PENANDATANGANAN 6 PAKET RIMP OLEH BBWS CIMANUK CISANGGARUNG DISAKSIKAN OLEH PARA DIREKTUR DAN REKAN WARTAWAN
CIREBON - Modernisasi Jaringan Irigasi Rentang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang didasari dengan Peraturan Presiden No. 109 tahun 2020. Sebagai salah satu cara percepatan progres, BBWS Cimanuk Cisanggarung selenggarakan penandatanganan kontrak Paket ICB LSS 01, LSS 07, LOS 01, LOS 02, LOS 03 dan LOS 04 pada Kamis (17/11/2022). Kegiatan penandatanganan kontrak ini disaksikan oleh Direktur Irigasi Rawa Suparji SST, MT, Direktur Operasi dan Pemeliharaan Adenan Rasyid, ST, MT, Kepala BWBS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi, ST, M.Sc, dan para direktur penyedia jasa. Dalam arahannya, Dir. Irwa menyatakan kepada pihak supervisi agar mengerjakan proyek ini dengan sebaik-baiknya, dan diharapkan pekerjaan kali ini bisa mendapat predikat lebih baik dari pekerjaan yang sebelumnya. Sehingga mampu memenuhi harapan dan ekspetasi dari seluruh pihak. Selain penandatanganan kontrak, acara kali ini juga dilengkapi dengan serah terima operasi dan pemeliharaan D.I Rentang area kanan dari Kepala SNVT PJPA kepada Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan BBWS Cimanuk Cisanggarung. (PPID - Cimancis)
BBWS CIMANUK CISANGGARUNG KOLABORASI DENGAN HATHI CABANG CIREBON GALAKAN SEMINAR MODERNISASI IRIGASI RENTANG
CIREBON - Irigasi di Indonesia dari wkatu ke waktu selalu diperbaiki dan di modernisasi. Hal ini dilakukan guna menjaga ketersediaan air khususnya untuk mengairi areal pesawahan dalam menunjang ketahanan pangan. Beradasarkan hal tersebut, BBWS Cimanuk Cisanggarung berkolaborasi dengan HATHI Cabang Cirebon galakan seminar dengan tema “Modernisasi Irigasi Rentang untuk Menunjang Ketahanan Pangan” pada Kamis (17/11/2022). Dengan pembicara yang ahli dan kompeten di bidangnya seperti Direktur Irigasi Rawa Suparji SST, MT, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi, ST, M.Sc dan Ketua HATHI Cabang Cirebon Fathurrahman Robandi, ST, MT. Dalam seminar, Dir.Irwa menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sumber air yang melimpah, oleh karenanya perlu dilakukan optimalisasi dengan modernisasi atau pengelolaan jaringan sumber daya air demi menunjang ketahanan pangan di Indonesia. Sampai saat ini, Indonesia telah melakukan modernisasi di 6 Daerah Irigasi diantaranya Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Dilanjutkan dengan paparan dari Kepala BBWS yang menggambarkan profil Daerah Irigasi Rentang yang sudah dibangun sejak 1911, progres fisik dan non fisik yang sudah dilakukan dalam modernisasi irigasi, beberapa tantangan dalam pekerjaan modernisasi irigasi, dan beberapa kegiatan pendukung modernisasi irigasi seperti restrukturisasi P3A, demonstrasi Plot, dan penataan aset. Sebagai pelengkap, Ketua HATHI cabang Cirebon memaparkan bahwa menentukan prioritas dalam pengelolaan irigasi dengan evaluasi pada kinerja petugas yaitu aspek manajerial pada instasi pengelola prioritas moderinasi irigasi yakni ketersediaan air irigasi, SDM pengelola irigasi, prasarana/infrastruktur irigasi,sistem pengelolaan irigasi, dan penguatan pada lembaga pengelolaan irigasi. (PPID - Cimancis)
DITARGETKAN RAMPUNG SEBELUM MALAM TAHUN BARU; PEMBANGUNAN MUARA SUNGAI MUNDU DITINJAU LANGSUNG OLEH KEPALA BBWS CIMANUK CISANGGARUNG
CIREBON - Pembangunan Pengaman Muara Sungai Mundu yang berlokasi di DAS Kenari, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon kembali ditinjau oleh Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi, ST, M.Sc beserta jajarannya pada Selasa (15/11.2022). Saat ditinjau, progres fisik pembangunan pengaman muara Sungai Mundu sudah mencapai 67,65% dan telah rampung pemasangan CCSP sebanyak 304 pcs di sepanjang bibir muara (300 meter). Dan akan dilakukan pasangan batu sejauh 120 meter, perbaikan jalan inspeksi dan drainase sepanjang 600 meter. Dalam arahannya, Kepala BBWS menyampaikan bahwa salah satu inovasi yang dilakukan oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung adalah dengan menggunakan ketersediaan CCSP milik Direktorat Jenderal SDA sehingga bisa memangkas biaya proyek. Kelak, biaya yang terpangkas ini akan dilakukan untuk optimalisasi pekerjaan seperti pembuatan lanskap taman di muara Sungai Mundu. Dengan melihat percepatan progres yang naik hampir sebesar 5% dalam kurun waktu satu minggu, Kepala BBWS menargetkan sebelum malam tahun baru, masyarakat di Kabupaten Cirebon sudah bisa menikmati wajah baru muara Sungai Mundu. (PPID - Cimancis)
KEPALA BBWS BERIKAN APRESIASI ATAS PERCEPATAN PENINGKATAN PROGRES FISIK DIATAS 5% DALAM SEMINGGU
CIREBON - Dalam rangka monitoring progres pekerjaan, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi, ST, M.Sc pimpin RAPIM dengan seluruh senior manager dan para PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pada Rabu (16/11/2022). Dalam RAPIM, masing-masing senior manager memaparkan progres pekerjaan dan isu yang terjadi di lapangan. Diantaranya pembangunan pengaman muara sungai mundu yang sudah rampung pemasangan CCSP, penataan kawasan di Bendungan Malahayu Kabupaten Brebes, penataan kawasan Sungai Citameng Kabupaten Garut, dst. Dalam arahannya, Kepala BBWS mengapresiasi pekerjaan yang sudah mencapai kenaikan progres fisik mencapai 5% dalam waktu satu minggu. Dan bagi pekerjaan yang lain diharapkan mampu meningkatkan performa kerja agar bisa mencapai progres fisik tinggi sebelum akhir tahun. Dan untuk penataan kawasan yang diperuntukan bagi destinasi wisata di Bendungan Malahayu, pastikan ada petugas UPB (Unit Pengelola Bendungan) untuk memonitor langsung kegiatan disana. Sementara itu, bagi PPK non fisik, diaharpkan bisa memvisualisasikan hasil kinerja tahunannya dalam bentuk buku. Buku yang dimaksud adalah bahan bacaan yang mencakup informasi pekerjaan, kendala yang dialami, solusi apa yang dilakukan, sampai bagaimana penyelesaian di lapangan. Kelak, buku inilah yang akan menjadi jendela, atau bahan referensi untuk pekerjaan selanjutnya. (PPID - Cimancis)
KEPALA BBWS CIMANUK CISANGGARUNG INGATKAN KONSEP PARIS SEBAGAI PONDASI CARA MEMIMPIN YANG BIJAKSANA
CIREBON - Setiap Selasa Pagi, BBWS Cimanuk Cisanggarung memiliki inovasi Arahan Selasa Pagi (ASP) sebagai wahana arahan langsung Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi, ST, M.Sc kepada para manager. ASP pada kali ini dilaksanakan di halaman kantor pada Selasa (15/11/2022). Dalam arahannya, Kepala BBWS mengingatkan kembali konsep PARIS (Perhatian, Arahan, Respon, Inklusif, Solusi) sebagai pondasi cara memimpin yang bijaksana di lingkungan BBWS Cimanuk Cisanggarung. Meskipun sudah menjadi manager, namun sikap pegawai harus tetap ditonjolkan. Terdapat 5 point utama dalam konsep PARIS. Pertama perhatian, sebagai seorang manager sudah sepantasnya kita memberikan perhatian kepada para staff. Hal ini tentunya akan berpengaruh juga pada kinerja staff yang dipimpin. Kedua adalah arahan, sebagai pimpinan tentu saja salah satu tugas utamanya adalah memberikan arahan kepada staff. Berikan arahan yang sesuai dengan tupoksinya. Point selanjutnya adalah respon. Setelah diberikan arahan dan staff menyerahkan pekerjaan hasil arahan, para manajer harus meresponnya dan memberikan koreksi. Tentunya respon agar pekerjaan yang dilakukan menuju ke arah yang lebih baik. Point ke-empat adalah inklusif, semua perhatian yang diberikan sama, tidak ada yang di spesialkan. Dan point terakhir adalah solusi. Sebagai manajer, sudah sepantasnya kita memberikan solusi atas persoalan yang dialami oleh staff kita, karena secara tidak langsung permasalah yang mereka alami pasti bersangkutan dengan pekerjaan. (PPID - Cimancis)