Publikasi

Berita Balai

MEMANTAU KESIAPSIAGAAN INFRASTRUKTUR SDA MENJELANG MUSIM PENGHUJAN, KEPALA BBWS CIMANUK CISANGGARUNG KELILING DI WILAYAH TIMUR KABUPATEN CIREBON
Balai Berita
01 Oct 2020

MEMANTAU KESIAPSIAGAAN INFRASTRUKTUR SDA MENJELANG MUSIM PENGHUJAN, KEPALA BBWS CIMANUK CISANGGARUNG KELILING DI WILAYAH TIMUR KABUPATEN CIREBON

CIREBON - Dalam rangka memastikan Infrastruktur Sumber Daya Air milik BBWS Cimanuk Cisanggarung siap menghadapi musim penghujan 2020/2021, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr.Ismail Widadi, ST., M.Sc. hari ini selasa (29/09/2020) berkelilingndi wilayah timur Kabupaten Cirebon yang mempunyai potensi kejadian banjir. Dalam safari kunjungannya Kepala Balai mengarahkan kepada jajarannya untuk mengefektifkan Tim Siaga Bencana yang sudah ada dengan cara, pertama keterlibatan/partisipasi bersama seluruh anggota, gunakan analogi "siskamling", kedua mitigasi atau pengurangan resiko, kejadian bencana banjir tidak boleh terulang dan seandainya terulang skalanya tidak sebesar kejadian sebelumnya, ketiga tidak panik atau gagap bila kejadian bencana terjadi gunakan SOP yang ada, keempat gunakan indikator, kapan harus bergerak, gunakan tanda-tanda atau sinyal, kelima gunakan komunikasi yang jelas siapa harus dihubungi dan prosedur apa yang digunakan harus jelas semuanya, termasuk alat berat dan material bahan banjiran. (PPID - Cimancis)

ANTISIPASI MUSIM HUJAN, BBWS CIMANUK CISANGGARUNG SELENGGARAKAN RAPAT KOORDINASI INTERNAL SATUAN TUGAS SIAGA BENCANA.
Balai Berita
01 Oct 2020

ANTISIPASI MUSIM HUJAN, BBWS CIMANUK CISANGGARUNG SELENGGARAKAN RAPAT KOORDINASI INTERNAL SATUAN TUGAS SIAGA BENCANA.

CIREBON – Menyongsong datangnya musim hujan di wilayah kerja BBWS Cimanuk Cisanggarung, hari ini Senin (28/09/2020) diselenggarakan Rapat Koordinasi Internal Satuan Tugas Siaga Bencana Secara tatap muka dan virtual meeting, yang dihadiri oleh seluruh anggota satuan tugas, diawali dengan pembukaan dan pengarahan dari Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi, ST, M.Sc. Dalam pengarahannya Kepala Balai menyampaikan sebagai manajer sumber daya air, ada atau tidak ada penugasan semua harus siaga menghadapi bencana, untuk itu diharapkan, pertama harus ada system siaga antisipasi bencana, jangan sampai terjadi kejadian bencana pada titik kejadian bencana sebelumnya, dengan memaksimalkan informasi dari walkthrough, utamakan analisis dari Tim Satuan Tugas Bencana BBWS selain informasi dari masyarakat, dan segera atasi titik-titik rawan yang teridentifikasi, kedua meningkatkan kewaspadaan masyarakat minimal 500 meter dari titik potensi bencana, ketiga kepada para petugas piket untuk selalu bertanggungjawab terhadap sumber daya yang ada pada saat jam bertugas, sedangkan kepada para petugas lapangan usahakan terus memonitor titik-titik kritis yang ada. (PPID-Cimancis).