Publikasi
Berita Balai
OPTIMALISASI FUNGSI DAN PEMBAHARUAN DATA LAYANAN IRIGASI, FOKUS KUNJUNGAN KEPALA BBWS CIMANUK CISANGGARUNG DI BENDUNG COPONG KABUPATEN GARUT.
GARUT – Bendung Copong di Desa Sukasenang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut yang melayani Daerah irigasi (DI) Leuwigoong dengan luas areal layanan 5.313 hektar berada di 11 Kecamatan, hari Selasa (03/11/2020) dikunjungi Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi, ST, M.Sc. “Bendung Copong dibangun pada tahun 2010 sd tahun 2014 berfungsi untuk menaikkan dan mempertahankan tinggi muka air Sungai Cimanuk sehingga bisa dialirkan ke saluran irigasi hingga musim kemarau datang, ditambah dengan telah selesainya pembangunan/rehabilitasi/peningkatan saluran primer, irigasi sekunder , dan bangunan irigasi, diharapkan Bendung Copong sudah bisa berfungsi optimal untuk menjawab permasalah kerusakan saluran yang mengakibatkan tingginya kehilangan air, pendangkalan pada saluran irigasi, dan kerusakan pada bangunan-bangunan air serta beberapa pintu yang tidak dapat dioperasikan pada jaringan irigasi di DI Leuwigoong” demikian Kepala BBWS menyampaikan. Selanjutnya kepada jajaranya Kepala BBWS mengarahkan, pertama perbaikan data layanan irigasi di BBWS Cimanuk Cisanggarung, kedua perencanaan yang mengakomodir green belt area, ketiga pencatatan asset mulai dari pelaksanaan proyek (termasuk APD dan direksi keet), keempat fungsionalisasi infrastruktur semaksimal mungkin dicapai di akhir proyek, dan kelima pengelolaan asset BBWS Cimanuk Cisanggarung dioptimalkan sesuai ketentuan hukum yang ada. (PPID-Cimancis)
KEPALA BBWS CIMANUK CISANGGARUNG DUKUNG PENATAAN KAWASAN PARIWISATA SITU BAGENDIT KABUPATEN GARUT.
GARUT – Situ Bagendit yang berlokasi di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut yang dalam waktu dekat akan dilakukan penataan kawasan pariwisatanya oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Barat, hari Selasa (03/11/2020) dikunjungi Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr.Ismail Widadi, ST, M.Sc. “Situ Bagendit sebagai kawasan lindung yang dimanfaatkan pula sebagai kawasan wisata fungsinya harus berjalan beriringan antara fungsi untuk memelihara dan menjaga kelestarian lingkungan dan fungsi ekonomi, BBWS Cimanuk Cisanggarung melakukan perlindungan dan pelestarian sebagai bentuk kegiatan konservasi melalui pengelolaan sarana dan prasarana di badan air di batas sempadan guna menjaga keberlanjutan fungsi situ terhadap pelayanan SDA”, demikian penjelasan Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung. Selanjutnya terkait dengan penataan kawasan pariwisata Situ Bagendit Kepala BBWS menyampaikan, pertama BBWS mendukung instruksi Menteri PUPR hal penataan kawasan pariwisata Situ Bagendit yang dilaksanakan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Barat, kedua BBWS menugaskan tim pendamping dalam rangka monitoring pelaksanaan rekomtek yang telah diterbitkan, dan ketiga tim BBWS Cimanuk Cisanggarung berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam aspek kesesuaian dengan tata ruang. (PPID-Cimancis)
AKHIR PEKAN CUTI BERSAMA, KEPALA BBWS CIMANUK CISANGGARUNG INSPEKSI PENATAAN “KAMPUS” CIKALONG KOTA CIREBON
CIREBON – Dalam rangka optimalisasin penataan sempadan Sungai Cikalong di Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon, hari Minggu (01/11/2020) Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi, ST, M.Sc. melakukan inspeksi di lokasi Kawasan Manajemen Pemeliharaan Utilitas Sungai atau KAMPUS Cikalong. Kepala BBWS menyampaikan “Sungai Cikalong yang melintasi Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon mempunyai permasalahan penyempitan sempadan sungai akibat banyaknya bangunan liar dan aktifitas pembuangan sampah sehingga pada musim hujan seperti sekarang ini berpotensi menyebabkan banjur, selain upaya fisik dengan normalisasi untuk penangan masalah Sungai Cikalong, penataan kawasan Sungai Cikalong sendiri diharapkan akan meningkatkan kesadaran dan semangat masyarakat untuk menjaga kebersihannya”. Selanjutnya Kepala BBWS mengarahkan kepada jajarannya, pertama KAMPUS adalah tempat belajar dan sharing pengetahuan dan pengalaman segala hal tentang sungai, kedua semua yang ada di KAMPUS, adalah alat-alat dan media belajar, bukan bangunan permanen untuk kegiatan permanen, dan ketiga KAMPUS perlu dilengkapi signage atau papan informasi yang edukatif. (PPID-Cimancis).
PROYEK MODERNISASI JARINGAN IRIGASI RENTANG PADA KANTONG LUMPUR SALURAN INDUK CIPELANG DIINSPEKSI KEPALA BBWS CIMANUK CISANGGARUNG
MAJALENGKA – Proyek Modernisasi Jaringan Irigasi Rentang atau yang sering disebut Rentang Irrigation Modernization Project (RIMP) pada ruas kantong lumpur Saluran Induk Cipelang sepanjang 420 meter hari Minggu (01/11/2020) diinspeksi oleh Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi, ST, M.Sc. “Pada kantong lumpur Saluran Induk Cipelang yang akan dilakukan pekerjaan RIMP, terbagi dua bagian, pada bagian kanan terdapat lintasan slalom kano yang digunakan pada ajang Asian Games 2018 lalu, sedangkan bagian kiri berfungsi penuh sebagai saluran irigasi, setelah dilakukan perbaikan dan peningkatan nantinya diharapkan kapasitas layanan irigasi akan meningkat, layanan Operasi dan Pemeliharaannya juga bisa semakin baik dan tetap bisa digunakan untuk sarana latihan olah raga slalom kano” demikian kata Kepala BBWS. Dalam kesempatan pengarahan kepada Tim SIGAB posko Bendung Rentang Wilayah Kabupaten Majalengka Kepala BBWS mengapresiasi kinerja Tim secara keseluruhan, yang telah bekerja dengan baik, disiplin dan selalu waspada untuk setiap hari menelusuri infrastruktur SDA yang menjadi tanggungjawabnya dan rutin melaporkan kondisi dilapangan, semoga Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung aman tidak ada kejadian bencana, demikian akhir pengarahan Kepala BBWS. (PPID-Cimancis)
DENGAN SEMANGAT SUMPAH PEMUDA, KEPALA BBWS CIMANUK CISANGGARUNG AJAK SEMUA PIHAK FOKUS TUNTASKAN BENDUNGAN KUNINGAN.
CIREBON – “Bendungan Kuningan sebgai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicita-citakan oleh masyarakat Kabupaten Kuningan dan Provinsi Jawa Barat, bahkan oleh Bangsa Indonesia harus diselesaikan, demikian disampaikan oleh Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi, ST., M.Sc dalam rapat Percepatan Penyelesaian Bendungan Kuningan antara BBWS Cimanuk Cisanggarung, Pemkab. Kuningan, tokoh-tokoh masyarakat, dan SKPD terkait. “Pembangunan Bendungan Kuningan merupakan program Pemerintah sebagai penghargaan atas cita-cita masyarakat Kabupaten Kuningan yang berfungsi untuk pemenuham kebutuhan air irgasi, air baku, serta pengendalian banjir, BBWS Cimanuk Cisanggarung berperan dalam tahap pelaksanaan konstruksi dan pembayaran pembebasan lahan, sedangkan permasalahan pembebasan lahan itu sendiri merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, progress konstruksi Bendungan Kuningan sampai dengan saat ini telah mencapai 99.6% adapun pembebasan lahannya telah mencapai 94,5%, dengan semangat “Sumpah Pemuda 1928” diharapkan ada semangat perjuangan dan pengorbanan dari masyarakat agar proses penggenangan bisa segera dilaksanakan, masalah pembebasan lahan bisa segera diselesaikan oleh pihak-pihak sesuai dengan perannya, shingga manfaat dari dibangunnya bendungan tersebut dapat segera dirasakan”, demikian akhir sambutan Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung. (PPID-Cimancis)
Tuntaskan Penanganan Dampak Primer, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung inginkan peningkatan Kinerja Pengelolaan Bendungan Jatigede
SUMEDANG - Dalam rangka penanganan dampak primer pembangunan Bendungan Jatigede, Oktober 2020 kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi, ST., M.Sc. menyaksikan pembayaran uang tunai pengganti rumah tinggal dan uang santunan berdasarkan Keputusan Pengadilan Negeri Sumedang untuk penanganan dampak sosial kemasyarakatan pembangunan Bendungan Jatigede terhadap 235 putusan senilai 25,5 Milyar. Dalam sambutannya Kepala BBWS menyampaikan "agar kinerja Bendungan Jatigede bisa tercapai sesuai yang direncanakan, pengelolaan bendungan harus dilaksanakan dengan baik, agar bisa memberikan kualitas layanan maksimal baik dari sisi pengendalian banjir, pemberian air irigasi dan air baku, PLTA, serta fungsi layanan lainnya seperti pariwisata". "Ada 3 isu/permasalahan utama padapengelolaan Bendungan Jatigede yaitu pengamanan kawasan bendungan, Pengelolaan Quarry Bukit Gunung Julang, serta Pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA), ketiga permasalahan tersebut harus segera dicarika solusinya karena merupakan satu kesatuan yang berpengaruh terhadap kinerja pengelolaan bendungan" demikian Kepala BBWS dalam akhir sambutannya. (PPID - Cimancis)