Publikasi

Berita

Bantuan Air Bersih Disalurkan ke Polsek Ujungjaya di Tengah Kemarau
Balai Berita
11 Aug 2026

Bantuan Air Bersih Disalurkan ke Polsek Ujungjaya di Tengah Kemarau

Keterbatasan air bersih mulai dirasakan di sejumlah wilayah selama musim kemarau. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian di Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, dengan penyaluran bantuan air bersih ke Polsek Ujungjaya untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lingkungan pelayanan dan masyarakat sekitar. Pasokan air diberikan ketika sumber air di sejumlah lokasi mengalami penurunan akibat berlangsungnya musim kemarau. Air bersih yang diterima dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari di lingkungan Polsek sekaligus membantu mengurangi tekanan terhadap ketersediaan air yang dirasakan masyarakat di sekitarnya. Penyaluran ini menjadi bagian dari respons BBWS Cimanuk Cisanggarung terhadap kondisi kekeringan di wilayah kerja. Selain kebutuhan rumah tangga, keterbatasan air juga dapat memengaruhi aktivitas pelayanan dan kegiatan masyarakat yang bergantung pada ketersediaan air setiap hari. Di tengah kemarau yang masih berlangsung, tambahan pasokan menjadi penting bagi wilayah yang sumber airnya belum mencukupi. Distribusi dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sambil menunggu kondisi ketersediaan air kembali membaik.

5.000 Liter Air Disalurkan untuk Warga Desa Slangit
Balai Berita
11 Aug 2026

5.000 Liter Air Disalurkan untuk Warga Desa Slangit

Keterbatasan sumber air masih dirasakan warga Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon. Kondisi tersebut membuat pasokan tambahan dibutuhkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat di beberapa titik yang terdampak kekeringan. Pada 10 Agustus 2026, BBWS Cimanuk Cisanggarung menyalurkan 5.000 liter air ke Desa Slangit. Distribusi dilakukan pada tiga titik permukiman dengan jumlah penerima yang berbeda. Pasokan air diberikan kepada warga RT 017/RW 005, Dusun IV, yang mencakup 142 KK atau 262 jiwa. Distribusi juga menjangkau RT 009/RW 003 dengan penerima 90 KK atau 245 jiwa, serta Dusun III, RT 012/RW 004, yang dihuni sekitar 113 KK atau 186 jiwa. Bagi warga di ketiga lokasi tersebut, pasokan tambahan menjadi penting ketika sumber air setempat tidak lagi mudah diperoleh. Air yang diterima digunakan untuk kebutuhan sehari-hari selama kondisi ketersediaan air belum kembali seperti semula. Warga menyampaikan bahwa distribusi tersebut cukup membantu di tengah keterbatasan pasokan yang mereka hadapi. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak kekeringan, tambahan air menjadi salah satu kebutuhan yang langsung terasa manfaatnya dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi di Desa Slangit menjadi gambaran bahwa dampak kemarau tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air untuk pertanian. Ketika sumber air menurun, kebutuhan dasar masyarakat pun ikut terdampak dan memerlukan penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Lining 268 Meter Perkuat Jaringan Irigasi D.I. Sigong
Balai Berita
11 Aug 2026

Lining 268 Meter Perkuat Jaringan Irigasi D.I. Sigong

Di Blok Sawah Golampit, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, jaringan irigasi D.I. Sigong diperkuat melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Pekerjaan tersebut dikelola oleh P3A Mitra Cai Gapoktan Cikahuripan dengan pembangunan lining pasangan batu sepanjang 268 meter. Lining dibangun pada jaringan yang melayani lahan pertanian di sekitar Blok Sawah Golampit. Perbaikan ini ditujukan untuk mengembalikan fungsi layanan irigasi yang sebelumnya mencakup 15 hektare, menjadi 20 hektare setelah pekerjaan selesai. Bertambahnya luas layanan berarti ada tambahan lahan pertanian yang dapat kembali memperoleh pasokan air dari jaringan irigasi. Kondisi ini menjadi penting terutama ketika kebutuhan air untuk pertanian meningkat dan kelancaran distribusi harus dijaga sampai ke petak-petak sawah. Pekerjaan P3-TGAI tersebut juga melibatkan tenaga kerja masyarakat. Pelaksanaannya menyerap 551 Hari Orang Kerja (HOK), sehingga kegiatan memberikan manfaat di dua sisi: memperbaiki jaringan irigasi sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat selama pekerjaan berlangsung. Di lapangan, hasil pembangunan tidak hanya diukur dari panjang lining yang terpasang. Capaian lainnya terlihat dari bertambahnya luas lahan yang kembali masuk dalam cakupan layanan irigasi, dari 15 hektare menjadi 20 hektare.

Dari Air yang Kerap Terhenti, Petani Kandanghaur Kini Kembali Mendapat Aliran
Balai Berita
11 Aug 2026

Dari Air yang Kerap Terhenti, Petani Kandanghaur Kini Kembali Mendapat Aliran

Bagi petani di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Musim Tanam (MT) II selama bertahun-tahun menjadi periode yang tidak mudah. Air dari jaringan irigasi kerap berhenti sebelum mencapai wilayah hilir. Salah satu titik yang merasakan kondisi tersebut berada di sekitar pintu air B.Tp.3, tempat petani harus menghadapi ketidakpastian pasokan untuk sawah mereka. Perubahan mulai dilakukan pada awal 2025. Pengaturan tata gilir air dibenahi, pengelolaan Daerah Irigasi (D.I.) Rentang diperkuat, dan distribusi air disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Pola tersebut kemudian diterapkan dalam pengaturan layanan irigasi menuju wilayah hilir. Perbedaannya mulai dirasakan petani. Sejak MT II 2025 hingga MT II 2026, aliran irigasi ke wilayah Kandanghaur berlangsung lebih stabil dibandingkan kondisi sebelumnya. Air yang selama ini kerap terhenti sebelum mencapai sawah mulai dapat diteruskan hingga wilayah hilir, termasuk lahan di sekitar B.Tp.3. Bagi petani, perubahan tersebut terlihat langsung dari kondisi sawah. Ketika pasokan air lebih teratur, pengolahan lahan dan kegiatan budidaya dapat dilakukan dengan kepastian yang lebih baik. Petani tidak lagi hanya menunggu apakah air akan sampai, tetapi dapat menyesuaikan kegiatan di sawah dengan ketersediaan air yang diterima. Perbaikan pengelolaan tersebut mendapat apresiasi dari petani Kandanghaur pada 4 Agustus 2026. Bagi mereka, keberhasilan layanan irigasi tidak cukup dilihat dari air yang tersedia di bagian hulu. Ukurannya adalah ketika air benar-benar mencapai petak sawah di wilayah hilir dan dapat digunakan untuk menjalankan musim tanam. Pengalaman di Kandanghaur menunjukkan bahwa distribusi air di jaringan irigasi membutuhkan pengaturan yang mengikuti kondisi lapangan. Ketika tata gilir dan pengelolaan jaringan dapat berjalan lebih teratur, aliran yang sebelumnya terhenti di tengah perjalanan dapat kembali mencapai lahan yang berada di ujung layanan.

Panen MT II di Blok Kaligawe, Petani Kandanghaur Sampaikan Apresiasi
Balai Berita
11 Aug 2026

Panen MT II di Blok Kaligawe, Petani Kandanghaur Sampaikan Apresiasi

Panen Musim Tanam (MT) II di Blok Kaligawe, Desa Bulak, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, menjadi kabar baik bagi petani setempat. Lahan pertanian seluas 50 hektare berhasil memasuki masa panen setelah melewati satu musim tanam. Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Bulak. Bagi masyarakat setempat, panen bukan hanya soal hasil yang sudah dapat dipetik, tetapi juga menjadi penanda bahwa lahan pertanian dapat tetap diusahakan hingga akhir musim tanam. Kondisi ini tidak terlepas dari kebutuhan air yang harus dijaga selama proses budidaya berlangsung. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting bagi petani untuk mempertahankan pertumbuhan tanaman sejak masa tanam hingga memasuki panen. Apresiasi Pemerintah Desa Bulak menjadi gambaran dari manfaat yang dirasakan di tingkat lapangan. Ketika kebutuhan air dapat terlayani, petani memiliki kesempatan untuk menyelesaikan musim tanam dan membawa tanaman hingga masa panen. Di Blok Kaligawe, hasil panen MT II menjadi kabar yang dinanti para petani. Sawah yang kembali menghasilkan menjadi bagian dari cerita tentang bagaimana layanan air irigasi berpengaruh langsung pada aktivitas pertanian di wilayah hilir.

Uji Operasi Pintu Spillway Bendungan Jatigede Pastikan Kesiapan Menghadapi Kemarau
Balai Berita
09 Aug 2026

Uji Operasi Pintu Spillway Bendungan Jatigede Pastikan Kesiapan Menghadapi Kemarau

Memasuki musim kemarau, pengelolaan air Bendungan Jatigede membutuhkan kesiapan sistem operasi yang baik. Ketika kondisi hidrologi berubah dan kebutuhan air di wilayah layanan tetap berjalan, setiap komponen bendungan harus berada dalam kondisi siap digunakan sesuai fungsi dan prosedur operasinya. Salah satu bagian yang diperiksa adalah Pintu Spillway Nomor 2 dan Nomor 3 melalui uji operasi yang dilakukan dengan dua metode, yaitu secara manual dan remote. Pengujian ini dilaksanakan bersama tim AJK, OP 3, dan BMN untuk memastikan sistem pengoperasian pintu dapat berjalan sebagaimana mestinya. Pengujian dilakukan dengan mengoperasikan pintu melalui masing-masing metode dan mengamati respons sistem selama proses berlangsung. Kesiapan mekanisme penggerak dan sistem kendali menjadi bagian penting dalam pemeriksaan, mengingat pintu spillway merupakan salah satu komponen hidromekanikal yang digunakan dalam pengaturan pelepasan air dari waduk. Kesiapan tersebut menjadi semakin penting ketika bendungan dioperasikan pada kondisi musim kemarau. Di satu sisi, ketersediaan air perlu dikelola dengan cermat untuk memenuhi kebutuhan di daerah layanan. Di sisi lain, kondisi muka air waduk tetap harus dipantau dan dikendalikan sesuai ketentuan operasi. Karena itu, keandalan peralatan pengatur dan pengeluaran air perlu dipastikan melalui pemeriksaan serta uji operasi secara berkala. Bagi pengelolaan sumber daya air, kesiapan peralatan bendungan bukan hanya berkaitan dengan satu kondisi hidrologi. Sistem harus siap merespons perubahan kondisi waduk dan kebutuhan operasi, termasuk ketika wilayah layanan menghadapi tekanan akibat berkurangnya ketersediaan air selama kemarau. Uji operasi Pintu Spillway Nomor 2 dan Nomor 3 menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan kesiapan Bendungan Jatigede. Dengan sistem pengoperasian yang teruji dan peralatan yang siap digunakan, pengelolaan tampungan dapat dilakukan dengan lebih terukur dalam menghadapi dinamika kondisi air selama musim kemarau.