Rehabilitasi Bendung Karet Kumpulkuista Tingkatkan Keandalan Layanan Sumber Daya Air

Rehabilitasi Bendung Karet Kumpulkuista Tingkatkan Keandalan Layanan Sumber Daya Air

28 July 2026 31 views

BBWS Cimanuk Cisanggarung melaksanakan rehabilitasi Bendung Karet Kumpulkuista sebagai bagian dari upaya pemeliharaan infrastruktur sumber daya air untuk menjaga keandalan layanan bendung. Kegiatan ini ditujukan untuk memastikan bangunan tetap berfungsi sesuai peruntukannya dalam mendukung pengelolaan sumber daya air, sekaligus mempertahankan kinerja infrastruktur yang telah beroperasi dalam melayani kebutuhan masyarakat.

Pekerjaan rehabilitasi diawali dengan pelaksanaan temporary diversion atau pengalihan alur sungai sementara. Tahapan ini dilakukan untuk mengendalikan aliran air selama proses konstruksi sehingga area pekerjaan tetap aman dan pekerjaan rehabilitasi dapat dilaksanakan secara efektif tanpa mengganggu stabilitas sungai maupun keselamatan pelaksana di lapangan.

Setelah pengalihan aliran selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengerukan sedimentasi pada area bendung. Material sedimen yang mengendap diangkat untuk mengembalikan kapasitas penampang aliran serta menyediakan ruang kerja yang memadai bagi pelaksanaan rehabilitasi. Langkah tersebut juga mendukung kelancaran aliran air selama pekerjaan berlangsung dan menjadi bagian penting dalam pemulihan fungsi hidraulik bangunan.

Setiap tahapan rehabilitasi dilaksanakan secara bertahap sesuai metode pelaksanaan pekerjaan dan pengawasan teknis di lapangan. Pelaksanaan konstruksi memperhatikan kondisi eksisting bendung, karakteristik aliran sungai, serta kebutuhan pengoperasian bangunan agar hasil rehabilitasi mampu mendukung kinerja bendung secara optimal setelah pekerjaan selesai.

Melalui rehabilitasi Bendung Karet Kumpulkuista, BBWS Cimanuk Cisanggarung berupaya meningkatkan keandalan bangunan dalam mengatur dan mendistribusikan air sesuai kebutuhan layanan. Dengan kondisi infrastruktur yang lebih baik, diharapkan risiko gangguan operasional dapat ditekan, kapasitas pelayanan bendung tetap terjaga, serta fungsi pengelolaan sumber daya air di wilayah terkait dapat berlangsung secara lebih efektif.