Bendungan Malahayu: Penopang Ketahanan Air dan Pangan di Kabupaten Brebes
20 October 2025
130 views
BBWS Cimanuk Cisanggarung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air melalui optimalisasi fungsi Bendungan Malahayu di Kabupaten Brebes. Bendungan yang dibangun sejak tahun 1930 ini memiliki peran strategis dalam menopang kehidupan masyarakat, terutama sebagai sumber utama air irigasi pertanian di wilayah Brebes bagian selatan.
Bendungan Malahayu berkapasitas tampung sekitar 14,2 juta meter kubik dan menjadi penyuplai utama bagi Daerah Irigasi (D.I.) Malahayu yang mencakup layanan seluas kurang lebih 2.600 hektare lahan pertanian (data BBWS Cimanuk Cisanggarung, 2024). Ketersediaan air dari bendungan ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Brebes, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi dan hortikultura terbesar di Jawa Tengah.
Selain berfungsi untuk irigasi, Bendungan Malahayu juga memiliki manfaat penting sebagai sarana konservasi sumber daya air, pengendali banjir musiman, serta penyedia potensi wisata air dan edukasi lingkungan bagi masyarakat sekitar. Pengelolaan bendungan dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekologi, dan sosial, agar keberadaannya dapat terus memberikan manfaat lintas sektor.
Dari sisi ketahanan pangan, peran Bendungan Malahayu sangat vital dalam mendukung program swasembada pangan nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Melalui pengelolaan air yang efisien, bendungan ini memastikan air irigasi tersedia sepanjang musim tanam, sehingga indeks pertanaman dapat ditingkatkan hingga dua kali tanam per tahun di sebagian besar wilayah layanan.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, BBWS Cimanuk Cisanggarung bertekad menjaga keberlanjutan Bendungan Malahayu sebagai infrastruktur vital yang tidak hanya mengairi sawah, tetapi juga menumbuhkan harapan bagi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan bangsa.