Pembangunan Sumur JIAT: Menjaga Ketersediaan Air dan Mendukung Swasembada Pangan di Indramayu
28 October 2025
54 views
Dari tanah Indramayu, lahirlah harapan baru bagi ketahanan pangan nasional. Melalui pembangunan Sumur JIAT (Jaringan Irigasi Air Tanah), Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung melaksanakan amanat Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air yang menitikberatkan pada penguatan sistem irigasi dan pengelolaan air tanah berkelanjutan.
Program ini ditujukan untuk mengantisipasi keterbatasan air permukaan yang sering terjadi di wilayah pesisir utara Jawa Barat, terutama pada musim kemarau panjang. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu tahun 2024, sekitar 45 persen lahan pertanian di wilayah selatan dan timur Indramayu masih tergantung pada curah hujan dan belum sepenuhnya terlayani jaringan irigasi teknis. Melalui pembangunan sumur JIAT, air tanah dapat dimanfaatkan secara efisien untuk mengairi lahan pertanian di luar jangkauan jaringan irigasi permukaan.
Setiap sumur JIAT umumnya memiliki debit produksi antara 10–20 liter per detik, mampu melayani sekitar 25–30 hektare sawah, tergantung kondisi geologi dan kedalaman akuifer. Dengan tambahan pasokan air ini, indeks pertanaman (IP) di wilayah layanan dapat meningkat dari 180 persen menjadi 250 persen, atau memungkinkan petani menanam hingga tiga kali dalam setahun.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam mendukung Program Swasembada Pangan Nasional serta memperkuat kemandirian petani di Indramayu, yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyangga utama produksi beras Jawa Barat. Menurut Kementerian Pertanian, produksi padi Indramayu pada tahun 2023 mencapai 1,56 juta ton gabah kering giling (GKG), menempatkannya sebagai kabupaten dengan produksi padi terbesar di Jawa Barat.
Melalui pembangunan sumur JIAT, BBWS Cimanuk Cisanggarung tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga solusi berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan air, meningkatkan produktivitas pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan bagi generasi mendatang.