Rehabilitasi Saluran Tersier Rentang Dorong Ketahanan Pangan di Majalengka
28 October 2025
53 views
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 terus memperkuat sistem irigasi di Kabupaten Majalengka. Salah satu fokus kegiatan saat ini adalah peningkatan dan rehabilitasi jaringan tersier pada Saluran Tersier Bjth. 6Kn di Daerah Irigasi Rentang. Upaya ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memastikan distribusi air irigasi lebih optimal dan merata bagi para petani di wilayah tersebut.
Pekerjaan rehabilitasi ini mencakup perbaikan fisik saluran sepanjang 399 meter dengan layanan irigasi seluas 95 hektar. Sebelumnya, saluran mengalami kebocoran dan aliran air tidak mencapai lahan hilir secara merata, sehingga produktivitas pertanian terhambat. Dengan selesainya pekerjaan ini, distribusi air menjadi lebih lancar, diestimasi dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari 1,5 menjadi 2 kali tanam per tahun, sehingga hasil panen dan kesejahteraan petani dapat terdorong signifikan.
Menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka (2024), produktivitas padi di wilayah tersier sebelum rehabilitasi rata-rata 4,8 ton per hektar, dan setelah perbaikan saluran diproyeksikan meningkat hingga 5,5 ton per hektar, setara dengan peningkatan sekitar 15 persen. Dengan tambahan pasokan air yang merata, petani kini memiliki kesempatan untuk menanam secara lebih intensif dan efisien.
Pelaksanaan rehabilitasi ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar Kegiatan dan Kriteria Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air, yang menekankan pentingnya perencanaan, konstruksi, hingga pemeliharaan saluran irigasi untuk mencapai hasil yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung implementasi Inpres 02/2025 yang menargetkan percepatan pembangunan infrastruktur air demi ketahanan pangan nasional.
Dengan tersalurkannya air secara optimal, BBWS Cimanuk Cisanggarung memastikan lahan pertanian di Daerah Irigasi Rentang dapat produktif sepanjang tahun. Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga mendukung cita-cita swasembada pangan nasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan ekonomi petani di Majalengka dan sekitarnya.