Optimalisasi Saluran Irigasi Tersier: Dorong Produktivitas dan Ketahanan Pangan Petani
28 October 2025
113 views
Sobat Cimancis, keberhasilan pembangunan saluran irigasi tersier menjadi bukti komitmen BBWS Cimanuk Cisanggarung dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Saat ini, progres pekerjaan telah 100 persen rampung, dengan total panjang saluran 399 meter dan layanan areal pertanian seluas 95 hektare.
Sebelum dilakukan pembangunan, lahan pertanian di wilayah ini kerap mengalami kekurangan pasokan air, terutama pada musim tanam kedua (MT II), sehingga produktivitas tanaman belum mencapai potensi optimal. Setelah saluran selesai dibangun, distribusi air menjadi lebih lancar, merata, dan efisien, memungkinkan petani mengatur pola tanam secara lebih terencana dan berkelanjutan.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat tahun 2024, produktivitas padi di lahan beririgasi baik dapat mencapai 6,2–6,5 ton gabah kering panen per hektare, sedangkan pada lahan tadah hujan hanya berkisar 4–4,5 ton per hektare. Artinya, dengan berfungsinya saluran irigasi baru ini, potensi peningkatan hasil panen di wilayah layanan dapat mencapai sekitar 30–40 persen per musim tanam, sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi petani.
Pembangunan saluran ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air, yang menegaskan pentingnya peningkatan jaringan irigasi dalam mendukung swasembada pangan nasional. Selain itu, pekerjaan ini juga mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar Kegiatan dan Kriteria Pengelolaan Irigasi, yang memastikan seluruh tahapan pembangunan memenuhi standar teknis dan keberlanjutan fungsi jangka panjang.
Dengan rampungnya pembangunan ini, BBWS Cimanuk Cisanggarung tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga mewujudkan dampak nyata bagi kesejahteraan petani dan keberlanjutan pertanian. Aliran air yang kini menghidupi lahan-lahan produktif menjadi simbol harapan baru bagi pertanian yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.