Air yang Dikelola dengan Baik, Kunci Ketahanan Pangan Negeri

Air yang Dikelola dengan Baik, Kunci Ketahanan Pangan Negeri

31 October 2025 52 views
Air merupakan sumber kehidupan dan menjadi penentu keberhasilan pertanian di Indonesia. Dengan pengelolaan air yang terencana dan berkelanjutan, rantai produktivitas pertanian dapat terjaga dari hulu hingga hilir — mulai dari bendungan, jaringan irigasi, hingga hasil panen petani. Sebuah contoh instrumen besar adalah Bendungan Jatigede di Jawa Barat yang memiliki kapasitas tampungan hingga ± 980 juta m³ dan melayani irigasi seluas sekitar 90.000 hektare di kawasan Cirebon, Indramayu, dan Majalengka. Tanpa keberadaan bendungan yang stabil, pasokan air akan sangat rentan terhadap musim kemarau dan perubahan iklim, sehingga produksi pangan dapat terganggu. Setelah bendungan sebagai sumber air utama, sistem irigasi berfungsi sebagai jalur pengantar air ke sawah. Melalui saluran primer, sekunder, dan tersier, air dialirkan secara terukur hingga ke petak?petak sawah. Sebagai contoh, data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Indramayu mencatat bahwa produktivitas padi di Indramayu mencapai rata-rata 6,04 ton/ha pada tahun 2022. Ketika irigasi berjalan optimal, intensitas tanam meningkat dan produktivitas dapat naik lebih jauh. Ketika air dikelola secara baik—terukur, tepat waktu, dan merata—tanaman tumbuh optimal, hasil panen meningkat, dan kesejahteraan petani pun naik. Sebaliknya, jika pasokan air terganggu, banyak petani terpaksa hanya menanam satu kali dalam setahun atau menghadapi risiko gagal panen. Kondisi ini menegaskan bahwa bendungan dan irigasi bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi fondasi strategis bagi ketahanan pangan nasional. Pengelolaan sistem air seperti ini sejalan dengan kebijakan pemerintah, yakni Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air serta Undang?Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. Regulasi tersebut menegaskan bahwa pengelolaan air harus dilakukan secara terpadu, adil, dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat petani, pengelolaan air yang baik dapat menjadi tonggak pencapaian swasembada pangan dan kemandirian pertanian Indonesia.