Dirjen SDA 2025 Siapkan Program Strategis Dukung Swasembada Pangan

Kementerian PU-PR

Persawahan potensial di Pidie
Persawahan potensial di Pidie

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) tahun 2025 menyiapkan program kerja strategis untuk mendukung swasembada pangan nasional. Program ini berfokus pada pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan berdasarkan lima pilar utama, yaitu konservasi, pendayagunaan, pengendalian daya rusak air, pengembangan sistem informasi, serta peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan air.

Sebagai bagian dari rencana tersebut, Dirjen SDA akan melaksanakan berbagai program prioritas, termasuk penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian, mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, dan meningkatkan efisiensi irigasi guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Pada tahun 2025, Dirjen SDA telah merilis target pembangunan yang mencakup 16 unit bendungan, revitalisasi 27 danau dan situ, pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi seluas 85.000 hektare, serta peningkatan kapasitas air baku hingga 2,2 meter kubik per detik. Selain itu, direncanakan pula pembangunan 30 km pengendali banjir, 10 km bangunan pengaman pantai, serta 8 unit pengendali sedimen atau lahar gunung berapi. Proyek besar lainnya adalah pengaliran 21 juta meter kubik lumpur Lapindo dan pelaksanaan P3-TGAI di 12.000 lokasi.

Diharapkan, dengan berbagai program ini, ketersediaan air untuk pertanian semakin terjamin, risiko bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan, serta keberlanjutan pengelolaan sumber daya air di Indonesia semakin meningkat. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga sumber daya air guna mendukung kesejahteraan dan ketahanan pangan nasional.


sumber: IG Dirjen SDA

Berita

berita/9553eb88-68b7-41af-bd3c-7df0b3d3803e/1779670985.jpg

BWS Sumatera I Dampingi Menteri PU Tinjau Penanganan Longsoran dan Huntara di Aceh Tamiang

berita/14685dcf-5136-4a1a-bbe8-b273a3790a3e/1779263386.png

Memang Harus Ya Bendungan Dibuat di Hutan Belantara?

berita/199df0b9-bddf-47b3-b98b-27909f35bd76/1779525466.jpg

BWS Sumatera I Bahas Percepatan Penanganan Pascabencana DAS Tamiang Bersama Satgas GALAPANA DPR RI

berita/542132aa-6812-4abc-b102-d649a1f549c4/1779440747.jpg

BWS Sumatera I Dampingi Tim Satgas GALAPANA DPR RI Tinjau Penanganan Bencana di Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Utara

berita/685be336-47f0-4164-bb7c-453da294a16e/1779327028.jpg

Balai Wilayah Sungai Sumatera I Perkuat Sinkronisasi Program Melalui Rapat Pokja I TKPSDA WS Alas Singkil

berita/e25690f6-10c1-4b54-b1b1-287c7a96b9f8/1779156678.png

Batu Gajah atau Mangrove: Mana yang Lebih Efektif untuk Pengaman Pantai?